Kejatuhan cicak di kepala sering bikin orang langsung panik, bahkan kepikiran seharian. Meski terdengar sepele, kejadian ini ternyata masih sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan pertanda tertentu oleh masyarakat.
Ada yang percaya itu tanda kesialan, tapi ada juga yang menganggapnya sebagai pertanda datangnya keberuntungan.
Tapi apakah sebenarnya kejatuhan cicak di kepala itu cuma kebetulan atau memang punya makna tertentu? Mari simak penjelasannya.
Kenapa Cicak Sering Jatuh?
Melansir dari Halodoc (21/05/2026), hewan bernama ilmiah Cosymbotus platyurus adalah hewan sinantropik yang hidup berdampingan dengan manusia. Maka tidak heran jika sering ditemukan di dinding atau langit-langit rumah.
Uniknya, cicak memiliki bantalan perekat di telapak kakinya yang menbantunya menempel di berbagai permukaan, termasuk dinding.
Namun, dalam kondisi tertentu, daya rekat tersebut bisa melemah sehingga cicak kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Biasanya, cicak jatuh karena permukaan dinding yang licin atau berdebu, kondisi telapak kaki yang kotor, hingga gerakan mendadak saat berburu serangga.
Selain itu, cicak juga dapat kehilangan pijakan ketika sedang berkelahi, menghindari ancaman, atau berpindah tempat dengan cepat di area langit-langit rumah.
Banyak Bakteri dari Cicak
Fenomena kejatuhan cicak sering dikaitkan dengan berbagai mitos di masyarakat, mulai dari pertanda kesialan hingga datangnya keberuntungan.
Namun, dari sisi medis, kejadian tersebut sebenarnya lebih berkaitan dengan aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan lho.
Secara ilmiah, cicak termasuk hewan yang dapat membawa mikroorganisme pada permukaan tubuh maupun kotorannya.
Saat cicak jatuh dan terjadi kontak langsung dengan kulit atau rambut, maka kemungkinan ada perpindahan bakteri.
Terutama jika seseorang memiliki luka kecil di area kepala atau langsung menyentuh wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Itulah kenapa, kejadian cicak jatuh sering dipandang kotor dan harus segera dibersihkan dengan mencuci area yang terkena cicak.
Pemahaman tentang medis ini penting agar masyarakat tidak langsung percaya pada mitos. Meski umumnya tidak berbahaya, tapi menjaga kebersihan setelah kejatuhan cicak tetap perlu dilakukan untuk mengurangi risiko paparan bakteri.
Risiko Kejatuhan Cicak
Menurut Centers of Disease Control and Prevention (CDC), reptile dan amfibi dikenal pembawa bakteri Salmonella yang dapat menyebar melalui tubuh maupun kotorannya.
Jadi setelah kejatuhan cicak, segera untuk mencuci rambut dan membersihkan tangan untuk mengurngi risiko kontaminasi bakteri.
Selain itu, risiko kejatuhan cicak yaitu sebagai berikut:
1. Risiko Reaksi Alergi
Beberapa orang dengan kulit sensitif dapat mengalami reaksi alergi akibat protein atau sekresi pada kulit cicak. Reaksi gatal yang terjadi biasanya ditandai dengan rasa gatal, ruam, bentol, atau sensasi tidak nyaman pada area yang terkena.
2. Kontaminasi Bakteri Salmonella
Cicak adalah membawa bakteri Salmonella pada kulit dan saluran pencernaannya. Bakteri ini bisa berpindah ke rambut atau kulit kepala saat terjadi kontak langsung dan berisiko menyebabkan gangguan kesehatan jika tidak segera dibersihkan.
3. Paparan Bakteri Lain
Cicak juga berpotensi membawa bakteri seperti Escherichia coli dan Campylobacter. Mikroorganisme tersebut dapat memicu infeksi, terutama jika masuk melalui mata, hidung, mulut, atau luka kecil di kulit.
4. Kotoran Cicak Menempel
Tubuh cicak sering terpapar kotoran dan area lembap di rumah. Saat jatuh, sisa feses atau urine yang menempel pada tubuhnya dapat berpindah ke rambut maupun kulit kepala manusia.
Pencegahan Agar Tidak Kejatuhan Cicak
Cicak biasanya datang karena banyak serangga kecil seperti nyamuk dan lalat yang menjadi sumber makanannya.
Karena itu, semakin bersih kondisi rumah, semakin kecil juga kemungkinan cicak betah tinggal di area plafon atau dinding rumah.
Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah cicak jatuh di area rumah:
- Menutup celah kecil pada dinding, plafon, atau ventilasi agar cicak tidak mudah masuk.
- Menjaga kebersihan dapur dan tempat sampah supaya tidak mengundang serangga.
- Menggunakan aroma yang tidak disukai cicak, seperti bawang putih atau bubuk kopi, di sudut rumah.
- Rutin membersihkan debu dan sarang laba-laba yang sering menjadi tempat persembunyian cicak.
- Menghindari genangan air di dalam rumah karena dapat menarik serangga sebagai makanan cicak.
Pada intinya, kejatuhan cicak di kepala memang sering dikaitkan dengan berbagai mitos yang dipercaya masyarakat sejak lama.
Namun, dari sisi medis, kejadian tersebut sebenarnya lebih masuk akal dijelaskan sebagai persoalan kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Meski tidak berbahaya, tetap penting untuk menjaga kebersihan lingkungan setelah mengalami kejadian tersebut.
Daripada terlalu percaya pada pertanda mistis, lebih baik fokus pada langkah pencegahan dan menjaga sanitasi rumah agar tetap bersih.

