Istilah old money belakangan semakin sering muncul di media sosial, terutama dalam pembahasan seputar gaya hidup, fashion, dan kelas sosial.
Banyak orang mengira old money berarti “uang lama”, padahal istilah ini punya makna yang lebih luas dari sekadar kekayaan yang telah dimiliki sejak lama.
Berbeda dengan stereotip orang kaya yang gemar memamerkan kemewahan, old money justru identik dengan kesederhanaan, pendidikan yang baik, serta gaya hidup yang elegan tanpa perlu mencari perhatian.
Lantas, apa saja ciri-ciri yang melekat pada budaya old money dan filosofi apa yang membuat konsep ini begitu populer hingga saat ini? Berikut penjelasannya.
Old Money Bukan Uang Lama, Ini Ciri-Ciri dan Filosofi di Baliknya
Melansir dari laman Pegadaian 26 Juni 2025, secara harfiah, old money berarti “uang lama”. Namun, dalam bahasa Inggris, istilah ini bukan merujuk pada uang yang sudah tua atau uang kuno, melainkan ungkapan yang digunakan untuk menggambarkan kekayaan yang telah dimiliki dan diwariskan.
Istilah ini sering dibedakan dengan new money, yaitu orang atau keluarga yang baru memperoleh kekayaan dalam satu atau dua generasi terakhir, misalnya melalui bisnis, teknologi, hiburan, atau investasi.
Jadi, meskipun secara harfiah berarti uang lama, old money lebih mengacu pada warisan kekayaan dan budaya keluarga yang sudah mapan selama bertahun-tahun atau bahkan berabad-abad.
Arti Istilah Old Money?
Old money adalah istilah yang merujuk pada kekayaan yang diwariskan dalam suatu keluarga selama beberapa generasi.
Kekayaan tersebut umumnya berasal dari bisnis, aset, atau investasi yang telah dibangun sejak lama dan terus dipertahankan keturunannya.
Lebih dari sekadar soal harta, old money juga berkaitan dengan budaya, pendidikan, dan lingkungan sosial yang telah terbentuk selama bertahun-tahun.
Kelompok ini biasanya memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas, jaringan yang luas, serta citra yang dikenal elegan dan berkelas.
Keluarga old money umumnya berasal dari kalangan elite yang memiliki pengaruh cukup besar dalam bidang ekonomi, sosial, maupun budaya. Karena itu, mereka sering dianggap sebagai simbol status sosial yang identik dengan gaya hidup klasik.
Keluarga Old Money di Indonesia
Di Indonesia, salah satu keluarga yang sering dikaitkan dengan konsep old money adalah keluarga Hartono, pemilik Grup Djarum.
Bisnis keluarga Hartono bermula dari industri rokok Djarum yang berkembang sejak era 1950-an. Seiring waktu, bisnis mereka meluas ke berbagai sektor, termasuk perbankan melalui kepemilikan saham mayoritas Bank Central Asia (BCA).
Dari pendiri Djarum, Oei Wie Gwan, tongkat estafet bisnis kemudian diteruskan oleh Budi Hartono dan Bambang Hartono beserta generasi penerus keluarga mereka.
Dengan bisnis yang terus berkembang lintas generasi, keluarga Hartono kerap disebut sebagai representasi old money di Indonesia.
Ciri-Ciri Old Money
Keluarga old money umumnya memiliki karakteristik yang membedakannya dari kelompok kaya baru (new money).
Berikut beberapa ciri yang sering melekat pada mereka:
- Memiliki sejarah keluarga yang panjang, dengan kekayaan yang diwariskan secara turun-temurun selama beberapa generasi.
- Sumber kekayaan beragam, tidak hanya berasal dari satu usaha, tetapi juga dari bisnis keluarga, investasi jangka panjang, properti, saham, hingga berbagai aset lainnya.
- Mengutamakan kualitas daripada kemewahan. Gaya hidup mereka cenderung sederhana namun elegan, tanpa kebutuhan untuk menunjukkan kekayaan secara berlebihan.
- Menjaga nilai dan tradisi keluarga, seperti etika, sopan santun, tanggung jawab sosial, serta prinsip-prinsip yang diwariskan dari generasi sebelumnya.
- Memiliki pendidikan yang baik dan jaringan sosial yang luas, yang turut membantu mempertahankan pengaruh serta keberlangsungan kekayaan keluarga dari waktu ke waktu.
New Money, Kebalikan Old Money
Selain old money, terdapat pula istilah new money, yaitu sebutan bagi individu atau keluarga yang memperoleh kekayaan melalui usaha dan pencapaian mereka sendiri dalam waktu yang relatif baru.
Berbeda dengan old money yang identik dengan warisan lintas generasi, new money sering dikaitkan dengan kisah perjuangan dari nol hingga berhasil meraih kesuksesan finansial. Di Indonesia, kelompok ini kerap disebut sebagai OKB (Orang Kaya Baru).
Kekayaan tersebut biasanya berasal dari bisnis yang berkembang pesat, karier profesional, investasi, atau prestasi di bidang tertentu.
Selain itu, banyak new money memiliki pola pikir yang berorientasi pada pertumbuhan, kerja keras, dan pencapaian materi.
Karena tidak selalu berasal dari lingkungan elite, mereka biasanya membangun jaringan sosial dan akses pendidikan berkualitas seiring meningkatnya status ekonomi yang dimiliki.
Pada dasarnya, old money bukan hanya tentang besarnya kekayaan yang dimiliki, melainkan juga tentang warisan nilai, budaya, dan cara hidup yang telah dijaga selama beberapa generasi. Dan di sisi lain, new money menunjukkan bahwa kesuksesan juga dapat diraih melalui kerja keras, inovasi, dan pencapaian pribadi.
Meski memiliki latar belakang yang berbeda, baik old money maupun new money sama-sama mencerminkan perjalanan dan karakter yang membentuk seseorang dalam mengelola kekayaan dan posisinya di masyarakat.



