Savana Propok di kawasan Gunung Rinjani menjadi sorotan setelah video yang diunggah sejumlah pendaki di akun TikTok @bungariyy pada 1 Juni 2026 memperlihatkan hamparan padang rumput, pepohonan, hingga tenda pendaki yang tampak memutih akibat lapisan es.
Fenomena itu terjadi ketika suhu udara di kawasan pegunungan turun sangat rendah, menyebabkan embun yang menempel pada permukaan rumput, dedaunan, dan perlengkapan pendakian membeku menjadi lapisan es tipis.
Kenapa Bisa Terjadi Fenomena Frost Ice
Menurut penjelasan dari BMKG, frost ice atau “embun upas” di Savana Propok terjadi akibat penurunan suhu ekstrem hingga menyentuh angka 2 hingga 4 derajat celcius pada pagi hari.
Suhu dingin yang ekstrem ini kemudian memicu uap air di udara mengkristal dan membeku menjadi butiran es yang menempel pada permukaan rumput dan tenda.
Lalu, faktor selanjutnya yaitu karena masa peralihan musim. Di mana pergantian dari musim hujan menuju musim kemarau, udara pada malam hingga dini hari menjadi lebih kering dan suhu turun secara signifikan.
Fenomena yang terjadi di Savana Propok tersebut pun menarik perhatian publik dan memunculkan rasa penasaran terhadap gunung-gunung lain di dunia yang dikenal memiliki lapisan es dan salju sepanjang tahun. Berikut daftarnya, diambil dari berbagai sumber.
Daftar Gunung Berselimut Es
1. Gunung Everest (Nepal/ Tibet)
Melansir dari laman Himalayan Glacier, gunung Everest merupakan titik tertinggi di Bumi dengan ketinggian resmi mencapai 8.848 meter di atas permukaan laut. Letaknya di Pegunungan Himalaya, tepat di perbatasan antara Nepal dan Tibet (Tiongkok).
Uniknya, nama Everest sendiri tidak digunakan oleh masyarakat lokal. Orang Nepal menyebutnya Sagarmatha, yang berarti “Dewi Langit”, sementara masyarakat Tibet menyebutnya Chomolungma, yang berarti “Bunda Semesta”. Nama “Everest” diberikan pada tahun 1865 oleh Royal Geographical Society untuk menghormati Sir George Everest, seorang mantan Surveyor Jenderal India.
Gunung Everest juga dikenal sebagai gunung yang selalu diselimuti salju dan es sepanjang tahun karena ketinggian ekstremnya membuat puncak selalu selalu berada di bawah titik beku 0°C, terutama saat musim panas.
2. Gunung Jayawijaya (Papua Indonesia)
Gunung Jayawijaya, atau Puncak Jaya, merupakan gunung tertinggi di Indonesia sekaligus di Benua Australia dengan ketinggian mencapai 4.884 mdpl. Gunung ini termasukdalam daftar Seven Summits, yaitu tujuh puncak tertinggi di masing-masing benua, di dunia dilansir dari laman KPU Pegunungan Papua.
Gunung Jayawijaya juga terkenal karena fenomena salju abadi di wilayah khatulistiwa, sesuatu yang sangat langka di dunia. Namun, menurut BMKG, lapisan es di Puncak Jaya terus menyusut akibat perubahan iklim dan pemanasan global.
3. Gunung Aconcagua (Argentina, Amerika Selatan)
Gunung Aconcagua merupakan puncak tertinggi di Benua Amerika dengan ketinggian 6.961 mdpl.Letaknya di jaran Pegunungan Andes, tepatnya di Provinsi Mendoza, Argentina. Uniknya, meski memiliki ketinggian yang menjulang, Aconcagua bukanlah gunung berapi.
Aconcagua juga termasuk dalam daftar Seven Summits, yaitu tujuh puncak tertinggi di masing-masing benua yang menjadi impian banyak pendaki. Tapi gunung ini juga dikenal memiliki cuaca yang ekstrem, angin yang sangat kencang, serta suhu yang jauh di bawah titik beku, sehingga pendaki memerlukan persiapan fisik dan perlengkapan matang untuk mendaki.
4. Gunung Kilimanjaro (Tanzania, Afrika)
Melansir dari laman Kilimanjaro Climbing, gunung Kilimanjaro adalah yang tertinggi di Benua Afrika dan termasuk sebagai gunung standalone (gunung yang berdiri sendiri di wilayah tersebut). Puncak tertingginya bernama Uhuru Peak dengan ketinggian 5.895 mdpl.
Kilimanjaro juga dijuluki sebagai “Gunung Putih“ karena puncaknya yang diselimuti gletser meskipun berada hanya sekitar 330 kilometer di selatan garis khatulistiwa. Namun sayangnya, dampak perubahan iklim dan pemanasan global menyebabkan lapisan es di puncaknya terus menyusut.
Uniknya, dalam sekali perjalanan, pendaki akan melewati lima zona ekologi yang sangat berbeda, mulai dari hutan hujan tropis, padang semak dan rumput, kawasan gurun alpine, hingga area puncak yang dingin dan bersalju.
Fenomena embun es di Savana Propok Rinjani memang berbeda dengan salju atau gletser abadi yang terdapat di gunung-gunung tinggi dunia. Namun, peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dapat menciptakan pemandangan yang tidak biasa.
Di sisi lain, keberadaan es dan salju di berbagai puncak dunia juga menjadi pengingat akan dampak perubahan iklim yang terus mengancam keberlangsungan lapisan es. Kira-kira gunung mana yang mau kamu datangi duluan?


