Indeks Harga Saham Gabungan ditutup merosot pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026 sebesar 0,82 persen ke level 6.318. Kondisi ini berbanding dengan nilai tukar rupiah yang ditutup menguat sebesar 0,29 persen ke level Rp17.654 per dolar Amerika Serikat (AS).
Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan fluktuatifnya pergerakan IHSG hari ini disebabkan oleh banyak faktor. Beberapa diantaranya saat ini pasar masih mencerna tentang pembentukan badan ekspor Sumber Daya Alam (SDA), rebalancing MSCI, dan pidato Presiden Prabowo Subianto.
Pada dasarnya naik turun IHSG itu variabelnya banyak. Tidak hanya pidato saja tapi juga net sell akibat rebalancing MSCI, masih mencerna tentang badan ekspor, dan lainnya. Ada juga efek dari regional yang turun,”
ujar Rudiyanto saat dihubungi Owrite.id Rabu, 20 Mei 2026.

Nilai Transaksi IHSG
Adapun nilai transaksi IHSG tercatat mencapai Rp22,06 triliun, dengan melibatkan 40,791 miliar saham dalam 2,4 juta kali transaksi. Tercatat, sebanyak 483 saham turun, 126 tidak bergerak, dan 208 naik
Sementara itu, terkait penguatan rupiah, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan salah satunya disebabkan oleh langkah Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate alias suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps).
Meski indeks dolar AS masih melanjutkan kenaikan hari ini, penguatan rupiah ini didorong oleh respons positif investor terhadap langkah pemerintah memangkas anggaran, terutama MBG. Serta keputusan mengejutkan BI menaikkan suku bunga sebesar 50 bps,”
ujar Lukman kepada Owrite.id.
Tak Mengubah Arah Pasar
Lukman menjelaskan, pidato Prabowo di Sidang Paripurna DPR RI pada hari ini juga tidak benar-benar mengubah arah pasar. Namun investor menangkap nada yang lebih hati-hati terhadap fiskal.
Dari sisi pidato Prabowo sendiri, sebenarnya tidak ada esensi yang benar-benar mengubah arah pasar. Namun, investor menangkap nada yang lebih hati-hati terhadap fiskal, terutama melalui target defisit 2027 yang lebih rendah dan penekanan pada efisiensi anggaran,”
jelasnya.


