Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 7 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / 5 Jurus Jitu BJ Habibie Selamatkan Rupiah Saat Krisis 1998
Ekonomi Bisnis

5 Jurus Jitu BJ Habibie Selamatkan Rupiah Saat Krisis 1998

Ani RatnasariSyifa Fauziah
Last updated: Mei 19, 2026 6:25 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Cara BJ Habibie selamatkan rupiah
Cara BJ Habibie selamatkan rupiah (Foto: laman Komdigi)
SHARE

Krisis moneter 1998 menjadi salah satu masa paling berat dalam sejarah Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) anjlok drastis, dari Rp2.500 hingga sempat menyentuh Rp16.800 per dolar AS.

Daftar isi Konten
  • 1. Mengembalikan Kepercayaan Publik dan Investor
  • 2. Menerapkan Kebijakan Moneter Ketat
  • 3. Merombak Sistem Perbankan Nasional
  • 4. Membuat Bank Indonesia Independen
  • 5. Menjaga Harga dan Pasokan Bahan Pokok

Dampaknya terasa di mana-mana. Harga bahan pokok melonjak, banyak perusahaan bangkrut, PHK massal, hingga muncul gelombang demonstrasi besar-besaran di berbagai daerah. Situasi makin panas setelah tragedi Trisakti dan berakhir dengan mundurnya Soeharto pada Mei 1998.

Di tengah kondisi penuh tekanan itu, BJ Habibie naik jadi presiden. Banyak pihak awalnya meragukan Habibie karena latar belakangnya bukan ekonom, melainkan insinyur pesawat terbang.

Namun dalam waktu singkat, pemerintahan Habibie justru berhasil membuat kondisi ekonomi perlahan stabil. Rupiah yang sempat terpuruk mulai menguat hingga berada di kisaran Rp6.500 per dolar AS.

Baca juga:
MUI Dukung Perpres soal Larangan Kampanye LGBTQ, Hukum Harus Dipertegas Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. M. Cholil Nafis, menyatakan…
Rapor Merah Kebebasan Pers RI: Kekerasan Naik, Prabowo Didesak Perkuat… Forum Sipil Bersuara (Forsiber) menilai merosotnya posisi Indonesia dalam World Press Freedom…
Mulai 15 Juli 2026 Pemerintah Patok Harga Ayam Rp19.500 per… Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan harga live bird (ayam pedaging hidup) sebesar Rp19.500…
  • MUI Dukung Perpres soal Larangan Kampanye LGBTQ, Hukum Harus Dipertegas
  • Rapor Merah Kebebasan Pers RI: Kekerasan Naik, Prabowo Didesak Perkuat Perlindungan Jurnalis
  • Mulai 15 Juli 2026 Pemerintah Patok Harga Ayam Rp19.500 per Kg, Telur…

Lalu apa saja langkah yang dilakukan Habibie saat itu?

1. Mengembalikan Kepercayaan Publik dan Investor

Habibie memahami bahwa krisis 1998 bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga krisis kepercayaan. Saat itu terjadi kepanikan di masyarakat, yang membuat nasabah ramai-ramai menarik uang dari bank karena takut sistem perbankan runtuh.

Pemerintah kemudian menjamin simpanan nasabah di bank agar masyarakat merasa aman. Langkah ini penting untuk menghentikan rush atau penarikan uang besar-besaran. Selain itu, pemerintah juga berupaya membangun kembali kepercayaan investor asing yang sebelumnya banyak meninggalkan Indonesia akibat kondisi politik dan ekonomi yang tidak stabil.

2. Menerapkan Kebijakan Moneter Ketat

Untuk menahan kejatuhan rupiah dan mengendalikan inflasi, pemerintah bersama Bank Indonesia menerapkan kebijakan moneter ketat. Salah satu langkah paling terasa saat itu ialah menaikkan suku bunga deposito hingga sangat tinggi. Tujuannya agar masyarakat tetap menyimpan uang dalam rupiah dan tidak berbondong-bondong membeli dolar AS.

Pemerintah juga memperketat peredaran uang dan mengawasi kondisi perbankan agar pasar keuangan tidak semakin kacau. Meski kebijakan ini membuat kredit menjadi mahal dan dunia usaha sempat kesulitan, pemerintah menilai langkah tersebut penting demi menstabilkan rupiah terlebih dahulu.

3. Merombak Sistem Perbankan Nasional

Pada Agustus 1998, pemerintah mengeluarkan paket restrukturisasi perbankan untuk menyelamatkan bank-bank yang kolaps akibat kredit macet. Lewat kebijakan ini, sejumlah bank digabung atau merger agar menjadi lebih kuat. Dari proses tersebut kemudian lahir Bank Mandiri yang sampai sekarang menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia.

Langkah ini dilakukan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan nasional yang saat itu sedang terpuruk.

Baca juga:
Prabowo Tunjuk Danantara Garap Ekspor Listrik RI ke Singapura, Ini… Presiden Prabowo Subianto menugaskan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia untuk mengimplementasikan…
PP Tunas Belum Maksimal, Anak-anak Masih Bisa Akses Medsos dengan… Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membeberkan bahwa implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17…
Penyebaran Budaya LGBTQ Masuk Ancaman Nonmiliter di Perpres Prabowo, Ini… Presiden RI Prabowo Subianto resmi menetapkan penyebaran budaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender,…
  • Prabowo Tunjuk Danantara Garap Ekspor Listrik RI ke Singapura, Ini Misi Besarnya
  • PP Tunas Belum Maksimal, Anak-anak Masih Bisa Akses Medsos dengan Palsukan Usia
  • Penyebaran Budaya LGBTQ Masuk Ancaman Nonmiliter di Perpres Prabowo, Ini Isinya

4. Membuat Bank Indonesia Independen

Habibie juga mengambil keputusan dengan memisahkan Bank Indonesia dari pengaruh langsung pemerintah.

Sebelumnya, bank sentral dinilai terlalu mudah dipengaruhi kepentingan politik penguasa. Setelah dibuat independen, BI memiliki kewenangan lebih besar untuk menjaga stabilitas moneter tanpa tekanan politik. Kebijakan ini terbukti dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan investor, perlahan aliran modal asing mulai kembali masuk dan rupiah ikut menguat.

5. Menjaga Harga dan Pasokan Bahan Pokok

Di tengah inflasi tinggi, pemerintah juga berupaya menjaga harga kebutuhan pokok agar tidak semakin membebani masyarakat. Pemerintah melakukan operasi pasar, menjaga distribusi pangan, serta memperkuat stok logistik nasional melalui Bulog.

Tujuannya bukan membuat harga langsung murah, melainkan mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali dan menjaga kondisi sosial tetap stabil.

Yang membuat Habibie berbeda adalah cara pandangnya terhadap ekonomi. Ia melihat krisis ekonomi seperti pesawat yang sedang kehilangan keseimbangan atau stall. Menurut Habibie, pesawat yang sedang kehilangan kendali tidak bisa langsung dipaksa melaju cepat. Yang paling penting ialah menstabilkan kondisi lebih dulu agar tidak jatuh.

Pendekatan itu kemudian diterapkan dalam kebijakan ekonominya, yaitu dengan fokus menjaga keseimbangan, memulihkan kepercayaan, dan menenangkan pasar sebelum mendorong pertumbuhan lebih jauh.

Meski masa pemerintahannya singkat, kondisi ekonomi Indonesia mulai menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi yang sempat minus 13,13 persen pada 1998 mulai membaik menjadi 0,79 persen pada 1999. Rupiah juga perlahan menguat dan kepanikan ekonomi mulai mereda.

Tag:Berita Pentingbj habibieDolar Amerika Serikatkrisis 1998Krisis Moneter
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Abu Janda Belum Minta Maaf, DPP IKM Desak Polisi Segera Naikkan Kasus ke Penyidikan
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum DPP IKM Dafrizal Djamari, usai mendampingi Sekjen DPP IKM Braditi Moulvey menjalani pemeriksaan klarifikasi sebagai pelapor di Mabes Polri
1
Tak Lagi Cuma Dubes, Prabowo Utus Menlu dan Ketua MPR ke Pemakaman Ali Khamenei
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono (kiri) mengikuti sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026). Presiden Prabowo menegaskan bahwa ASEAN harus tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global melalui penguatan solidaritas dan kerja sama antarnegara.
2
Slow Jogging Jadi Tren Olahraga Baru di Korea Selatan, Ini Manfaatnya untuk Kesehatan
By Syifa Fauziah
Ilustrasi slow jogging
3
Gol Menit Akhir Mikel Merino Bungkam Portugal, Spanyol Lolos Dramatis ke Perempat Final
By Hadi Febriansyah
Pemain Spanyol Mikel Merino berjabat tangan dengan Cristiano Ronaldo.
4
KPK Kasih 10 Catatan Merah Soal Makan Gratis, BGN Bakal Bentuk Tim Khusus
By Rahmat Baihaqi
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan hasil audiensi jajarannya dengan pimpinan KPK kepada wartawan, di gedung Merah Putih, 7 Juli 2026.
5

BERITA LAINNYA

Tumpukan uang rupiah dari tabungan masyarakat. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Ekonomi Bisnis

Himbara Minta Dana SAL Diperpanjang Setahun, Purbaya Cuma Bilang Begini…

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak usulan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
30 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Buka Peluang Rumahkan Pegawai DJP Imbas Penerimaan 2026 Shortfall

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan penerimaan pajak pada 2026 hanya sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Kompak Menghijau: Rupiah Perkasa Rp17.980 per Dolar AS, IHSG Terbang ke Level 5.986

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
3 jam lalu
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

BI Bongkar Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS

Bank Indonesia (BI) buka-bukaan terkait biang kerok rupiah kembali menyentuh level Rp18.000…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up