Doa puasa mutih dibaca untuk melatih pengendalian diri, fokus batin, dan kedisiplinan. Doa ini sudah menjadi tradisi masyarakat Jawa sebagai upaya mendekatkan diri kepada Tuhan.
Dalam praktiknya, puasa mutih juga dipanjatkan sesuai dengan niat dan tujuan masing-masing. Doa tersebut biasanya dibaca untuk memohon kelancaran hajat, ketenangan batin, hingga kemudahan dalam menghadapi berbagai urusan kehidupan.
Apa Itu Puasa Mutih
Dalam tadisinya, seseorang yang melakukan puasa mutih hanya boleh mengonsumsi nasi putih dan air putih saja. Selain itu, tidak diperbolehkan ada tambahan rasa seperti garam, gula, atau bumbu lainnya.
Puasa mutih juga kerap dilakukan oleh perempuan yang akan menikah. Puasa ini dimaknai sebagai bentuk persiapan diri, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan spiritual sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Puasa mutih dilaksanakan selama tiga hari jelang pernikahan.
Bacaan Niat Puasa
Sebelum menjalankan puasa mutih, ada niat yang harus dilafalkan terlebih dahulu.
اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِيْ بِنُوْرِكَ يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهَ أَوْلِيَائِكَ وَلَا تُسَوِّدْ وَجْهِيْ بِظُلُمَاتِكَ يَوْمَ تَسْوَدُّ وُجُوْهَ أَعْدَائِكَ
Arab Latinnya: “Allâhumma bayyidh wajhî bi nûrika yauma tabyadhdhu wujûha auliyâ’ika. Wa lâ tusawwid wajhî bi zhulumâtika yauma taswaddu wujûha a‘dâ’ika.”
Artinya: “Wahai Tuhanku, putihkan wajahku dengan cahaya-Mu pada hari Kau Putihkan wajah para wali-Mu. Jangan Kau hitamkan wajahku dengan kegelapan pada hari Kau hitamkan wajah para musuh-Mu.”
Doa ini dibaca setelah melafalkan niat puasa mutih, biasanya pada malam hari setelah salat Isya atau sebelum fajar tiba.
Tata Cara Puasa Mutih
Sebelum menjalankan puasa mutih, ada tata cara yang harus dipahami, berikut rangkumannya.
1. Pesiapkan Fisik
Sebelum menjalankan puasa mutih, perlu mempersiapkan fisik dengan mandi wajib, tujuannya untuk membersihkan diri dari segala kotoran. Mandi besar ini juga sebagai simbol menyucikan diri dari sifat-sifat buruk di dalam diri.
2. Membaca Niat
Selain itu, kamu juga haus membaca niat puasa mutih. Niat dibaca di dalam hati dilafalkan dengan bahasa sendiri.
3. Hanya Makan Nasi Putih dan Minum Air Putih
Sama dengan puasa pada umumnya, puasa ini dimulai dengan sahur sebelum Subuh hingga Magrub waktu berbuka. Selama puasa, tidak boleh ada makanan atau minuman selain nasi putih dan air putih. Nasi yang dikonsumsi tidak boleh dicampur lauk, garam, minyak, atau bumbu apa pun. Air yang diminum pun hanya air putih tanpa rasa tambahan.

