Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 4 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Lipstick Effect: Kenapa Mal, Kafe, dan Blok M Tetap Ramai Saat Ekonomi Sedang Sulit?
Hype

Lipstick Effect: Kenapa Mal, Kafe, dan Blok M Tetap Ramai Saat Ekonomi Sedang Sulit?

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juni 3, 2026 11:50 am
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
Share
Seorang wanita saat menggunakan Lipstick
Seorang wanita saat menggunakan Lipstick (Foto: Magnific)
SHARE

Belakangan ini banyak orang bertanya-tanya. Di tengah kabar pelemahan ekonomi, nilai tukar rupiah yang tertekan, hingga daya beli masyarakat yang disebut menurun, mengapa pusat perbelanjaan, kafe, hingga kawasan kuliner seperti Blok M masih terlihat ramai?

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Lipstick Effect?
  • Faktor Lipstick Effect
  • Mengapa Blok M dan Coffee Shop Masih Ramai?
  • Bukan Soal Boros, Tapi Perubahan Pola Konsumsi

Fenomena tersebut ternyata memiliki penjelasan tersendiri, dalam ilmu ekonomi dan psikologi konsumen fenomena ini dikenal sebagai Lipstick Effect.

Apa Itu Lipstick Effect?

Lipstick effect merupakan teori yang menggambarkan masyarakat yang tetap melakukan konsumsi saat kondisi ekonomi tengah memburuk.

Baca juga:
Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Purbaya Salahkan Banyak Rumor Negatif di… Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus mendekati level Rp18.000 per dolar AS…
Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS dan IHSG Amblas… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak amblas pada…
BI Janji Hadir di Tengah Nilai Tukar Tembus Rp17.949 per… Bank Indonesia (BI) buka suara, terkait anjloknya nilai tukar rupiah di level…
  • Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Purbaya Salahkan Banyak Rumor Negatif di Pasar
  • Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS dan IHSG Amblas 4,11 Persen,…
  • BI Janji Hadir di Tengah Nilai Tukar Tembus Rp17.949 per Dolar AS,…

Tetapi mereka mengalihkan pengeluaran dari barang-barang mahal ke produk atau pengalaman yang lebih terjangkau.

Dilansir dari Mailchimp dalam artikel Psychology of Spending: The Lipstick Effect Decoded, konsumen yang menghadapi tekanan ekonomi umumnya akan menunda pembelian besar seperti rumah, mobil, atau liburan mahal.

Namun, mereka tetap membeli barang atau pengalaman yang mampu memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan dengan biaya yang relatif kecil.

Fenomena ini pertama kali populer setelah Amerika Serikat mengalami krisis ekonomi pada 1930, dan umumnya tingkat konsumsi masyarakat ikut menurun. Namun, saat itu tingkat penjualan kosmetik malah meningkat 30 persen.

5 Rekomendasi Kuliner di Blok M yang Wajib Kamu Coba

Para pengamat menyimpulkan bahwa, saat kondisi ekonomi tidak menentu, masyarakat tetap ingin memanjakan diri, dengan memilih produk yang lebih terjangkau dibandingkan barang mewah yang mahal.

Seiring perkembangan zaman, makna lipstick effect tidak lagi terbatas pada kosmetik. Kini fenomena tersebut juga dapat terlihat pada meningkatnya konsumsi kopi, makanan favorit, produk perawatan diri, hiburan, hingga perjalanan.

Faktor Lipstick Effect

Menurut Mailchimp, faktor emosional menjadi salah satu pendorong utama lipstick effect. Ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, masyarakat cenderung mengalami stres dan kecemasan yang lebih tinggi.

Untuk mengatasinya, banyak orang melakukan self-reward melalui pengeluaran kecil yang dianggap masih aman bagi kondisi keuangan mereka. Secangkir kopi, makan di restoran favorit, menonton film, atau membeli produk perawatan diri menjadi cara sederhana untuk meredam stres dan meningkatkan mood.

Dengan kata lain, konsumsi tidak berhenti saat ekonomi melemah. Masyarakat hanya menjadi lebih selektif dalam menentukan prioritas pengeluaran.

Mengapa Blok M dan Coffee Shop Masih Ramai?

Fenomena ramainya pusat kuliner, mal, dan coffee shop bisa menjadi salah satu gambaran lipstick effect yang terjadi saat ini.

Namun perlu di ingat bahwa, keramaian tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa kondisi ekonomi seluruh masyarakat sedang baik-baik saja. Bisa jadi masyarakat hanya mengubah pola konsumsi mereka.

Jika sebelumnya seseorang berencana membeli rumah, kendaraan, atau melakukan investasi besar, kini sebagian dana tersebut dialihkan untuk aktivitas yang lebih terjangkau dan memberikan kepuasan jangka pendek.

Karena itu, mal yang penuh pengunjung belum tentu mencerminkan peningkatan daya beli di seluruh sektor ekonomi.

Bukan Soal Boros, Tapi Perubahan Pola Konsumsi

Akun Instagram edukasi ekonomi @omahsebumi menilai lipstick effect sering disalahpahami sebagai perilaku boros saat krisis.

Padahal, fenomena tersebut lebih menggambarkan perubahan pola konsumsi masyarakat ketika daya beli sedang tertekan.

Saat ekonomi melemah, masyarakat cenderung menunda pembelian besar seperti rumah atau mobil karena harganya semakin sulit dijangkau dan umumnya membutuhkan pembiayaan kredit dengan risiko cicilan jangka panjang.

Namun konsumsi tidak berhenti. Pengeluaran hanya bergeser ke hal-hal yang lebih realistis, lebih terjangkau, dan tetap mampu memberikan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut akun tersebut, secangkir kopi, makanan favorit, liburan singkat, atau pengalaman sederhana lainnya menjadi pilihan yang lebih masuk akal dibanding mengambil komitmen finansial besar di tengah ketidakpastian ekonomi.

Jika dilihat saat ini, lipstick effect juga dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Karena sekarang yang terpenting bukan sekadar berapa banyak uang yang dibelanjakan, melainkan ke mana uang tersebut mengalir.

Ketika masyarakat membelanjakan uangnya di warkop, warteg, UMKM, petani, atau pemasok dalam negeri, konsumsi tersebut ikut membantu menjaga perputaran ekonomi.

Hal ini menjadi penting mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, sementara jutaan UMKM berperan sebagai tulang punggung aktivitas ekonomi nasional.

Jadi, lipstick effect menunjukkan bahwa masyarakat tidak sepenuhnya berhenti berbelanja saat ekonomi sedang sulit.

Mereka hanya mengubah prioritas pengeluarannya. Dan ketika uang tersebut dibelanjakan pada usaha-usaha lokal, setiap rupiah yang berputar dapat menjadi bagian dari upaya menjaga roda ekonomi tetap bergerak di tengah ketidakpastian.

Tag:Fenomena Lipstick EffectKondisi EkonomiLipstick EffectRupiah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Tata Kelola BGN Amburadul, DPR Restui Nanik Deyang Jadi Bos Baru Karena Rajin Tutup Dapur
By Rika Pangesti
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah) bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno (kiri) dan Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Tito Karnavian (kanan) memimpin rapat koordinasi DPR dengan Pemerintah Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5/2026)
1
Breaking: Kejagung Tetapkan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka
By Rahmat Baihaqi
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana ditahan Kejagung. (Sumber: Owrite/Rahmat Baihaqi)
2
Pencopotan Dadan: Dasco Ungkap DPR Sering Kirim ‘Catatan Merah’ MBG
By Rika Pangesti
Ketua DPR Puan Maharani (kedua kiri) didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kedua kanan), Saan Mustopa (kanan), dan Sari Yuliati (kiri) berdiri saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
3
IHSG Longsor ke ‘Kaki Gunung’ Level 6.101, Efek Bos BGN Dadan Hindayana Dicopot?
By Anisa Aulia
Pekerja mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026).
4
Belum Sempat Sertijab Usai Dadan Dicopot, Kantor BGN Malah Digeledah Kejagung!
By Rahmat Baihaqi
Kondisi kantor Badan Gizi Nasional digeledah penyidik Kejaksaan Agung.
5

BERITA LAINNYA

Xiaomi Resmi Rilis Xiaomi 17T Series di Indonesia
Hype

Duo Flagship Killer Tiba! Xiaomi Resmi Rilis Xiaomi 17T Series di Indonesia

Smartphone terbaru ini menjadi generasi baru T Series yang menghadirkan berbagai peningkatan…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Ilustrasi saat memanjadkan doa
Hype

Arti Allahumma Barik, Doa Penuh Keberkahan yang Sering Muncul di Media Sosial

Ucapan Allahumma barik belakangan sering muncul di media sosial, terutama saat seseorang…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
8 jam lalu
Universitas Indonesia
Hype

UI Beri Sanksi ke 15 Terlapor Kasus Kekerasan Seksual di FH, Netizen: “Udh Ga Heran Bukan DO”

Universitas Indonesia (UI) resmi menjatuhkan sanksi kepada 15 dari 16 terlapor dalam…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Dino Patti Djalal (Foto: Instagram dinopattidjalal)
Hype

Respons Kritik Dino Patti Djalal, Teddy Singgung Jabatan Wamenlu 3 Bulan, Netizen: Berani-Beraninya!

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya baru-baru ini mencuri perhatian setelah merespon…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up