Piala Dunia 2026 baru memasuki fase awal kompetisi, namun sudah menghadirkan fenomena yang cukup mencuri perhatian.
Salah satu kejadian yang menjadi sorotan adalah meningkatnya jumlah gol bunuh diri yang tercipta dalam beberapa pertandingan pertama turnamen.
Menariknya, jumlah gol bunuh diri yang terjadi sejauh ini bahkan sudah melampaui catatan sepanjang Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi apakah edisi kali ini akan mencatat rekor baru sebagai Piala Dunia dengan gol bunuh diri terbanyak dalam sejarah.
Piala Dunia 2022 Mencatat Dua Gol Bunuh Diri
Jika menengok ke edisi sebelumnya di Qatar, jumlah gol bunuh diri tergolong sangat minim. Gol bunuh diri pertama terjadi saat Maroko menghadapi Kanada di fase grup.
Dalam pertandingan yang dimenangkan Maroko dengan skor 2-1, Nayef Aguerd tanpa sengaja mengirim bola ke gawang sendiri sehingga Kanada mampu memperkecil ketertinggalan.
Sementara itu, gol bunuh diri kedua lahir pada babak 16 besar ketika Argentina berjumpa Australia. Enzo Fernandez melakukan kesalahan yang membuat Australia mencetak gol, meski pada akhirnya Argentina tetap mengamankan kemenangan 2-1.
Dengan hanya dua gol bunuh diri sepanjang turnamen, Piala Dunia 2022 menjadi salah satu edisi dengan jumlah insiden gol bunuh diri yang relatif sedikit.
Tiga Gol Bunuh Diri Tercipta di Awal Piala Dunia 2026
Berbeda dengan Qatar 2022, Piala Dunia 2026 langsung menghadirkan sejumlah momen gol bunuh diri sejak pertandingan-pertandingan awal.
Gol bunuh diri pertama terjadi saat tuan rumah Amerika Serikat berhadapan dengan Paraguay. Bek Paraguay, Damian Bobadilla, melakukan kesalahan yang berujung gol ke gawang sendiri pada menit ketujuh. Gol tersebut membantu Amerika Serikat meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 4-1.
Insiden berikutnya terjadi dalam duel Qatar melawan Swiss. Setelah Swiss unggul melalui penalti Breel Embolo, gol bunuh diri yang melibatkan Miro Muheim membuat Qatar berhasil menyamakan kedudukan pada masa injury time. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.
Gol bunuh diri ketiga lahir dalam pertandingan Belgia kontra Mesir. Pada menit ke-66, Mohamed Hany melakukan kesalahan yang membuat Belgia berhasil menyamakan skor. Gol tersebut menjadi titik balik yang membuat pertandingan berakhir 1-1.
Terciptanya tiga gol bunuh diri hanya dalam fase awal kompetisi menunjukkan bahwa angka tersebut masih sangat mungkin bertambah hingga turnamen berakhir.
Rekor Gol Bunuh Diri Terbanyak Masih Milik Piala Dunia 2018
Berdasarkan data Squawka, gol bunuh diri hampir selalu hadir dalam setiap edisi Piala Dunia modern. Setidaknya, fenomena tersebut terjadi secara konsisten sejak Piala Dunia 1994.
Namun hingga saat ini, rekor gol bunuh diri terbanyak masih dipegang oleh Piala Dunia 2018 di Rusia. Turnamen yang dimenangkan Prancis tersebut menghasilkan total 12 gol bunuh diri sepanjang kompetisi berlangsung.
Jumlah tersebut menjadi rekor tertinggi dalam sejarah Piala Dunia dan belum mampu dilampaui oleh edisi-edisi berikutnya.
Dengan tiga gol bunuh diri yang sudah tercipta bahkan sebelum fase grup berakhir, peluang Piala Dunia 2026 untuk mendekati bahkan melampaui rekor Rusia 2018 terbuka cukup lebar.
Masih banyak pertandingan yang akan dimainkan hingga babak final. Jika tren kesalahan pemain bertahan dan tekanan tinggi dalam pertandingan terus berlanjut, bukan tidak mungkin sejarah baru akan tercipta di akhir turnamen.
Fenomena ini menjadi salah satu cerita menarik yang mewarnai perjalanan Piala Dunia 2026 dan layak untuk terus dipantau hingga kompetisi berakhir.


