Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 11 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Pemadaman Listrik Bergilir Meluas! IESR Curigai Pasokan Batu Bara dan RKAB Kacau
Ekonomi Bisnis

Pemadaman Listrik Bergilir Meluas! IESR Curigai Pasokan Batu Bara dan RKAB Kacau

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 11, 2026 4:55 pm
Natania Longdong
Dusep Malik
Share
Ilustrasi Petugas PLN saat mengecek meteran Listrik
Ilustrasi Petugas PLN saat mengecek meteran Listrik (Foto: Istimewa)
SHARE

Institute for Essential Services Reform (IESR) mengkritisi penjelasan awal dari PT PLN (Persero) terkait gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Jawa pada 9–10 Juni 2026. 

Daftar isi Konten
  • IESR Minta Investigasi Menyeluruh
  • Dugaan Pasokan Batu Bara dan RKAB Jadi Pemicu
  • Masyarakat Berhak Mendapatkan Penjelasan
  • Dorong Percepatan Energi Terbarukan

Menurut IESR, dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali), gangguan pada satu pembangkit atau elemen jaringan seharusnya tidak dengan mudah berkembang menjadi pemadaman yang luas, kecuali jika PLN memang melakukan pemadaman untuk mengurangi beban listrik (load curtailment).

IESR menilai bahwa dalam sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali), gangguan pada satu pembangkit atau satu elemen jaringan seharusnya dapat diantisipasi melalui ketersediaan cadangan daya (reserve margin), sistem proteksi, dan redundansi jaringan yang memadai,”

kata Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa dalam keterangan resmi, Kamis, 11 Juni 2026.

Selain itu, pada sistem kelistrikan PLN, ketentuan reserve margin mencapai 30 persen, yang menurut IESR, harusnya memberikan jaminan keamanan pasokan pembangkit.

Baca juga:
Asosiasi Tambang Sentil Pemerintah, Pembeli Batu Bara Bisa Kabur Jika… Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) meminta adanya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan ekspor…
Kata Asosiasi Mining Soal Relaksasi Produksi Batu Bara: Bisa Cegah… Indonesian Mining Association (IMA) menyambut positif rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya…
Wacana Gross Split Minerba Dibatalkan Bahlil, IMA: Penting Buat Jaga… Indonesian Mining Association (IMA) mendukung keputusan pemerintah yang membatalkan rencana penerapan skema…
  • Asosiasi Tambang Sentil Pemerintah, Pembeli Batu Bara Bisa Kabur Jika Ekspor Tak…
  • Kata Asosiasi Mining Soal Relaksasi Produksi Batu Bara: Bisa Cegah PHK di…
  • Wacana Gross Split Minerba Dibatalkan Bahlil, IMA: Penting Buat Jaga Investasi

IESR Minta Investigasi Menyeluruh

IESR pun mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku regulator ketenagalistrikan perlu melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami penyebab, faktor pemicu, serta kelemahan sistem yang memungkinkan gangguan berkembang menjadi pemadaman yang meluas. 

IESR juga mendesak hasil investigasi ini harus disampaikan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas.

Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian dari Presiden Prabowo dengan meminta penjelasan dari Kementerian ESDM terkait penyebab pemadaman ini karena berdampak pada ketahanan energi, daya saing, dan kerugian ekonomi dunia usaha dan masyarakat,”

ujar Fabby.

Lebih jauh, pemadaman yang terjadi di Indonesia selama beberapa bulan terakhir, menurut IESR merupakan indikator ketidakmampuan Kementerian ESDM sebagai regulator ketenagalistrikan, yang seharusnya memastikan sistem kelistrikan beroperasi dengan handal.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). (Sumber: Unsplash/Wim van 't Einde)
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). (Sumber: Unsplash/Wim van ‘t Einde)

Dugaan Pasokan Batu Bara dan RKAB Jadi Pemicu

IESR juga menduga bahwa pemadaman bergilir yang terjadi belakangan dipicu oleh rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU di sistem Jawa-Bali, sehingga harus beroperasi di bawah kapasitas optimal. Keterbatasan pasokan batu bara yang membuat Hari Operasi Pembangkit (HOP) di bawah batas aman. 

Demikian juga gangguan pembangkit seperti yang terjadi pada PLTGU Jawa 1 membuat pasokan listrik berkurang. Keterlambatan pengiriman batubara ke PLTU yang membuat HOP kritis salah satunya disebabkan oleh tertundanya pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) oleh Menteri ESDM,”

tegas Fabby. 

Meski demikian, ia menyebut bahwa keterlambatan pengiriman tersebut juga telah disampaikan oleh pihak industri sejak Maret dan April lalu, yang memberikan indikasi dampaknya pada pasokan batu bara PLN.

Pemadaman bergilir yang terjadi selama tiga hari terakhir merugikan konsumen secara finansial. Walaupun konsumen berhak mendapatkan ganti rugi, tapi nilai ganti rugi tersebut tidak sebanding dengan biaya dan kerugian yang terjadi akibat pemadaman listrik,”

jelas Fabby. 

Masyarakat Berhak Mendapatkan Penjelasan

Gedung Kementerian ESDM. (Sumber: Google Street View)
Gedung Kementerian ESDM. (Sumber: Google Street View)

Oleh sebab itu, IESR menilai bahwa masyarakat perlu mendapatkan penjelasan yang transparan tentang kondisi kehandalan pasokan listrik oleh Kementerian ESDM sebagai regulator dan PLN sebagai operator. 

Selain itu, ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab pemadaman listrik, seperti minimnya cadangan daya, gangguan pasokan bahan bakar, jadwal perawatan pembangkit yang tidak sinkron, hingga gangguan transmisi.

Investigasi menyeluruh bisa menjawab pemicu dan penyebab utama pemadaman,”

beber Fabby.

IESR pun menilai pemadaman yang terjadi perlu evaluasi menyeluruh PLN terhadap ketahanan sistem kelistrikan nasional di tengah semakin meningkatnya kebutuhan listrik, yang berasal dari pertumbuhan industri, pusat data baru, dan elektrifikasi transportasi yang membuat pasokan listrik cukup dan handal.

Jika sejumlah informasi yang beredar bahwa adanya gangguan pasokan batu bara yang membuat PLTU harus menurunkan kapasitas pembangkitannya adalah benar, ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada sistem kelistrikan yang didominasi oleh batu bara dan sistem listrik yang terpusat (centralized) merupakan ancaman keamanan pasokan energi. Terlambatnya pembangunan pembangkit energi terbarukan di RUPTL, pembatasan PLTS Atap sejak 2021 lalu berkontribusi pada meningkatnya risiko ini,”

imbuh Fabby.

IESR pun mendesak pemerintah perlu melakukan investigasi independen berbasis data guna mengidentifikasi penyebab langsung, faktor pemicu, dan akar masalah gangguan tersebut. 

Hasilnya perlu dipublikasikan secara terbuka agar dapat menjadi pembelajaran bagi perbaikan sistem ketenagalistrikan nasional sekaligus memperkuat akuntabilitas kepada publik,”

jelas Fabby.

PLN, kata Fabby, juga perlu memastikan pemberian kompensasi kepada pelanggan yang terdampak sesuai ketentuan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang berlaku. Terlebih, pemadaman listrik dapat menimbulkan kerugian ekonomi bagi rumah tangga, pelaku usaha, industri, dan layanan publik.

Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya percepatan penguatan jaringan transmisi dan distribusi, modernisasi sistem proteksi, serta pengembangan smart grid untuk meningkatkan ketahanan sistem terhadap gangguan di masa depan,”

imbuhnya.

Dorong Percepatan Energi Terbarukan

IESR juga menilai sistem kelistrikan Indonesia akan terus mengalami kerentanan apabila tetap didominasi oleh bahan bakar fosil dan tersentralisasi seperti sekarang. Dalam jangka pendek, pemanfaatan PLTS Atap yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi (BESS) dapat membantu meningkatkan ketahanan pasokan listrik di tingkat pelanggan. 

Oleh karena itu, Kementerian ESDM harus segera memperbarui ketentuan Permen ESDM No. 2/2024 tentang PLTS Atap, dengan mengganti mekanisme kuota sistem sebagai syarat bagi konsumen. Relaksasi PLTS Atap dan BESS dapat mempercepat penambahan daya listrik dan mengurangi beban listrik yang harus dipasok oleh PLN.”

Sementara itu, dalam jangka menengah, percepatan pembangunan pembangkit energi terbarukan, salah satunya melalui program 100 GW PLTS yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. menurut IESR, harus segera diimplementasikan.

Baca juga:
Danantara Pegang Kendali Ekspor SDA hingga Akhir 2026, Negara Bisa… Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan PT Danantara Sumberdaya…
Bahlil Kasih Sinyal Produksi Batu Bara dan Nikel Bisa Ditambah,… Pemerintah membuka peluang untuk menyesuaikan kuota produksi sektor pertambangan, termasuk batu bara…
Ngebor Air Bersih Malah Ketemu Setrum: Galian di Fatmawati Meledak,… Dua pekerja proyek galian di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, dilaporkan terlempar dari…
  • Danantara Pegang Kendali Ekspor SDA hingga Akhir 2026, Negara Bisa Raup Dana…
  • Bahlil Kasih Sinyal Produksi Batu Bara dan Nikel Bisa Ditambah, Asalkan Ada…
  • Ngebor Air Bersih Malah Ketemu Setrum: Galian di Fatmawati Meledak, 2 Pekerja…
Tag:Batu baraESDMIESRPemadaman ListrikPembangkit ListrikPLNPLTU
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Satu Kata dari Irma Chaniago Usai Namanya Masuk Daftar Pengelola Dapur MBG
By Rahmat Tunny
Irma Suryani Chaniago.
1
Survei Kepuasan Prabowo Tembus 72,2 Persen, Kok Bisa di Tengah Banyak Persoalan?
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memberikan ucapan selamat kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang (kiri) usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026)
2
Owrite.id Siapkan Revolusi Kreativitas Mahasiswa, Trisakti dan Mercu Buana Jadi Titik Awal
By Syifa Fauziah
Program Owrite Goes To Campus
3
Menkop Bongkar Asal-Usul Koperasi Merah Putih, Ternyata Berawal Dari ‘Wangsit’ Orang Tua Prabowo!
By Rahmat Tunny
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono.
4
Rupiah Ambruk, Ekonom Ungkap Fakta yang Jarang Diungkap
By Rahmat Tunny
Pakar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Ninasapti Triaswati.
5

BERITA LAINNYA

Paket Bundling MBG Saat Libur Lebaran. (Sumber: Dok. Biro Hukum dan Humas BGN)
Ekonomi Bisnis

Soal Dana MBG Rp268 Triliun Mau Dipangkas, Purbaya: Kita Ikuti Keputusan Presiden

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara, terkait rencana pemangkasan kembali anggaran…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 menit lalu
Ekonomi Bisnis

Pembangunan DPR di IKN Dikebut, Basuki Targetkan Tuntas pada 2027

Pembangunan kompleks gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Ibu Kota Nusantara…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
14 menit lalu
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Ekonomi Bisnis

Setelah Dipotong Rp67 T, Istana Beri Sinyal Anggaran MBG Masih Bisa Berkurang Lagi

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi merespons, terkait isu pemangkasan anggaran Program…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
32 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Mei 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026. (Sumber: Antara Foto/M Risyal Hidayat/tom)
Ekonomi Bisnis

Purbaya Akui Kenaikan Pertamax Bikin Konsumen Pindah ke Pertalite, Begini Nasib APBN

Kenaikan mendadak harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dikhawatirkan akan menambah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
56 menit lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up