Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 19 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117 per Barel
Ekonomi Bisnis

Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117 per Barel

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 19, 2026 12:09 pm
Iren Natania
Dusep
Share
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
SHARE

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada April 2026 sebesar US$117,31 per barel. Angka tersebut mengalami kenaikan US$15,05 dibandingkan Maret 2026 yang tercatat US$102,26 per barel. 

Daftar isi Konten
  • Tekanan Besar pada Pasar Minyak Dunia
  • Harga Rata-rata Minyak Mentah

Penetapan tersebut disahkan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 203.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan April 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman, menjelaskan kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada April 2026 secara umum dipengaruhi oleh meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global.

Peningkatan harga minyak mentah pada April 2026 dipengaruhi oleh berlanjutnya eskalasi konflik geopolitik yang meningkatkan risiko gangguan suplai minyak dunia, terutama terkait kondisi di kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz,”

kata Laode di Jakarta, dikutip Selasa, 19 Mei 2026.
Baca juga:
Anggaran ESDM 2026 Melonjak Tajam Usai Tambah Rp14 Triliun, Ada… Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika…
MedcoEnergi Makin Moncer Ekspansi di Timur Tengah, Produksi Tembus 110… PT Medco Energi Internasional telah memproduksi 110 juta barel minyak selama 20…
Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya… Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berpotensi menghadapi pelebaran defisit Anggaran…
  • Anggaran ESDM 2026 Melonjak Tajam Usai Tambah Rp14 Triliun, Ada Proyek Jumbo…
  • MedcoEnergi Makin Moncer Ekspansi di Timur Tengah, Produksi Tembus 110 Juta Barel
  • Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI

Tekanan Besar pada Pasar Minyak Dunia

Menurut Laode, berbagai perkembangan sepanjang April 2026 juga memberikan tekanan terhadap pasar minyak dunia, mulai dari gejolak di Selat Hormuz, blokade Pelabuhan Iran oleh AS, hingga serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global.

Selain faktor geopolitik, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal I-2026 yang mencapai 5 persen secara tahunan turut memberikan sentimen positif terhadap permintaan minyak dunia.

Lebih lanjut, menurut Laode, meskipun harga minyak dunia masih berpotensi mengalami tekanan akibat kondisi geopolitik, terdapat beberapa faktor yang dapat menahan kenaikan harga, seperti proyeksi penurunan permintaan minyak global pada kuartal II-2026 yang diperkirakan sebesar 5 juta bph year on year (yoy) dan potensi terbukanya kembali jalur diplomasi damai antara Iran dan AS.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak global secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri,”

ujar Laode.

Harga Rata-rata Minyak Mentah

Secara rinci, perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada April 2026 dibandingkan Maret 2026 mengalami peningkatan sebagai berikut:

Tabel Perbandingan Harga Rata-Rata Minyak Mentah Utama (Maret vs April 2026)

(Harga dalam satuan USD per barel / bbl)

Jenis Minyak MentahMaret 2026 (US$/bbl)April 2026 (US$/bbl)Perubahan (US$/bbl)Status
Indonesian Crude Price (ICP)102,26117,31+15,05Naik signifikan
Dated Brent103,89120,55+16,66Kenaikan tertinggi
WTI (Nymex)91,0098,06+7,06Naik
Brent (ICE)99,60102,46+2,86Naik tipis
Basket OPEC*116,36108,55-7,81Turun

*Data Basket OPEC per tanggal 29 April 2026

Analisis Faktor Pengaruh Pasar Minyak (April 2026)

Faktor Pendorong Kenaikan (Bullish)Faktor Penahan Kenaikan (Bearish)
Eskalasi Geopolitik: Meningkatnya ketegangan militer di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.Proyeksi Penurunan Permintaan: Estimasi penurunan permintaan minyak global sebesar 5 juta bph (yoy) pada Q2-2026.
Risiko Jalur Distribusi: Konflik di Selat Hormuz, blokade pelabuhan Iran oleh AS, dan ancaman terhadap infrastruktur energi dunia.Sentimen Diplomasi: Adanya peluang pembukaan kembali jalur negosiasi damai antara pihak AS dan Iran.
Pemulihan Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang mencapai 5% (yoy) pada kuartal I-2026 meningkatkan prospek konsumsi energi.
Baca juga:
Akui Rupiah Undervalue, Gubernur BI Pede Akhir 2026 di Rp16.500… Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo meyakini nilai tukar akan kembali menguat,…
AS Minta UEA Lebih Banyak Terlibat Perang dan Rebut Pulau… Pejabat Amerika Serikat (AS) mendesak Uni Emirat Arab untuk lebih terlibat dalam…
Gubernur BI Disemprot DPR Gegara Rupiah, Perry Warjiyo Diminta Mundur Komisi XI DPR RI mencecar Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo terkait,…
  • Akui Rupiah Undervalue, Gubernur BI Pede Akhir 2026 di Rp16.500 per Dolar…
  • AS Minta UEA Lebih Banyak Terlibat Perang dan Rebut Pulau Milik Iran
  • Gubernur BI Disemprot DPR Gegara Rupiah, Perry Warjiyo Diminta Mundur
Tag:AS-Israel vs IranHarga MinyakICPkementerian esdmperangSelat Hormuztimur tengah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Pelemahan Rupiah Belum Berhenti dan Cetak Sejarah Lagi, Pagi Ini Rp17.706 per Dolar AS
By Anisa Aulia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
1
Gegara Perang di Timur Tengah, Harga Minyak RI April 2026 Tembus US$117 per Barel
By Iren Natania
Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
2
Defisit APBN Terancam Lewati 3 Persen, Krisis Fiskal dan Lanjutannya Mengintai RI
By Anisa Aulia
Ilustrasi Uang Rupiah.
3
IHSG Ditutup Merosot 3,46 Persen, Asing Jual Saham-saham Ini
By Anisa Aulia
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). IHSG pada Jumat (24/4) ditutup melemah 249,12 poin atau 3,38 persen ke posisi 7.129,49, sementara indeks LQ45 turun 25,12 poin atau 3,51 persen ke posisi 690,76.
4
Mimpi Gigi Copot, Benarkah Pertanda Buruk?
By Ossid Duha Jussas Salma
Mimpi gigi copot
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di APBN KiTA April 2026.(sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Ungkap Defisit APBN April 2026 Cuma 0,64% PDB, Sindir Prediksi Ekonom?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
17 menit lalu
Ilustrasi uang rupiah.
Ekonomi Bisnis

Pengamat: Cara Prabowo Perbesar Peran Negara Tak Cocok Diterapkan, APBN Masih Defisit

Pengamat Ekonomi, Yanuar Rizky menilai pemerintah saat ini semakin ketergantungan pada utang…

Ani Ratnasaridusep-malik
By
Ani Ratnasari
Dusep
50 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers terkait kebijakan transportasi dan BBM di Jakarta (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Akui Sulit Capai Target Serapan Obligasi Rp2 Triliun per Hari, Ini Dalihnya?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, target Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menyerap…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
1 jam lalu
Cara BJ Habibie selamatkan rupiah
Ekonomi Bisnis

5 Jurus Jitu BJ Habibie Selamatkan Rupiah Saat Krisis 1998

Krisis moneter 1998 menjadi salah satu masa paling berat dalam sejarah Indonesia.…

Ani RatnasariSyifa Fauziah
By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
1 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up