Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Lipstick Effect: Kenapa Mal, Kafe, dan Blok M Tetap Ramai Saat Ekonomi Sedang Sulit?
Hype

Lipstick Effect: Kenapa Mal, Kafe, dan Blok M Tetap Ramai Saat Ekonomi Sedang Sulit?

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: Juni 3, 2026 11:50 am
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Seorang wanita saat menggunakan Lipstick
Seorang wanita saat menggunakan Lipstick (Foto: Magnific)
SHARE

Belakangan ini banyak orang bertanya-tanya. Di tengah kabar pelemahan ekonomi, nilai tukar rupiah yang tertekan, hingga daya beli masyarakat yang disebut menurun, mengapa pusat perbelanjaan, kafe, hingga kawasan kuliner seperti Blok M masih terlihat ramai?

Daftar isi Konten
  • Apa Itu Lipstick Effect?
  • Faktor Lipstick Effect
  • Mengapa Blok M dan Coffee Shop Masih Ramai?
  • Bukan Soal Boros, Tapi Perubahan Pola Konsumsi

Fenomena tersebut ternyata memiliki penjelasan tersendiri, dalam ilmu ekonomi dan psikologi konsumen fenomena ini dikenal sebagai Lipstick Effect.

Apa Itu Lipstick Effect?

Lipstick effect merupakan teori yang menggambarkan masyarakat yang tetap melakukan konsumsi saat kondisi ekonomi tengah memburuk.

Baca juga:
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS, IHSG Merosot… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah…
Rupiah Loyo ke Rp17.698 per Dolar AS Gegara Harga Minyak,… Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Rupiah…
Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.694 per Dolar AS, IHSG Naik… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak ditutup menguat pada Jumat,…
  • Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS, IHSG Merosot 0,37 Persen
  • Rupiah Loyo ke Rp17.698 per Dolar AS Gegara Harga Minyak, Proyeksinya di…
  • Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.694 per Dolar AS, IHSG Naik 0,37 Persen…

Tetapi mereka mengalihkan pengeluaran dari barang-barang mahal ke produk atau pengalaman yang lebih terjangkau.

Dilansir dari Mailchimp dalam artikel Psychology of Spending: The Lipstick Effect Decoded, konsumen yang menghadapi tekanan ekonomi umumnya akan menunda pembelian besar seperti rumah, mobil, atau liburan mahal.

Namun, mereka tetap membeli barang atau pengalaman yang mampu memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan dengan biaya yang relatif kecil.

Fenomena ini pertama kali populer setelah Amerika Serikat mengalami krisis ekonomi pada 1930, dan umumnya tingkat konsumsi masyarakat ikut menurun. Namun, saat itu tingkat penjualan kosmetik malah meningkat 30 persen.

5 Rekomendasi Kuliner di Blok M yang Wajib Kamu Coba

Para pengamat menyimpulkan bahwa, saat kondisi ekonomi tidak menentu, masyarakat tetap ingin memanjakan diri, dengan memilih produk yang lebih terjangkau dibandingkan barang mewah yang mahal.

Seiring perkembangan zaman, makna lipstick effect tidak lagi terbatas pada kosmetik. Kini fenomena tersebut juga dapat terlihat pada meningkatnya konsumsi kopi, makanan favorit, produk perawatan diri, hiburan, hingga perjalanan.

Faktor Lipstick Effect

Menurut Mailchimp, faktor emosional menjadi salah satu pendorong utama lipstick effect. Ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, masyarakat cenderung mengalami stres dan kecemasan yang lebih tinggi.

Untuk mengatasinya, banyak orang melakukan self-reward melalui pengeluaran kecil yang dianggap masih aman bagi kondisi keuangan mereka. Secangkir kopi, makan di restoran favorit, menonton film, atau membeli produk perawatan diri menjadi cara sederhana untuk meredam stres dan meningkatkan mood.

Dengan kata lain, konsumsi tidak berhenti saat ekonomi melemah. Masyarakat hanya menjadi lebih selektif dalam menentukan prioritas pengeluaran.

Mengapa Blok M dan Coffee Shop Masih Ramai?

Fenomena ramainya pusat kuliner, mal, dan coffee shop bisa menjadi salah satu gambaran lipstick effect yang terjadi saat ini.

Namun perlu di ingat bahwa, keramaian tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa kondisi ekonomi seluruh masyarakat sedang baik-baik saja. Bisa jadi masyarakat hanya mengubah pola konsumsi mereka.

Jika sebelumnya seseorang berencana membeli rumah, kendaraan, atau melakukan investasi besar, kini sebagian dana tersebut dialihkan untuk aktivitas yang lebih terjangkau dan memberikan kepuasan jangka pendek.

Karena itu, mal yang penuh pengunjung belum tentu mencerminkan peningkatan daya beli di seluruh sektor ekonomi.

Bukan Soal Boros, Tapi Perubahan Pola Konsumsi

Akun Instagram edukasi ekonomi @omahsebumi menilai lipstick effect sering disalahpahami sebagai perilaku boros saat krisis.

Padahal, fenomena tersebut lebih menggambarkan perubahan pola konsumsi masyarakat ketika daya beli sedang tertekan.

Saat ekonomi melemah, masyarakat cenderung menunda pembelian besar seperti rumah atau mobil karena harganya semakin sulit dijangkau dan umumnya membutuhkan pembiayaan kredit dengan risiko cicilan jangka panjang.

Namun konsumsi tidak berhenti. Pengeluaran hanya bergeser ke hal-hal yang lebih realistis, lebih terjangkau, dan tetap mampu memberikan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut akun tersebut, secangkir kopi, makanan favorit, liburan singkat, atau pengalaman sederhana lainnya menjadi pilihan yang lebih masuk akal dibanding mengambil komitmen finansial besar di tengah ketidakpastian ekonomi.

Jika dilihat saat ini, lipstick effect juga dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Karena sekarang yang terpenting bukan sekadar berapa banyak uang yang dibelanjakan, melainkan ke mana uang tersebut mengalir.

Ketika masyarakat membelanjakan uangnya di warkop, warteg, UMKM, petani, atau pemasok dalam negeri, konsumsi tersebut ikut membantu menjaga perputaran ekonomi.

Hal ini menjadi penting mengingat konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian Indonesia, sementara jutaan UMKM berperan sebagai tulang punggung aktivitas ekonomi nasional.

Jadi, lipstick effect menunjukkan bahwa masyarakat tidak sepenuhnya berhenti berbelanja saat ekonomi sedang sulit.

Mereka hanya mengubah prioritas pengeluarannya. Dan ketika uang tersebut dibelanjakan pada usaha-usaha lokal, setiap rupiah yang berputar dapat menjadi bagian dari upaya menjaga roda ekonomi tetap bergerak di tengah ketidakpastian.

Tag:Fenomena Lipstick EffectKondisi EkonomiLipstick EffectRupiah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
3
ST Burhanuddin Buka Target Besar Gojukai: Dari Podium Nasional hingga Kancah Dunia
By Syifa Fauziah
Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kejurnas Karate-do Gojukai. (Sumber: YouTube/Karate-Do Gojukai Indonesia)
4
Ribuan Peserta Serbu GOR Ciracas, Kejurnas Karate Gojukai Piala Jaksa Agung jadi Ajang Cari Bibit Juara
By Syifa Fauziah
Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI Ketiga Tahun 2026 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur,
5

BERITA LAINNYA

Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Hype

Maulid Nabi Tak Cuma Baca Shalawat, 7 Tradisi Daerah Ini Punya Cara Unik Merayakannya

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia tidak hanya diisi dengan pengajian…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
37 menit lalu
Aktivitas Pariwisata di Australia. (Sumber: dokumen Tourism Western Australia)
Hype

9 Aktivitas Seru di Rottnest Island Australia Barat, Liburan Keluarga Tanpa Jetlag

Tinggal menghitung bulan menuju akhir tahun, banyak keluarga di Indonesia mulai berbondong-bondong…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
4 jam lalu
Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW.
Hype

Maulid Nabi Bukan Sekadar Mengenang Kelahiran Rasulullah, Ini 7 Makna yang Bisa Jadi Refleksi

Umat Islam di Indonesia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 25…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
7 jam lalu
Petugas Kepolisian Polres Kampar dibantu Satgas Karhutla Riau memasang garis polisi saat menyegel lahan seluas lima hektare yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (22/8/2026).
Hype

Bukan Cuma Musim Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Terus Berulang di Indonesia

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Indonesia…

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
By
Ossid Duha Jussas Salma
Hardani Triyoga
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up