Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 28 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Nilai Tukar Rupiah Semakin Nggak Karuan, Apindo Menjerit dan Tahan Ekspansi Bisnis
Ekonomi Bisnis

Nilai Tukar Rupiah Semakin Nggak Karuan, Apindo Menjerit dan Tahan Ekspansi Bisnis

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 28, 2026 2:41 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani.
Ketua Umum Apindo, Shinta Widjaja Kamdani. (Sumber: X/@apindonasional
SHARE

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, dunia usaha kini sudah tertekan karena pelemahan nilai tukar rupiah. Sejumlah sektor sudah terdampak, dan mulai mengurangi ruang untuk melakukan ekspansi.

Daftar isi Konten
  • Tantangan dan Dampaknya
  • Strategi Dunia Usaha
  • Kredibilitas dan Kepercayaan

Pada perdagangan siang ini Kamis, 28 Mei 2026, rupiah bergerak menuju Rp17.900. Rupiah tercatat melemah 0,45 persen ke level Rp17.880 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pelemahan nilai tukar rupiah yang kini mendekati level Rp17.900 per dolar AS tentu menjadi perhatian dunia usaha. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah sejatinya sudah terjadi sejak awal tahun,”

ujar Shinta saat dihubungi Owrite.id Kamis, 28 Mei 2026.
Baca juga:
Rupiah Babak Belur ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Gegara… Nilai tukar rupiah kembali terperosok terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis pagi,…
Rupiah Babak Belur di Idul Adha, Analis: Sentimen Domestik Ini… Mata uang garuda bertekuk lutut melawan dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah melemah…
Rupiah Loyo Sendirian se-ASEAN ke Rp17.834, Purbaya Bingung: Ini Tidak… Nilai tukar rupiah melemah 0,22 persen atau 38 poin ke level Rp17.834…
  • Rupiah Babak Belur ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Gegara AS Serang…
  • Rupiah Babak Belur di Idul Adha, Analis: Sentimen Domestik Ini Tak Dipercaya…
  • Rupiah Loyo Sendirian se-ASEAN ke Rp17.834, Purbaya Bingung: Ini Tidak Masuk Akal!

Pelemahan rupiah terjadi sejak awal tahun 2026, per Januari 2026 rupiah ada di kisaran Rp16.800 per dolar AS, dan mendekati level psikologis Rp17.000 pada akhir kuartal I-2026. Kondisi pelemahan rupiah ini memberikan dampak secara bertahap ke dunia usaha.

Artinya, dunia usaha telah menghadapi tekanan nilai tukar ini secara bertahap selama beberapa bulan terakhir, sehingga dampaknya terhadap sektor riil semakin terasa,”

jelasnya.

Tantangan dan Dampaknya

Shinta menjelaskan, bagi dunia usaha tantangan utamanya bukan hanya pada level nilai tukar, namun pada dampak yang ditimbulkan terhadap biaya produksi, biaya pembiayaan, dan kepastian berusaha. Salah satunya, perusahaan mengurangi ruang melakukan ekspansi.

Dengan ketergantungan impor bahan baku yang masih berada di kisaran 70 persen, pelemahan rupiah secara langsung meningkatkan cost of goods sold, mempersempit margin usaha, dan mengurangi ruang perusahaan untuk melakukan ekspansi,”

jelasnya.

Ia mengungkapkan, sektor yang terdampak pelemahan nilai tukar rupiah ini diantaranya industri tekstil dan produk tekstil, kimia dan petrokimia, plastik, logam dasar, elektronik, otomotif, serta berbagai sektor yang masih mengandalkan komponen impor dalam rantai produksinya.

Kondisi ini semakin berat karena dunia usaha juga masih menghadapi biaya logistik, energi, serta biaya pembiayaan yang relatif tinggi. Dengan kata lain, saat ini pelaku usaha menghadapi tekanan berlapis atau externally driven cost pressure yang cukup signifikan,”

tegasnya.

Shinta menjelaskan dari sisi aktivitas usaha, dampaknya mulai terlihat melalui penurunan optimisme pelaku industri. PMI manufaktur tercatat kembali masuk zona kontraksi sejak Juli 2025, dan tren penurunan Indeks Kepercayaan Industri (IKI) menunjukkan bahwa sektor riil sedang menghadapi fase yang lebih menantang. 

Apalagi pelemahan rupiah saat ini jauh lebih dalam dibandingkan posisi pada kuartal I tahun ini ketika sebagian (10 sub sektor) manufaktur tumbuh di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, dan empat subsektor manufaktur diantaranya alami kontraksi,”

jelasnya.
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran.
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). ( ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye)

Strategi Dunia Usaha

Kendati demikian, Shinta mengatakan bahwa dunia usaha masih berupaya melakukan berbagai langkah mitigasi. Ia mengatakan, banyak dari perusahaan memilih melakukan efisiensi operasional, hiring freeze, pengendalian biaya non-esensial.

Kemudian dunia usaha menunda ekspansi dan investasi baru, diversifikasi pasar, memperkuat penggunaan bahan baku lokal, dan strategi hedging untuk mengelola risiko nilai tukar. 

Fokus utama saat ini adalah menjaga business continuity sekaligus mempertahankan lapangan kerja di tengah tekanan biaya yang meningkat,”

tegasnya.

Kredibilitas dan Kepercayaan

Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kinerja positif 10 Terminal Peti Kemas (TPK) domestik pada Triwulan I 2026 yang mampu melampaui target 100 persen hingga Maret 2026 termasuk TPK Kendari dengan capaian 107,03 persen, meskipun industri logistik global menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik.
Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU)

Shinta mengatakan, saat ini yang dibutuhkan dunia usaha adalah menjaga kredibilitas makroekonomi dan kepercayaan pasar Indonesia melalui koordinasi kebijakan yang kuat antara otoritas fiskal, moneter, dan sektor riil. 

Ia menilai, pemerintah perlu melakukan langkah konkret untuk menurunkan berbagai komponen ekonomi biaya tinggi yang selama ini membebani dunia usaha.

Stabilitas nilai tukar menjadi sangat penting, namun pada saat yang sama perlu diimbangi dengan langkah-langkah konkret untuk menurunkan berbagai komponen high cost economy yang selama ini membebani dunia usaha, mulai dari biaya logistik, energi, perizinan, hingga cost of compliance yang masih relatif tinggi,”

jelasnya.

Dunia usaha kata Shinta, meyakini fundamental ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan yang baik. Namun dalam situasi saat ini, efektivitas kebijakan stabilisasi juga perlu diimbangi dengan langkah-langkah yang mampu menjaga daya tahan sektor riil. 

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, diperlukan pula kebijakan yang dapat mengurangi tekanan biaya usaha, memperkuat iklim investasi, menjaga kelancaran arus perdagangan dan logistik, serta meningkatkan daya saing industri nasional agar proses stabilisasi ekonomi dapat berjalan tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja,”

imbuhnya.
Baca juga:
Rupiah 'Berkurban' Jadi Paling Loyo se-ASEAN, Tembus Rp17.834 per Dolar Nilai tukar rupiah tertekan di tengah momen libur Idul Adha. Mata uang…
Ditutup Loyo ke Rp17.796 per Dolar AS, Pergerakan Rupiah Hari… Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,29 persen atau 52 poin ke level…
Rupiah Ambruk tapi Beras SPHP Tetap Rp12.500/Kg, Pedagang Nasi Uduk… Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika…
  • Rupiah 'Berkurban' Jadi Paling Loyo se-ASEAN, Tembus Rp17.834 per Dolar
  • Ditutup Loyo ke Rp17.796 per Dolar AS, Pergerakan Rupiah Hari Ini Kena…
  • Rupiah Ambruk tapi Beras SPHP Tetap Rp12.500/Kg, Pedagang Nasi Uduk Boleh Senyum
Tag:apindoDolar ASDunia usahaNilai TukarPelemahan RupiahRupiahShinta Widjaja Kamdani
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Rupiah Babak Belur ke Level Rp17.856 per Dolar AS, Gegara AS Serang Iran
By Anisa Aulia
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (12/5) melemah 115 poin atau 0,66 persen menjadi Rp17.529 per dolar AS. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
1
Rupiah Anjlok, Harga Barang Naik, Benarkah RI Masih Jauh dari Krisis 1998?
By Rahmat Tunny
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
2
APBN Dipakai untuk Kurban, Prabowo Dinilai Langgar Prinsip Ibadah
By Rahmat Tunny
Sapi Kurban
3
Chairman BP Albert Manifold Dipecat Mendadak Usai 8 Bulan Menjabat, Ada Skandal Baru?
By Iren Natania
Ex Chairman British Petroleum (BP) Albert Manifold. (Sumber: BP)
4
MUI: Pembelian 1.098 Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN Sah Secara Syariat
By Rahmat
Petugas kesehatan hewan memeriksa kesehatan sapi bantuan Presiden di Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026).
5

BERITA LAINNYA

Petani menunjukkan padi yang dipanennya di Desa Porame, Kinovaro, Sigi, Sulawesi Tengah
Ekonomi Bisnis

Mafia Pangan Masih Berkeliaran, Kementan Bongkar Modus Main Harga dan Penimbunan

Kementerian Pertanian (Kementan) memperketat pengawasan terhadap praktik mafia pangan. Penguatan pengawasan dilakukan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
3 menit lalu
Kantor Pusat Wilmar International Singapura. (Sumber: Dok. Wilmar)
Ekonomi Bisnis

Wilmar Dituduh Lakukan Transfer Pricing dan Manipulasi Sawit, Ini Respons Resminya

Wilmar International Ltd buka suara terkait perusahaannya yang menjadi salah satu dari…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
34 menit lalu
Foto udara kepadatan kendaraan keluar Gerbang Tol Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/5/2026).
Ekonomi Bisnis

Jasa Marga Catat Lonjakan Lalu Lintas Idul Adha Naik 19,62 Persen, Arah Timur Tetap Mendominasi

321.039 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek, pada periode libur Idul Adha atau…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
44 menit lalu
Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia
Ekonomi Bisnis

BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,84 Triliun Tanpa Jaminan, Menggiurkan atau Berisiko?

PT Bumi Resources Tbk menerbitkan obligasi senilai Rp1,84 triliun yang akan mulai…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
1 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up