Presiden Prabowo Subianto mengklaim PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sudah mengelola devisa hasil ekspor lebih dari US$10,5 miliar. Perusahaan ekspor satu pintu ini diketahui sudah beroperasi penuh sejak 1 Juli 2026.
Adapun devisa ini dalam bentuk keberhasilan mencegah kebocoran dari hasil ekspor kekayaan sumber daya alam strategis Indonesia, melalui praktik underinvoicing atau transfer pricing.
Saya dapat laporan dari saudara Rosan CEO dari Danantara ya baru satu bulan, dua minggu bekerja PT DSI beroperasi, PT DSI sudah mengelola devisa sebesar lebih US$10,5 miliar dalam satu bulan dua minggu,”
kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara Senin, 20 Juli 2026.
Terus Rugi

Prabowo menuturkan, sebelum PT DSI beroperasi terdapat perbedaan harga jual komoditas Indonesia dengan pasar internasional hingga sebesar 40 persen. Namun, setelah ada DSI diklaimnya tidak ada selisih yang besar.






