Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 26 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Petani Sawit Spill Bahaya BUMN Monopoli Ekspor: Tolak Mundur ke Era Soeharto
Ekonomi Bisnis

Petani Sawit Spill Bahaya BUMN Monopoli Ekspor: Tolak Mundur ke Era Soeharto

iren natania longdongowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 20, 2026 4:23 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit yang dibeli dari petani di tempat jual beli tanda buah segar (RAM) di Desa Purnama Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026). Dinas Perkebunan Riau menetapkan harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerah tersebut untuk periode 13-19 Mei 2026 sebesar Rp3.900,46 per kilogram atau naik sekitar Rp25,53 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3.874,93 per kilogram di mana kenaikan harga dipicu penguatan harga minyak kelapa sawit mentah yang naik menjadi 1.049,58 dolar AS per metrik ton.
Pekerja memindahkan tandan buah segar sawit yang dibeli dari petani di tempat jual beli tanda buah segar (RAM) di Desa Purnama Dumai, Riau, Rabu (13/5/2026). Dinas Perkebunan Riau menetapkan harga tandan buah segar (TBS) sawit di daerah tersebut untuk periode 13-19 Mei 2026 sebesar Rp3.900,46 per kilogram atau naik sekitar Rp25,53 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3.874,93 per kilogram di mana kenaikan harga dipicu penguatan harga minyak kelapa sawit mentah yang naik menjadi 1.049,58 dolar AS per metrik ton. (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/agr)
SHARE

Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) mengkritik Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menempatkan sawit sebagai komoditas yang hanya dapat diekspor melalui perusahaan pelat merah.

Kritik itu merespons pidato Presiden Prabowo Subianto dalam pembahasan rancangan ekonomi makro di DPR-RI, Rabu, 20 Mei 2026.

POPSI menilai rancangan kebijakan tersebut berpotensi mengubah struktur perdagangan sawit nasional dan membuka ruang besar bagi monopoli perdagangan, praktik rente ekonomi, elite capture, serta penguasaan rantai ekspor oleh kelompok yang dekat dengan kekuasaan.

Baca juga:
Prabowo Sebut Bos Danantara Layak Dapat Bintang Kehormatan, BUMN Diklaim… Presiden Prabowo Subianto menilai pimpinan Badan Pengelola Investasi Danantara layak menerima bintang…
Prabowo Tantang PLTS 100 GW Bisa Rampung 2 Tahun, Ada… Presiden RI Prabowo Subianto mempercepat target penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya…
Prabowo Sentil Menteri: Hari Libur Tetap Kerja, yang Tidak Sanggup… Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan jajaran Kabinet Merah Putih harus siap bekerja…
  • Prabowo Sebut Bos Danantara Layak Dapat Bintang Kehormatan, BUMN Diklaim Makin Moncer
  • Prabowo Tantang PLTS 100 GW Bisa Rampung 2 Tahun, Ada Iming-Iming Bintang…
  • Prabowo Sentil Menteri: Hari Libur Tetap Kerja, yang Tidak Sanggup Silakan Minggir!

Selain itu, pembahasan kebijakan strategis juga tidak dilakukan secara transparan dengan tidak melibatkan petani sawit, koperasi petani, organisasi petani, maupun pelaku usaha yang selama ini menjadi tulang punggung industri sawit nasional.

“Kami mempertanyakan mengapa kebijakan sebesar ini dibahas tanpa melibatkan petani sawit. Sawit bukan hanya soal ekspor, tetapi menyangkut hidup jutaan keluarga petani dan ekonomi daerah di seluruh Indonesia,”

kata Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto dalam keterangannya.

Dia pun mengingatkan pemerintah agar tidak mengulang kesalahan sejarah tata niaga komoditas di masa lalu, terutama pengalaman Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) pada era Presiden Soeharto. 

Pada masa itu, tata niaga cengkih dipusatkan dan dikendalikan oleh kelompok yang dekat dengan kekuasaan. Akibatnya petani kehilangan kebebasan menjual hasil panen, harga jatuh di tingkat petani, praktik rente berkembang, dan industri cengkeh nasional mengalami kerusakan panjang.

“Kami pernah punya pengalaman pahit ketika monopoli perdagangan komoditas dijalankan atas nama kepentingan nasional, tetapi ujungnya justru menghancurkan petani dan memperkaya segelintir elite. Negara tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama terhadap sawit,”

ujar Darto.

Pola Masa Silam

POPSI juga menyoroti sejumlah kemiripan serius antara rancangan tata kelola ekspor sawit saat ini dengan pola tata niaga cengkeh era Orde Baru.

Pertama, potensi monopsoni atau monopoli jalur ekspor. Hal ini terjadi ketika negara menunjuk satu atau beberapa gatekeeper ekspor melalui BUMN, yang membuat pengusaha swasta kehilangan akses langsung terhadap pembeli global. 

“Dalam jangka panjang, struktur pasar seperti ini berpotensi menghilangkan kompetisi yang sehat dalam perdagangan sawit nasional,”

ucap Darto.

Kedua, pemerintah akan memiliki kontrol sangat besar terhadap harga dan volume perdagangan, termasuk pengaturan volume ekspor, waktu ekspor, harga referensi, hingga berbagai bentuk pengendalian pasar terselubung. Situasi seperti ini, menurut Darto, sangat rawan disalahgunakan dan berpotensi menciptakan ketidakpastian bagi pasar.

Ketiga, kebijakan tersebut menggunakan argumentasi “kepentingan nasional”, mulai dari stabilitas ekonomi, ketahanan nasional, hilirisasi, hingga pengamanan pasokan domestik. 

“POPSI menilai argumentasi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk membangun monopoli baru dalam perdagangan komoditas strategis,”

tkata Darto.

Keempat, risiko rente ekonomi sangat besar. Pertanyaan mendasar yang muncul: siapa yang akan mendapatkan akses kuota, siapa yang menjadi aggregator perdagangan, siapa yang mendapatkan fasilitas ekspor, dan siapa yang memiliki kedekatan dengan BUMN ekspor? Dalam struktur pasar yang tertutup, praktik rente dan elite capture sangat sulit dihindari.

Kelima, yakni petani sawit berpotensi menjadi pihak yang paling dirugikan. 

“Ketika jumlah pembeli menyempit dan akses pasar dikendalikan satu pintu, maka daya tawar petani otomatis turun. Dalam situasi seperti itu, petani akan semakin menjadi price taker dan harga tandan buah segar (TBS) berisiko ditekan,”

tegas Darto.

POPSI juga menegaskan bahwa kondisi sawit saat ini jauh berbeda dibanding tata niaga cengkih pada masa lalu. Sawit merupakan industri global yang sangat kompleks dan terintegrasi dengan pasar internasional.

Industri sawit saat ini pun melibatkan perdagangan lintas negara, produk turunan yang sangat luas, mekanisme futures market, trading house internasional, jaringan refinery global, hingga sistem compliance dan traceability yang ketat. Oleh sebab itu, sentralisasi perdagangan sawit jauh lebih rumit dan berisiko dibanding komoditas lain di masa lalu.

Tag:BUMNCengkiheksporkomoditasorde baruPOPSIprabowoRPPsawitSoeharto
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
3
ST Burhanuddin Buka Target Besar Gojukai: Dari Podium Nasional hingga Kancah Dunia
By Syifa Fauziah
Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kejurnas Karate-do Gojukai. (Sumber: YouTube/Karate-Do Gojukai Indonesia)
4
Ribuan Peserta Serbu GOR Ciracas, Kejurnas Karate Gojukai Piala Jaksa Agung jadi Ajang Cari Bibit Juara
By Syifa Fauziah
Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI Ketiga Tahun 2026 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur,
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran Program PLTS 100 GWp di Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.
Ekonomi Bisnis

Prabowo Sebut Bos Danantara Layak Dapat Bintang Kehormatan, BUMN Diklaim Makin Moncer

Presiden Prabowo Subianto menilai pimpinan Badan Pengelola Investasi Danantara layak menerima bintang…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Presiden RI Prabowo Suboanto meluncurkan program PLTS 100 GWp, Kab. Jembrana, Bali.
Ekonomi Bisnis

Prabowo Tantang PLTS 100 GW Bisa Rampung 2 Tahun, Ada Iming-Iming Bintang Kehormatan

Presiden RI Prabowo Subianto mempercepat target penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Ilustrsi beras fortifikasi.
Ekonomi Bisnis

Beras Fortifikasi Diduga Banyak Palsu, Bapanas Ungkap Kerugian Rakyat Capai Rp91 Triliun

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan akan menindak tegas pelaku di balik peredaran…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Ekonomi Bisnis

Program Pembangunan PLTS 100 GW Bakal Jadi Senjata Bahlil Tekan Impor Solar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membidik penurunan impor…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
11 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up