Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 14 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Mengenal Sandwich Generation, Beban Menjadi Penopang Dua Generasi
Hype

Mengenal Sandwich Generation, Beban Menjadi Penopang Dua Generasi

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Juni 17, 2026 2:17 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
ilustrasi seseorang sedang berfikir
ilustrasi seseorang sedang berfikir (Foto: unsplash.com)
SHARE

Di tengah kehidupan modern yang penuh tuntutan, tidak sedikit orang yang harus memikul tanggung jawab besar di dua sisi sekaligus.

Mereka tidak hanya mengurus orang tua yang mulai menua, tetapi juga menanggung kebutuhan anggota keluarga yang lebih muda.

Kondisi inilah yang dikenal sebagai sandwich generation, yaitu kelompok yang “terjepit” di antara dua generasi dan harus menjalankan peran ganda dalam waktu yang bersamaan.

Fenomena ini semakin sering ditemui seiring perubahan ekonomi dan struktur keluarga di masyarakat.

Baca juga:
Kuliah Makin Tinggi, Tapi Kerja Makin Sulit: Bonus Demografi Terancam… Meningkatnya jumlah lulusan sarjana setiap tahun membuat persaingan di pasar kerja Indonesia…
Udah Hidup Hemat, Kenapa Tabungan Tetap Nggak Nambah? Sudah hemat dan cari promo tapi tabungan tetap segitu saja? Jangan berkecil…
  • Kuliah Makin Tinggi, Tapi Kerja Makin Sulit: Bonus Demografi Terancam Sia-Sia
  • Udah Hidup Hemat, Kenapa Tabungan Tetap Nggak Nambah?

Asal Usul dan Makna Istilah Sandwich Generation

Melansir dari laman Pegadaian, istilah sandwich generation berasal dari analogi roti lapis (sandwich), di mana seseorang berada di posisi tengah yang terjepit oleh dua lapisan, yaitu generasi di atas (orang tua) dan generasi di bawah (anak atau keluarga yang belum mandiri).

Jumlah Penduduk RI Melonjak Jadi 284,67 Juta Jiwa, BPS: Gen Z Jadi Generasi Terbesar

Dengan demikian, beban sandwich generation dapat digambarkan sebagai tanggung jawab terhadap tiga sisi kehidupan sekaligus, yaitu keluarga lama, keluarga baru, dan kebutuhan diri sendiri.

Kondisi ini membuat mereka sering berada dalam tekanan finansial maupun emosional karena harus menyeimbangkan banyak peran dalam waktu yang bersamaan.

Penyebab Sandwich Generation

Terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan munculnya sandwich generation, salah satunya karena orang tua tidak lagi berpenghasilan. Jika tidak memiliki dana pensiun yang cukup, maka kebutuhan hidupnya akan bergantung pada anak,

Kemudian, karena manajemen keuangan yang kurang baik juga bisa membuat seseorang kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga barunya. Akibatnya, beban tersebut kadang masih harus dibantu oleh keluarga asal atau saudaranya.

Ciri-Ciri Sandwich Generation

Sandwich generation terbagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan kondisi dan beban tanggung jawab yang ditanggung. Berikut ciri-cirinya:

  • Club Sandwich Generation, biasanya berusia sekitar 30–60 tahun dan menanggung beban dari beberapa generasi sekaligus, seperti orang tua yang sudah lanjut usia serta anak atau keluarga yang masih bergantung secara finansial.
  • Open Faced Sandwich Generation, merupakan anggota keluarga yang secara aktif merawat orang tua atau anggota keluarga lanjut usia. Namun, pengasuh profesional seperti pekerja panti jompo tidak termasuk dalam kategori ini karena tidak memiliki hubungan keluarga langsung.
  • Traditional Sandwich Generation, biasanya berusia sekitar 40–50 tahun dan berada di posisi “terjepit” antara orang tua yang menua serta anak-anak yang masih membutuhkan dukungan finansial dan pengasuhan.

Solusi Mengatasi Sandwich Generation

Dan untuk menghindari atau memutus rantai sandwich generation, diperlukan pengelolaan keuangan yang baik serta perencanaan jangka panjang dalam keluarga. Berikut beberapa solusinya:

1. Menabung secara rutin

Biasakan menabung sejak dini, baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Tentukan tujuan tabungan agar lebih terarah dan lakukan secara konsisten.

2. Mengelola keuangan keluarga dengan baik

Diskusikan kebutuhan keuangan keluarga secara terbuka agar tidak hanya ditanggung oleh satu pihak. Perencanaan bersama dapat meringankan beban finansial.

3. Memiliki asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan membantu mengurangi beban biaya saat terjadi risiko kesehatan sehingga kondisi keuangan keluarga lebih aman.

4. Menyiapkan dana pensiun dan pendidikan

Persiapkan dana pensiun untuk orang tua serta dana pendidikan anak sejak dini agar kebutuhan jangka panjang tidak membebani satu generasi saja.

5. Mengurangi pengeluaran tidak perlu

Hindari gaya hidup konsumtif dan prioritaskan kebutuhan utama agar keuangan lebih stabil dan terkontrol.

6. Mendidik anak agar mandiri secara finansial

Ajarkan anak membedakan kebutuhan dan keinginan serta membiasakan menabung sejak kecil agar lebih siap secara finansial di masa depan.

7. Berinvestasi dengan bijak

Investasi seperti emas dapat menjadi pilihan untuk menambah aset dan dana darurat, sehingga kondisi keuangan lebih kuat dalam jangka panjang.

Sandwich generation merupakan fenomena yang semakin sering terjadi di tengah perubahan kondisi ekonomi dan struktur keluarga saat ini. Namun, kondisi ini dapat diminimalkan dengan perencanaan keuangan yang baik.

Dengan langkah yang tepat, beban tersebut dapat dikurangi sehingga setiap individu tetap dapat menjalani kehidupan yang lebih seimbang dan terarah.

Tag:Bonus DemografiMengelola KeuanganPengertian Sandwich GenerationSandwich Generation
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Jokowi Hadir di Sidang Tahunan MPR, Megawati dan SBY Absen
By Rika Pangesti
Presiden Prabowo Subianto tiba di Gedung MPR/DPR/DPD. (Sumber: Dok. DPR)
1
IHSG Dibuka Melemah 0,24 Persen Jelang Prabowo Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027
By Anisa Aulia
Seorang pria berjalan di atas layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (28/1/2026).
2
Tak Hanya Manis dan Segar, Ini Khasiat Buah Naga bagi Kesehatan
By Ossid Duha Jussas Salma
Buah naga
3
Prakiraan Cuaca Jakarta Jumat 14 Agustus 2026: Berawan, Suhu Tembus 35°C
By Ivan Syahruna Lubis
Cuaca berawan
4
Muzani Ingatkan Etika Berdemokrasi: Kritik Boleh Tajam, Tapi Jangan Jadi Kebencian
By Natania Longdong
Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Sidang Tahunan MPR. (Sumber: TV Parlemen)
5

BERITA LAINNYA

Patung Soekarno di kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah
Hype

Dari Radio hingga Surat Kabar, Begini Kabar Proklamasi Disebarluaskan

Kemerdekaan Republik Indonesia yang ditandai dengan Proklamasi pada 17 Agustus 1945 menjadi…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten
Hype

Mengabadikan Nama Pahlawan di Gerbang Udara: Kisah di Balik Bandara-Bandara Indonesia

Bandara bukan hanya menjadi tempat pesawat lepas landas dan mendarat, tetapi juga…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Kuba Mas di Depok
Hype

Bukan Sekadar Nama Kota, Ini Asal-Usul Depok dan Jejak Kolonialnya

Jauh sebelum berkembang menjadi kota penyangga Jakarta, Depok telah melewati perjalanan sejarah…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
Hype

Napak Tilas Kemerdekaan, Ini Lima Museum Bersejarah di Jakarta yang Bisa Dikunjungi

Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia tidak harus selalu dilakukan dengan mengikuti berbagai…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up