Persiapan Timnas Swiss menghadapi Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat diwarnai persoalan yang tak biasa.
Tim berjuluk Nati itu dikabarkan mempertimbangkan untuk memindahkan markas latihan mereka setelah menemukan keberadaan ular berbisa di sekitar area pemusatan latihan.
Masalah ini menambah daftar tantangan yang dihadapi sejumlah peserta menjelang bergulirnya turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Timnas Swiss saat ini menggunakan fasilitas San Diego Jewish Academy sebagai pusat latihan selama berada di Amerika Serikat.
Dalam unggahan akun Instagram resmi @swissnatimen, diperlihatkan berbagai fasilitas yang digunakan tim, mulai dari ruang ganti, pusat kebugaran, hingga lapangan latihan.
Namun perhatian publik tertuju pada sebuah area yang diberi tanda khusus dengan warna merah dan tulisan “Snake Area” atau area ular.
Lokasi tersebut berada tidak jauh dari fasilitas latihan yang digunakan para pemain Swiss, termasuk kapten tim Granit Xhaka dan rekan-rekannya.
Keberadaan area tersebut memunculkan kekhawatiran terkait potensi kemunculan ular berbisa di sekitar markas latihan.
Swiss Ajukan Keluhan kepada Tuan Rumah
Situasi tersebut membuat delegasi Timnas Swiss menyampaikan keberatan kepada pihak penyelenggara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Ular yang ditemukan di sekitar area latihan diketahui merupakan ular derik atau rattlesnake, salah satu jenis ular berbisa yang cukup umum ditemukan di wilayah San Diego.
Sebagai habitat alami ular derik, kawasan San Diego memang dikenal memiliki populasi reptil tersebut.
Meski berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengendalikan populasi hama, keberadaan ular itu tetap dianggap berisiko bagi aktivitas tim.
Bagi para pemain Swiss, kondisi ini tentu tidak biasa. Negara asal mereka tidak memiliki populasi ular derik seperti yang ditemukan di wilayah California.
Karena alasan keselamatan dan kenyamanan, pihak Swiss mulai mempertimbangkan kemungkinan memindahkan lokasi latihan ke area yang dinilai lebih aman.
Menurut laporan beIN Sports, opsi relokasi sedang dipelajari oleh delegasi Swiss sambil menunggu respons resmi dari pihak tuan rumah. Hingga kini, belum ada keputusan final terkait keluhan yang diajukan.
Masalah Lain Warnai Persiapan Piala Dunia 2026
Keluhan Timnas Swiss menjadi salah satu dari sejumlah persoalan yang muncul menjelang Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Timnas Inggris juga sempat menghadapi situasi mengkhawatirkan ketika terjadi insiden penembakan di kawasan dekat markas latihan mereka di Kansas City. Peristiwa tersebut menyebabkan sembilan orang mengalami luka-luka.
Selain itu, Timnas Irak juga mengalami kendala saat memasuki Amerika Serikat. Kapten tim mereka, Aymen Hussein, harus menjalani pemeriksaan dan interogasi selama tujuh jam oleh petugas imigrasi sebelum akhirnya diizinkan masuk.
Tak hanya Hussein, fotografer tim Irak, Talal Salah, juga sempat ditahan selama 10 jam dan akhirnya tidak mendapatkan izin masuk ke Amerika Serikat.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Piala Dunia 2026, berbagai negara peserta berharap seluruh kendala nonteknis dapat segera diselesaikan.
Timnas Swiss sendiri kini fokus mencari solusi terbaik agar persiapan mereka tidak terganggu dan dapat berjalan maksimal sebelum memulai perjuangan di turnamen bergengsi tersebut.

