Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot pada penutupan perdagangan Senin, 22 Juni 2026. IHSG melemah 0,98 persen ke level 6.116.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp13,4 triliun dengan melibatkan 22,4 miliar saham dalam 1,7 juta kali transaksi. Sebanyak 221 saham naik, 147 tidak bergerak, dan 445 turun.
Dilansir dari Stockbit ada lima saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser yakni:
- PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) anjlok 14,79 persen ke Rp605,
- PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) turun 12,50 persen ke Rp3.150,
- PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) ambruk 10 persen ke Rp378,
- PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) turun 9,97 persen ke Rp1.355, dan
- PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) melemah 9,87 persen ke Rp1,690.
Sementara itu, ada lima saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign diantaranya:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp728,03 miliar,
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp468,62 miliar,
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp333,90 miliar,
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp314,74 miliar, dan
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp307,75 miliar.
IHSG Sempat Menguat Saat Pembukaan


Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada pembukaan perdagangan Senin, 22 Juni 2026. IHSG sempat menguat 0,50 persen, namun merosot 0,14 persen ke level 6.168 pada pukul 09.02 WIB.
Nilai transaksi tercatat 888 miliar, dengan melibatkan 1,08 miliar saham dalam 105 ribu kali transaksi. Ada 242 saham turun, 211 tidak bergerak, dan 225 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman perkirakan IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Kondisi ini sejalan dengan asing mencetakkan net sell sebesar Rp3,14 triliun di reguler market pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026
Melihat hal tersebut, kami memprediksikan IHSG pada hari ini sideways cenderung melemah,”
ujar Fanny dalam riset hariannya, dikutip hari ini.






















