Jadwal puasa Ayyaumul Bidh Juni 2026 perlu diketahui bagi umat muslim yang ingin menjalankannya.
Puasa ini salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan memiliki ganjaran yang luar biasa adalah Puasa Ayyamul Bidh.
Puasa Ayyamul Bidh dilakukan selama tiga hari setiap bulan. Pelaksanaan puasa ini mengacu pada bulan Kamariah, sehingga berbeda-beda waktunya dalam kalender Masehi.
Dalil Puasa Ayyamul Bidh
Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi terdapat hadits dari Abu Hurairah RA, ia berkata,
أَوْصَانِي خَلِيْلِي ﷺ بِثَلَاثٍ صِيَامُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى وَأَنْ أُوَتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya: “Kekasihku Rasulullah SAW berpesan kepadaku untuk berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat Duha, dan salat witir sebelum tidur.” (Muttafaq ‘alaih)
Abu Darda RA turut meriwayatkan hadits yang sama. Imam Muslim mengeluarkan riwayat ini dalam kitab Para Musafir.
Dalam riwayat Abu Dzar RA, dianjurkan berpuasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Kamariah. Tanggal ini dianut mayoritas ulama.
Rasulullah SAW bersabda,
إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثًا، فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ رَوَاهُ التَّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيثٌ حَسَنٌ.
Artinya: “Apabila kau berpuasa tiga hari dalam suatu bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14 dan 15.” (HR at-Tirmidzi dan menurutnya hadits ini hasan)
Bersasarkan kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama RI, puasa Ayyamul Bidh Juni 2026 akan dijadwalkan pada:
- 13 Muharram 1448 H (estimasi 28-30): Minggu, 28 Juni 2026
- 14 Muharram 1448 H: Senin, 29 Juni 2026
- 15 Muharram 1448 H: Selasa, 30 Juni 2026
(Catatan Fiqih: Biasanya di bulan Dzulhijjah/sebelum Muharram, pada tanggal 13 Dzulhijjah dilarang berpuasa karena Hari Tasyrik. Pastikan cek kalender hijriah aktual saat mendekati bulan Haji).
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Sebelum melaksanakan puasa Ayyamul Bidh seseorang harus melafalkan niat. Setelah itu, umat muslim yang menjalankan puasa ini harus bisa menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyamil bidh lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah ta’ala.”
Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh
Doa buka puasa Ayyamul Bidh sama seperti doa buka puasa sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW. Ada banyak doa yang bisa dipanjatkan, salah satunya dengan lafaz berikut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَى
Dzahabadh dham-u wabtalatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru in syaa al-laahu ta’aalaa.
Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat nadi, dan telah tetap pahala jika Allah menghendaki.” (HR Abu Dawud dalam Sunan).
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Menurut Hadits Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi, puasa Ayyamul Bidh memiliki keutamaan seperti puasa sepanjang tahun. Hal tersebut bersumber dari riwayat Abdullah bin Amr ibnul ‘Ash RA dari Rasulullah SAW yang bersabda,
صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Artinya: “Puasa tiga hari setiap bulan itu seperti puasa sepanjang tahun.” (Muttafaq ‘alaih)
Maksud dari hadits tersebut adalah siapa saja umat muslim yang menjalankan puasa Ayyaumul Bidh selam tiga hari setiap bulan, pahalnyansama seperti puasa satu tahun.

