Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 27 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Bukan Sekadar Tarian, Ini 5 Tari Tradisional Indonesia yang Punya Makna Mendalam
Hype

Bukan Sekadar Tarian, Ini 5 Tari Tradisional Indonesia yang Punya Makna Mendalam

Ossid Duha Jussas SalmaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 24, 2026 1:45 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 bulan lalu
Share
Tari Saman dari Aceh
Tari Saman dari Aceh (Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh)
SHARE

Tari tradisional Indonesia bukan hanya sekedar pertunjukan seni yang memanjakan mata. Di balik gerakan, irama musik, kostum, hingga aksesoris yang dipakai terdapat filosofis dan nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Daftar isi Konten
  • Tari Saman (Aceh)
  • Tari Kecak (Bali)
  • Tari Jaipong (Jawa Barat)
  • Tari Reog Ponorogo (Ponorogo, Jawa Timur)
  • Tari Tor-Tor (Sumatera Utara)

Berbagai tarian tradisional dari mulai untuk penyambutan, ungkapan syukur, hingga simbol keberanian dan penghormatan, semuanya memiliki pesan mendalam yang membuatkan tetap lestari hingga hari ini.

Mari mengenal tari tradisional Indonesia beserta maknanya. Berikut adalah lima tari tradisional Indonesia yang tidak hanya indah dipandang, tapi juga terdapat makna filosofi di dalamnya.

Baca juga:
Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual… Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan budaya pesisir yang beragam.…
Bukan Cuma Hunian Megah, Ini Rahasia Filosofi Rumah Joglo dan… Rumah Joglo merupakan salah satu rumah adat khas Jawa. Lebih dari sekadar…
Bentrokan Berdarah Adonara, Pigai Kerahkan Tim HAM dan Soroti Penyelesaian… Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengerahkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian…
  • Larung Kepala Kerbau di Pesisir: Menyelami Tradisi Sedekah Laut, Ritual Para Nelayan…
  • Bukan Cuma Hunian Megah, Ini Rahasia Filosofi Rumah Joglo dan Konsep Manunggaling…
  • Bentrokan Berdarah Adonara, Pigai Kerahkan Tim HAM dan Soroti Penyelesaian Jalur Adat

Tari Saman (Aceh)

    Tari Saman adalah warisan budaya masyarakat Aceh, persisnya dari daerah Gayo Lues. Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, tari ini sudah ada sejak abad ke-13 dan dikembangkan oleh Syekh Saman dengan memasukkan nilai keagamaan.

    Umumnya, tari Saman dimainkan oleh belasan laki-laki dengan jumlah harus ganjil dengan para penari duduk berlutut dengan tumit dan berbaris rapat. Tak lupa kostum yang dikenakan juga bermotif Gayo berwarna-warni di atas dasar kain kostum hitam khasnya.

    Tari Saman sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Daftar Representasi Budaya Takbenda (WBTb) pada 24 November 2011. Tarian ini dikembangkan oleh Syekh Saman dari Gayo di Aceh Utara. Tujuannya adalah sebagai media dakwah islam dengan menyisipkan berbagai syair-syair berisi pujian kepada Allah SWT dengan campuran bahasa Aran dan Gayo.

    Keunikan dari tarian ini adalah seluruh penari bergerak seragam mengikuti irama musik. Gerakannya serempak bertepuk tangan, menepuk dada, paha, dan tanah, menjentikkan jari, hingga mengayun dan memutar tubuh serta kepala. Seluruh gerakan tersebut dilakukan serubah bergantian dengan mengikuti ritme pukulan gendang dan nyanyian Syekh Saman. Hingga hari ini, tari Saman masih menjadi ikon Aceh yang masih lestari.

    7 Tradisi Unik di Indonesia yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    Tari Kecak (Bali)

      Tari Kecak adalah salah satu tari tradisional Bali paling terkenal. Teknisnya, tarian ini dimainkan oleh puluhan hingga ratusan laki-laki yang duduk melingkar dan meneriakkan ‘cak’ secara bersamaan dan berirama.

      Uniknya, tarian ini sama sekali tidak menggunakan gamelan untuk musik pengiring, melainkan menggunakan suara manusia. Teriakan ‘cak, cak, cak’ inilah yang akhirnya disebut sebagai tari cak atau dikenal juga monkey chant dance dalam bahasa Inggris karena seperti meniru suara kawanan kera.

      Berbeda dari tari biasanya, tari Kecak ditampilkan dama bentuk teater. Cerita yang dibawakan dalam tarian adalah kisah perjuangan Ramayana yang dibantu Hanoman dan pasukan monyetnya untuk menyelamatkan Dewi Sita dari penculikan Rahwana. Seluruh kisahnya ditampilkan lewat ekspresi wajah, gerakan, hingga suara ritme ‘cak’ dari para penari.

      Namun selain gerakan dan kisah yang unik dalam rangkaian tari Kecak, tari ini pun memiliki makna yaitu untuk mengusir roh jahat dan membawa kekuatan pelindung. Adapun teriakan ‘cak’ yang berulang juga sebagai bentuk gabungan kekuatan dan energi spiritual. Lalu lingkaran penari juga melambangkan harmoni, keseimbangan, dan kebersamaan dalam kehidupan.

      Mengenal Sejarah dan Makna Tradisi Ogoh-Ogoh Jelang Nyepi 2026

      Tari Jaipong (Jawa Barat)

        Melansir dari laman Budaya Nusantara, tari ini lahir di era tahun 1960-an diciptakan oleh sang maestro Jaipongan, Gugum Gumbira. Tarian ini terinspirasi dari pengalaman Gugum Gumbira menonton kesenian rakyat seperti Ketuk Tilu dan Pencak Silat. Maka tidak heran jika tari Jaipong ini ditarikan luwes, namun dengan gerakan lincah dan rutme gendang yang cepat.

        Tari Jaipong (Sumber: budayanusantara.id)

        Tari ini diiringi oleh alat musik tradisional seperti gong, kecrek, dan rebab. Posisi duduk pemusik biasanya berada di belakang para penari. Tempo pukulannya cepat dan dinamis, mengisyaratkan gambaran masyarat yang semangat, berani dan pantang menyerah.

        Bukan hanya sekedar tari, Jaipong juga punya makna mendalam yang diambil dari nilai kehidupan masyarakat Sunda. Gerakan tangan yang gemulai adalah ciri kelembutan, sedangkan hentakan kaki dan ayunan yang cepat melambangkan semangat dan keberanian. Tidak heran jika hingga hari ini, tari Jaipong masih dilestarikan turun-temurun.

        Tari Reog Ponorogo (Ponorogo, Jawa Timur)

          Dikutip dari laman Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, tari Reog Ponorogo resmi masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO sejak 3 Desember 2024. Ini menjadi bukti bahwa tari Reog Ponorogo memiliki keunikan yang harus terus dilestarikan.

          Reog Ponorogo adalah salah satu pertunjukan seni yang menampilkan paduan tari, musik, dan mitologi. Lewat topeng Dadak Merak yang ikonik, pesan tentang keberanian, solidaritas, hingga dedikasi terhadap lingkungan masyarakat disampaikan lewat tari Reog Ponorogo.

          Selain itu, karena tari ini memuat banyak elemen aksesoris untuk sebuah pertunjukan, Reog Ponorogo juga dinilai mengajarkan nilai keharmonisan dan mencapai tujuan bersama. Dan tentunya tari ini menjadi cerminan budaya, kearifan lokal, dan warisan budaya turun-temurun.

          Tari Tor-Tor (Sumatera Utara)

            Persisnya tari tradisional ini berasal budaya dan tradisi dari Suku Batak di Sumatera Utara. Dalam konteks masyarakat Batak Toba, Tor-tor biasanya dihadirkan sebagai hiburan dalam upacara adat, salah satunya pesta pernikahan. Namun bukan hanya sekedar hiburan, tari Tor-tor juga mencerminkan momen sakral dan penuh makna.

            Tari ini sudah dilakukan oleh masyarakat Suku Batak sejak abad ke-13. Khasnya, tarian ini diiringi oleh iringan musik dari tabuhan alat musik tradisional gondang. Dalam upacara adat tertentu, tari Tor-tor boleh ditampilkan setelah persetujuan dari keluarga dan kepala adat karena tarian ini dianggap sakral.

            Tari Tor Tor
            Tari Tor Tor (Sumber: budbas.data.kemdikbud.go.id)

            Uniknya, tari Tor-tor punya ketentuan khusus terhadap gerakan yang disebut juga manortor. Ciri khasnya, penari harus memakai kain ulos Batak. Kemudian penari juga punya pantangan untuk tangan penortor tidak boleh naik lebih tinggi dari bahu. Karena kalau lebih tinggi, artinya ia menantang dengan tenaga batin.

            Hingga hari ini, pada upacara pernikahan dan syukur di Suku Batak lainnya, tari Tor-tor masih menjadi persembahan sakral dan penuh makna.

            Itulah lima tari tradisional yang bisa dipelajari. Mulai dari tari Saman yang penuh kekompakan, tari Kecak dengan nuansa spiritual, hingga Tot-tor yang punya sarat makna adat.

            Setiap tarian menyimpan cerita dan pesan yang diwariskan dari leluhur secara turun temurun. Maka itu, menjaga kelestarian tari tradisional Indonesia bukan hanya menjaga kesenian, tapi juga merawat jati diri dan kekayaan budaya Indonesia.

            Tag:adatbudayakeseniantaritari jaipongtari kecaktari reog ponorogotari samantari tor tor
            Share This Article
            Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
            Amin-Suciady-Owrite
            ByAmin Suciady
            Redaktur Pelaksana
            Follow:
            Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
            Trending di OWRITE
            Rumor Badai Demo Agustus 2026: Perut Rakyat Masih Kenyang, Kepuasan Publik Jadi ‘Benteng’ Stabilitas Prabowo
            By Rahmat Tunny
            Demo di depan gedung DPR
            1
            Kisruh ‘Londo Ireng’, YLBHI Sentil Balik: Listrik Istana Dibayar Rakyat
            By Adi Briantika
            Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
            2
            PPI Ingatkan Gibran Soal Pilpres 2029: Relawan Percuma Tanpa Perahu Partai
            By Rahmat Tunny
            Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa pasien saat mengunjungi RSUD Raden Mattaher, Jambi, Kamis (16/7/2026).
            3
            Akbar Faizal Kritik Pedas: Kejagung Bikin Cemas, Perlakukan Febrie bak “Anak Emas”?
            By Rahmat Tunny
            Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).
            4
            Cap ‘Londo Ireng’ Prabowo, YLBHI: Ciri Otoriter dan Fasis!
            By Adi Briantika
            Presiden Prabowo Subianto menyapa kader PKB saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
            5

            BERITA LAINNYA

            Chicken & shrimp roll di sebuah piring.
            Hype

            Trik Bekal Sekolah Kilat: Resep Chicken Shrimp Roll Gurih Renyah, Tinggal Cemplung dari Freezer!

            Akhir pekan menjadi waktu yang tepat bagi para orang tua untuk menyiapkan…

            Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
            By
            Syifa Fauziah
            Adi Briantika
            5 jam lalu
            Ilustrasi gedung Kopdes Merah Putih dijadikan lokasi pernikahan.
            Hype

            Gedung Kopdes Merah Putih di Solo Disulap Buat Nikahan: Kondangan Penduduk Desa!

            Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Banjarsari, Kota Solo, Jawa…

            Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
            By
            Syifa Fauziah
            Adi Briantika
            8 jam lalu
            Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda ketika bertemu warga Bacan, Halmahera Selatan, Februari 2026.
            Hype

            Maksud Hati Puji Sherly Tjoanda, Ahmad Sahroni Disentil Warganet: Uang Tak Bisa Beli Etika

            Ungkapan bernada seksisme yang disampaikan anggota DPR RI Ahmad Sahroni kepada Gubernur…

            Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
            By
            Syifa Fauziah
            Adi Briantika
            10 jam lalu
            Ilustrasi SDN 112329 Padang Nabidang dan Dapur MBG.
            Hype

            Sepekan Bangun Dapur, Bertahun Tatap Reruntuhan: Kontras SDN Padang Nabidang di Depan Dapur MBG

            Seorang konten kreator menyoroti kondisi SDN 112329 Padang Nabidang yang berlokasi di…

            Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
            By
            Syifa Fauziah
            Adi Briantika
            12 jam lalu
            OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

            Your Reading Dose, Right Here:
            Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

            Info lainnya

            • Redaksi
            • Beriklan
            • Tentang Kami
            • Pedoman Media
            • Kebijakan Privasi
            FacebookLike
            InstagramFollow
            YoutubeSubscribe
            TiktokFollow
            © PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
            OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
            Everything's gonna be owrite!

            Sign in to your account

            Username or Email Address
            Password

            Lost your password?

            Not a member? Sign Up