Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 13 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Purbaya
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Kenapa Rasanya Tetap Ketinggalan Padahal Udah Usaha Keras?
Sefruit

Kenapa Rasanya Tetap Ketinggalan Padahal Udah Usaha Keras?

Salsabillah Irwanda
Last updated: Mei 18, 2026 6:08 pm
By
Salsabillah Irwanda
2 bulan lalu
Share
SHARE

Pernah nggak sih kamu ngerasa capek banget karena sebenarnya kamu sudah berusaha, tapi tetap merasa tertinggal?

Kamu sudah kerja.

Sudah belajar.

Sudah mencoba konsisten.

Sudah memaksa diri buat tetap jalan walau sering capek.

Tapi entah kenapa, setiap buka media sosial rasanya selalu ada orang yang hidupnya lebih cepat dari kamu.

Ada yang sudah dapat kerja impian.

Ada yang kariernya naik cepat.

Ada yang bisnisnya jalan.

Ada yang kelihatannya hidupnya “beres”.

Dan di tengah semua itu, kamu malah duduk sambil mikir:

“kok gue masih di sini-sini aja ya?”

Perasaan seperti ini sebenarnya makin sering dirasakan banyak orang, terutama di era comparison culture dan FOMO sekarang.

Karena kita hidup di zaman di mana pencapaian orang lain muncul terus setiap hari, bahkan sebelum kita sempat menghargai progress diri sendiri.

Dulu mungkin kita cuma membandingkan hidup dengan lingkungan sekitar. Sekarang? Kita membandingkan hidup dengan ratusan orang sekaligus dalam satu layar.

Dan yang bikin capek lagi, algoritma media sosial hampir selalu menunjukkan kayak orang yang lebih sukses, lebih produktif, lebih glowing, lebih kaya, atau lebih “jadi seseorang”.

Akhirnya otak kita mulai percaya kalau semua orang sedang melaju lebih cepat. Padahal yang sering nggak kelihatan adalah proses berantakan di belakang layar mereka.

Kita lihat hasil akhirnya, tapi nggak lihat rasa takutnya.

Nggak lihat gagal berkali-kalinya.

Nggak lihat malam-malam bingung mereka.

Dan karena itu, banyak orang mulai merasa usahanya sendiri jadi terlihat kecil. Padahal kenyataannya, bertahan aja sekarang sudah termasuk usaha besar.

Apalagi di usia 20-an, banyak orang hidup sambil membawa tekanan yang nggak sedikit:

harus sukses cepat, harus punya arah hidup, harus produktif, harus menghasilkan sesuatu, dan entah sejak kapan, kita merasa harus selalu “perform”.

Kalau nggak berkembang sedikit aja, langsung panik. Kalau istirahat terlalu lama, langsung merasa bersalah.

Akhirnya hidup terasa seperti perlombaan yang garis finish-nya terus bergeser.

Dan mungkin itu alasan kenapa banyak orang merasa ketinggalan walau sebenarnya sudah berusaha keras. Karena mereka terlalu fokus melihat seberapa jauh orang lain berjalan, sampai lupa melihat dirinya sendiri sudah sejauh apa.

Padahal perkembangan hidup nggak selalu kelihatan dalam bentuk gaji yang besar, jabatan yang keren, atau hidup yang estetik.

Kadang progress itu bentuknya kayak kamu masih bertahan. Kamu masih mencoba lagi walau kemarin gagal. Kamu masih bangun dan menjalani hari walau kepala lagi penuh.

Dan itu tetap berarti.

Yang sering bikin kita merasa tertinggal sebenarnya bukan hidup kita, tapi kebiasaan membandingkan timeline sendiri dengan timeline orang lain.

Padahal setiap orang punya start, kesempatan, dan proses yang berbeda.

Ada yang berhasil cepat. Ada yang jalannya lebih lambat. Ada yang baru menemukan arah hidup setelah berkali-kali salah jalan.

Dan semua itu normal.

Karena hidup bukan lomba siapa paling cepat jadi “sukses”.

Kadang hidup cuma tentang siapa yang tetap berjalan tanpa kehilangan dirinya sendiri di tengah semua tekanan.

Jangan lupa follow @sefruitmedia buat konten self-awareness, quarter life crisis, dan topik relate lainnya.

 

Tag:KepribadianOrang Dewasa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Trending di OWRITE
PDIP Abu-abu: Cermin Gengsi Gabung Pemerintah, Persulit Diri Cari Simpati Publik
By Rahmat Tunny
Momen keakraban Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Doc: IG Prabowo Subianto
1
Dampak Warga Patungan Perbaiki Jalan-Jembatan Rusak: Pemda Lolos Jerat Hukum?
By Adi Briantika
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (tengah) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Rabu (8/7/2026).
2
Fenomena Warga Patungan Bikin Jalan: Saat Gotong Royong Kalahkan Proyek Kosmetik Daerah
By Adi Briantika
Pengendara melewati akses darurat di Jembatan Kalawi Limau Manih, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Selasa (7/7/2026).
3
Koperasi Alat Orang Lemah, Prabowo: Lidi Kalau Bersatu jadi Kekuatan
By Natania Longdong
Presiden Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, 12 Juli, di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno.
4
PDIP Malu-malu Kucing: Sebagian Kader Gemar Kritik, Sisanya Hobi Melobi
By Rahmat Tunny
Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri saat peresmian renovasi Istana Gebang dan patung Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, Senin, 15 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Selain Zodiak, Ini Cara Lain yang Dipakai Orang untuk Mengenal Diri

Bosan dengan zodiak? Tren numerologi kini ramai dibahas sebagai cara alternatif mengenal…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sefruit

Kenapa Banyak Korban KDRT Sulit Meninggalkan Pasangannya?

Meninggalkan hubungan KDRT ternyata tidak semudah kata "langsung pergi". Dari faktor anak…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sefruit

Preloved Branded vs Barang Baru, Mana yang Lebih Worth It?

Tergiur berburu barang preloved branded yang ramah kantong dan berkelanjutan? Sebelum memutuskan…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Mulai Lagi dari Nol Terus, Apa Salah Kalau Sering Ganti Hobi?

Sering ganti hobi dari merajut, fotografi, hingga lari dalam waktu singkat? Jangan…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up