Jakarta Fair Kemayoran 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, 11 Juni 2026. Memasuki gelaran yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-499 DKI Jakarta ini, pihak penyelenggara membidik target ambisius berupa transaksi hingga Rp8 triliun dan kunjungan dari 6 juta orang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimis gelaran Jakarta Fair tahun ini, akan melampaui capaian tahun sebelumnya.
“Karena tahun lalu lebih dari Rp7,3 triliun dan tahun ini mudah-mudahan bisa Rp8 triliun UMKM transaksi di tempat ini,”
ujar Pramono saat membuka acara.
Tahun ini, Jakarta Fair Kemayoran digelar selama 32 hari, mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026. Ada 2.800 perusahaan yang ikut berpartisipasi dengan total 1.800 stan yang menampilkan berbagai produk unggulan dari dalam dan luar negeri.
Pengunjung dapat menemukan beragam produk mulai dari otomotif, fashion, furniture, perlengkapan rumah tangga, kosmetik, produk perawatan kulit, hingga produk UMKM dari berbagai daerah. Tak hanya itu, bakal ada hiburan musik yang diramaikan sekitar 150 band dan musisi papan atas.
Pramono berpendapat Jakarta Fair bukan sekadar ajang belanja dan hiburan, tetapi juga berperan penting mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Saat ini, Jakarta berkontribusi 16,67 persen terhadap PDB nasional, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,59 persen.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan transportasi umum saat berkunjung ke sana, sebab konektivitas transportasi di Ibu Kota kini semakin baik dan telah mencapai sekitar 93 persen.
“Termasuk acara-acara yang ada di Kemayoran ini mudah-mudahan bisa menghadirkan dan lebih gampang orang naik transportasi umum,”
kata Pramono.
Promosi Usaha
Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta International Expo sekaligus Ketua Umum Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2026, Siti Hartati Murdaya mengatakan gelaran tahun ini diharapkan kembali menjadi ruang promosi yang efektif bagi pelaku usaha dan UMKM.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, Jakarta Fair berhasil mendatangkan 5,9 juta pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp7,3 triliun.
“Capaian tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat dan kepercayaan para pelaku usaha yang menjadikan Jakarta Fair sebagai salah satu promosi efektif berbagai produk-produk yang relevan,”
kata Siti.


