Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 6 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • iran
  • MBG
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Sefruit / Kenapa Kamu Selalu Khawatir Salah Ngomong di Chat?
Sefruit

Kenapa Kamu Selalu Khawatir Salah Ngomong di Chat?

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
Last updated: Juni 5, 2026 8:39 pm
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
Share
SHARE

Banyak orang merasa lebih berani berbicara langsung daripada mengirim pesan. Aneh memang. Di dunia digital, kita punya waktu untuk berpikir, mengedit kata-kata, bahkan menghapus dan menulis ulang sebelum mengirim. Tapi justru karena itulah, banyak orang jadi semakin overthinking.

Pernah mengetik pesan, lalu menghapusnya lagi? Menulis ulang dengan kalimat berbeda? Membaca ulang sampai lima kali sebelum akhirnya menekan tombol send? Atau malah memilih tidak jadi mengirim sama sekali?

Kalau iya, kamu tidak sendirian.

Fenomena ini ternyata cukup umum terjadi. Banyak orang merasa khawatir salah ngomong di chat karena pesan teks menghilangkan banyak hal yang biasanya membantu komunikasi berjalan lancar, seperti ekspresi wajah, intonasi suara, dan bahasa tubuh. Akibatnya, otak kita berusaha menebak-nebak bagaimana pesan itu akan diterima oleh orang lain.

Ketika berkomunikasi secara langsung, kita bisa segera melihat reaksi lawan bicara. Kalau mereka terlihat bingung, kita bisa langsung menjelaskan. Kalau mereka tertawa, kita tahu mereka mengerti maksud kita. Tapi dalam chat, semua informasi itu hilang.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa pengirim pesan sering kali melebih-lebihkan kemampuan orang lain dalam memahami emosi dan maksud yang mereka sampaikan melalui teks. Akibatnya, komunikasi digital lebih rentan terhadap kesalahpahaman dibanding yang kita kira.

Karena itulah, otak mulai bekerja ekstra. “Nanti dia salah paham nggak ya?”, “Kalimat ini terdengar jutek nggak?”, atau “Apa aku terlalu berlebihan?”

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul karena manusia pada dasarnya memiliki kebutuhan untuk diterima secara sosial. Kita ingin dipahami, dihargai, dan tidak ditolak oleh orang lain. Ketika ada kemungkinan kecil saja untuk disalahartikan, otak sering kali menganggapnya sebagai ancaman sosial.

Menurut teori Social Pain, otak memproses ancaman terhadap hubungan sosial dengan cara yang mirip seperti memproses rasa sakit fisik. Tidak heran kalau sekadar mengirim pesan sederhana kadang bisa terasa menegangkan.

Rasa khawatir ini biasanya semakin kuat pada orang yang sering memikirkan pendapat orang lain, memiliki kecenderungan perfeksionis, atau pernah mengalami pengalaman negatif dalam komunikasi sebelumnya. Misalnya, pernah salah mengirim pesan, pernah disalahpahami, atau pernah mendapatkan respons yang membuat mereka merasa malu.

Pengalaman-pengalaman tersebut dapat membuat otak belajar untuk lebih waspada setiap kali harus mengirim pesan baru.

Selain itu, budaya komunikasi digital saat ini juga ikut berperan. Fitur seperti tanda pesan dibaca, status online, hingga waktu balasan yang bisa terlihat membuat banyak orang semakin mudah menganalisis interaksi secara berlebihan.

Pesan belum dibalas selama satu jam. Otak langsung membuat berbagai skenario “Dia marah ya?”, “Aku salah ngomong?”, “Dia nggak suka sama aku?”

Padahal kenyataannya bisa sesederhana mereka sedang sibuk atau belum sempat membuka pesan.

Fenomena ini dikenal sebagai negative interpretation bias, yaitu kecenderungan untuk mengartikan situasi yang ambigu sebagai sesuatu yang negatif. Ketika informasi tidak lengkap, otak sering kali mengisi kekosongan tersebut dengan asumsi yang paling mengkhawatirkan.

Kabar baiknya, merasa khawatir sebelum mengirim pesan bukan berarti ada yang salah dengan dirimu. Itu hanya menunjukkan bahwa kamu peduli terhadap hubungan dan bagaimana orang lain menerima apa yang kamu sampaikan.

Namun jika terlalu sering terjadi, penting untuk mengingat bahwa tidak semua percakapan harus sempurna. Tidak semua pesan harus dirancang seperti presentasi penting. Sebagian besar orang juga tidak menganalisis pesanmu sedetail yang kamu bayangkan.

Kadang pesan yang paling efektif justru pesan yang sederhana, jujur, dan dikirim tanpa terlalu banyak revisi.

Karena pada akhirnya, komunikasi bukan tentang menemukan susunan kata yang sempurna. Komunikasi adalah tentang menyampaikan apa yang ingin kita katakan dan memberi ruang bagi orang lain untuk memahaminya.

Kalau kamu pernah menghapus dan mengetik ulang pesan berkali-kali sebelum mengirimnya, kemungkinan besar kamu tidak sendirian. Bagikan artikel ini ke teman yang sering overthink sebelum chat, dan jangan lupa follow Instagram @sefruitmedia untuk konten psikologi dan self-growth lainnya.

 

Tag:Overthinking
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Rakyat Diminta Hemat, BGN Malah Gelar Acara Mewah Hingga Makan Anggaran Rp55 Miliar
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto bersama pemilik SPPG di seluruh Indonesia. Doc: IG SetnegRI
1
Kreator TikTok Dikecam Warganet Karena Kontennya Mengejek Penyandang Disabilitas
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Kreator konten
2
Bukan Selamat Biasa, Ada Udang di Balik Surat ‘Hadiah Indah’ Eks Wakil BGN Sony Sanjaya
By Rika Pangesti
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya (tengah) berjalan memasuki mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
3
Giliran Kepala BGN Nanik Deyang Masuk Radar Kejagung, Bakal Dipanggil Jadi Saksi Korupsi MBG?
By Rahmat Baihaqi
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
4
Dugaan Jual-Beli Sertifikat Halal MBG Terkuak, Kejagung Harus Sikat Semua Pemainnya
By Rahmat Tunny
Ilustrasi sertifikat halal MBG. Dok: Owrite.id
5

BERITA LAINNYA

Sefruit

Kalau Kamu Haus Pujian di Satu Hal Tertentu, Coba Perhatikan Ini

Pernah terpikir kenapa jenis pujian tertentu rasanya jauh lebih berkesan? Berdasarkan riset…

Salsabillah Irwanda
By
Salsabillah Irwanda
21 jam lalu
Sefruit

Busy Day vs Productive Day: Banyak Orang Masih Ketuker

Merasa lelah seharian tapi tugas utama tidak selesai? Bisa jadi kamu terjebak…

Salsabillah Irwanda
By
Salsabillah Irwanda
21 jam lalu
Sefruit

Ternyata Nggak Semua Kekhawatiran Itu Overthinking

Sering meragukan perasaan sendiri karena takut dianggap overthinking? Padahal, tidak semua kecemasan…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
21 jam lalu
Sefruit

Fenomena yang Bikin Banyak Orang Tidur Jam 2 Pagi Tanpa Sadar

Sering begadang dan asyik scrolling HP sampai jam 2 pagi? Kenali fenomena…

Salsabillah IrwandaSyifa Fauziah
By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up