Banyak orang masih mengonsumsi ikan yang sudah tidak segar karena dianggap masih layak diolah atau karena faktor harga yang lebih terjangkau. Namun, hal ini menimbulkan perdebatan terkait keamanan dan dampaknya bagi kesehatan.
Ikan merupakan sumber protein hewani yang mudah mengalami pembusukan setelah mati. Jika tidak ditangani dengan benar, ikan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya yang berisiko bagi tubuh.
Lalu, sampai sejauh mana ikan yang sudah mati masih aman untuk dikonsumsi, mari simak penjelasannya.
Ikan Mati Belum Tentu Tidak Segar
Melansir laman Dinas Perikanan Kabupaten Jember, ikan yang sudah mati tidak selalu berarti tidak segar atau tidak layak dikonsumsi. Ikan yang baru mati dan segera didinginkan masih dapat dikategorikan segar karena proses pembusukannya belum berlangsung secara signifikan.
Ikan yang dibawa langsung dari laut lalu disimpan di atas es biasanya masih dalam kondisi segar meskipun sudah mati. Namun, seiring berjalannya waktu, ikan yang sudah mati akan mengalami penurunan kualitas.
Sedangkan, ikan yang sudah mati terlalu lama tanpa pendinginan, misalnya dibiarkan di suhu ruang sejak pagi hingga sore di pasar, akan mulai berubah bau, tekstur menjadi lembek, dan tidak layak dikonsumsi.
Jadi, dalam kehidupan sehari-hari, ikan mati bisa saja masih segar, tetapi hanya jika penanganannya cepat dan tepat setelah ditangkap.
Ikan Mati Aman Menurut Dalil
Ikan dan seluruh hewan laut pada dasarnya memiliki hukum yang berbeda dengan hewan darat dalam Islam. Dilansir dari laman BAZNAS, banyak pendapat ulama, ikan yang mati tanpa melalui proses penyembelihan tetap halal untuk dikonsumsi.
Hal ini ditegaskan dalam Surah Al-Ma’idah ayat 96 yang berbunyi:
“Dihalalkan bagimu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut…”.
Ayat ini menjadi dasar bahwa segala sesuatu yang berasal dari laut pada dasarnya halal untuk dimakan.
Dengan demikian, bangkai hewan laut seperti ikan tetap diperbolehkan untuk dikonsumsi, selama masih tergolong aman selama kondisi ikan mati tersebut tidak membahayakan Kesehatan.
Proses Pembusukan Ikan
Setelah ikan mati, proses pembusukan akan segera dimulai karena aktivitas bakteri yang secara alami sudah ada pada tubuh ikan. Ikan mati yang tidak langsung ditangani dengan baik akan tumbuh parasite yang berbahaya bagi kesehatan.
Parasit sendiri merupakan makhluk hidup yang bergantung pada organisme lain sebagai inang untuk bertahan hidup, namun tidak memberikan manfaat apa pun.
Beberapa parasit mungkin tidak langsung menimbulkan gejala, tetapi dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.
Ciri Ikan Segar Layak Konsumsi
Berikut ini adalah ciri-ciri ikan segar yang dapat dikenali dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari menurut Dinas Perikanan Kabupaten Jember.
Ikan yang masih segar umumnya memiliki mata yang jernih dan menonjol, terlihat bening, cemerlang, serta tidak cekung. Selain itu, insangnya berwarna merah cerah, tidak berlendir, dan tampak bersih. Dari segi aroma, ikan segar mengeluarkan bau khas laut yang tidak menyengat.
Tekstur dagingnya juga kenyal, yaitu ketika ditekan akan kembali ke bentuk semula dan tidak terasa lembek. Ciri lainnya dapat dilihat dari sisiknya yang masih melekat kuat dan berkilau, tidak mudah lepas, serta kulit ikan yang tampak cerah, segar, dan tidak kusam.
Memahami kondisi ikan setelah mati sangat penting agar kita tidak salah dalam memilih bahan makanan. Tidak semua ikan yang sudah mati langsung berbahaya, tetapi kualitasnya akan terus menurun seiring waktu jika tidak ditangani dengan baik.
Oleh karena itu, kehati-hatian dalam memilih dan mengolah ikan menjadi hal yang utama agar tetap aman dikonsumsi. Dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa mendapatkan manfaat gizi dari ikan tanpa harus mengorbankan kesehatan.


