Mata uang rupiah masih melemah pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026. Rupiah melemah 0,11 persen atau 20 poin ke level Rp17.866 per dolar Amerika Serikat (AS).
Jika dibandingkan dengan nilai tukar negara Asia Tenggara lainnya, hanya rupiah dan dolar Singapura yang mengalami pelemahan. Dolar Singapura (SGD) tercatat melemah 0,05 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan Ringgit Malaysia (MYR) menguat 0,29 persen, baht Thailand (THB) menguat sebesar 0,19 persen terhadap dolar AS, dan peso Filipina (PHP) menguat sebesar 0,28 persen melawan dolar AS.
Berpeluang Menguat
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat melawan dolar AS pada hari ini. Penguatan dipengaruhi oleh kesepakatan AS dan Iran untuk memperpanjang gencatan senjata.
Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah merespons laporan bahwa AS dan Iran sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id Jumat, 29 Mei 2026.
Lukman mengatakan, pelemahan dolar AS pada hari ini juga didorong oleh data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang lebih lemah deri perkiraan.

Sentimen Domestik Belum Dukung Penguatan Rupiah
Kendati demikian, Lukman menjelaskan bahwa sentimen domestik juga belum begitu mendukung untuk mempertahankan penguatan nilai tukar rupiah.
Sentimen domestik sendiri belum begitu mendukung sehingga akan membatasi penguatan,”
jelasnya.
Adapun untuk hari ini nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan menguat di rentang Rp17.800-Rp17.900.


