Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 7 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Kenapa Kamu Selalu Khawatir Salah Ngomong di Chat?
Sefruit

Kenapa Kamu Selalu Khawatir Salah Ngomong di Chat?

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 5, 2026 8:39 pm
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
3 bulan lalu
Share
SHARE

Banyak orang merasa lebih berani berbicara langsung daripada mengirim pesan. Aneh memang. Di dunia digital, kita punya waktu untuk berpikir, mengedit kata-kata, bahkan menghapus dan menulis ulang sebelum mengirim. Tapi justru karena itulah, banyak orang jadi semakin overthinking.

Pernah mengetik pesan, lalu menghapusnya lagi? Menulis ulang dengan kalimat berbeda? Membaca ulang sampai lima kali sebelum akhirnya menekan tombol send? Atau malah memilih tidak jadi mengirim sama sekali?

Kalau iya, kamu tidak sendirian.

Fenomena ini ternyata cukup umum terjadi. Banyak orang merasa khawatir salah ngomong di chat karena pesan teks menghilangkan banyak hal yang biasanya membantu komunikasi berjalan lancar, seperti ekspresi wajah, intonasi suara, dan bahasa tubuh. Akibatnya, otak kita berusaha menebak-nebak bagaimana pesan itu akan diterima oleh orang lain.

Ketika berkomunikasi secara langsung, kita bisa segera melihat reaksi lawan bicara. Kalau mereka terlihat bingung, kita bisa langsung menjelaskan. Kalau mereka tertawa, kita tahu mereka mengerti maksud kita. Tapi dalam chat, semua informasi itu hilang.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa pengirim pesan sering kali melebih-lebihkan kemampuan orang lain dalam memahami emosi dan maksud yang mereka sampaikan melalui teks. Akibatnya, komunikasi digital lebih rentan terhadap kesalahpahaman dibanding yang kita kira.

Karena itulah, otak mulai bekerja ekstra. “Nanti dia salah paham nggak ya?”, “Kalimat ini terdengar jutek nggak?”, atau “Apa aku terlalu berlebihan?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul karena manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk diterima secara sosial. Kita ingin dipahami, dihargai, dan tidak ditolak oleh orang lain. Ketika ada kemungkinan kecil saja untuk disalahartikan, otak sering kali menganggapnya sebagai ancaman sosial.

Menurut teori Social Pain, otak memproses ancaman terhadap hubungan sosial dengan cara yang mirip seperti memproses rasa sakit fisik. Tidak heran kalau sekadar mengirim pesan sederhana kadang bisa terasa menegangkan.

Rasa khawatir ini biasanya semakin kuat pada orang yang sering memikirkan pendapat orang lain, memiliki kecenderungan perfeksionis, atau pernah mengalami pengalaman negatif dalam komunikasi sebelumnya. Misalnya, pernah salah mengirim pesan, pernah disalahpahami, atau pernah mendapatkan respons yang membuat mereka merasa malu.

Pengalaman-pengalaman tersebut dapat membuat otak belajar untuk lebih waspada setiap kali harus mengirim pesan baru.

Selain itu, budaya komunikasi digital saat ini juga ikut berperan. Fitur seperti tanda pesan dibaca, status online, hingga waktu balasan yang bisa terlihat membuat banyak orang semakin mudah menganalisis interaksi secara berlebihan.

Pesan belum dibalas selama satu jam. Otak langsung membuat berbagai skenario “Dia marah ya?”, “Aku salah ngomong?”, “Dia nggak suka sama aku?”

Padahal kenyataannya bisa sesederhana mereka sedang sibuk atau belum sempat membuka pesan.

Fenomena ini dikenal sebagai negative interpretation bias, yaitu kecenderungan untuk mengartikan situasi yang ambigu sebagai sesuatu yang negatif. Ketika informasi tidak lengkap, otak sering kali mengisi kekosongan tersebut dengan asumsi yang paling mengkhawatirkan.

Kabar baiknya, merasa khawatir sebelum mengirim pesan bukan berarti ada yang salah dengan dirimu. Itu hanya menunjukkan bahwa kamu peduli terhadap hubungan dan bagaimana orang lain menerima apa yang kamu sampaikan.

Namun jika terlalu sering terjadi, penting untuk mengingat bahwa tidak semua percakapan harus sempurna. Tidak semua pesan harus dirancang seperti presentasi penting. Sebagian besar orang juga tidak menganalisis pesanmu sedetail yang kamu bayangkan.

Kadang pesan yang paling efektif justru pesan yang sederhana, jujur, dan dikirim tanpa terlalu banyak revisi.

Karena pada akhirnya, komunikasi bukan tentang menemukan susunan kata yang sempurna. Komunikasi adalah tentang menyampaikan apa yang ingin kita katakan dan memberi ruang bagi orang lain untuk memahaminya.

Kalau kamu pernah menghapus dan mengetik ulang pesan berkali-kali sebelum mengirimnya, kemungkinan besar kamu tidak sendirian. Bagikan artikel ini ke teman yang sering overthink sebelum chat, dan jangan lupa follow Instagram @sefruitmedia untuk konten psikologi dan self-growth lainnya.

 

Tag:Overthinking
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Trending di OWRITE
Abu Vulkanik Anak Krakatau Usik Langit Bali, 17 Penerbangan di Ngurah Rai Terdampak
By Adi Briantika
Sejumlah pesawat terparkir di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Januari 2023.
1
September Belum Beranjak Tenang: Pergolakan 7 Gunung Api Indonesia
By Ossid Duha Jussas Salma
Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
2
Mata Kena Abu Vulkanik, Jangan Dikucek! Ini Pesan Menkes
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi iritasi mata.
3
Abu Vulkanik Masih Mengadang, Soetta dan 2 Bandara Perpanjang Penutupan
By Adi Briantika
Calon penumpang berada konter lapor diri yang tutup di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).
4
Sidak Karhutla BNPB di Kalbar: 166 Titik Panas Terdeteksi, 61 Dipastikan Jadi Api
By Syifa Fauziah
Tiga personel Daops Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak menyiapkan water tank atau penampung air di lokasi pemadaman karhutla di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Rambut Panjang atau Pendek? Begini Cara Tahu Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu

Memilih antara rambut panjang atau pendek ternyata tidak hanya soal mengikuti tren…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
2 hari lalu
Sefruit

Tiga Zodiak Diprediksi Paling Beruntung Bulan Ini, Ada Kamu?

Awal September 2026 diprediksi membawa energi positif bagi zodiak Taurus, Gemini, dan…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Orang Tua Narsistik Itu Seperti Apa? Kenali Cirinya

Perilaku egois orang tua tidak serta-merta menunjukkan gangguan kepribadian narsistik (NPD) karena…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
Sefruit

Punya Teman Kerja Kayak Gini? Fix, Kamu Butuh Kesabaran Ekstra

Perilaku tidak sopan di kantor (workplace incivility) seperti gemar menyindir atau melempar…

Salsabillah IrwandaIvan OWRITE
By
Salsabillah Irwanda
Ivan Syahruna Lubis
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up