Pernah enggak sadar kalau suara tiba-tiba berubah jadi lebih imut, cempreng, atau manja saat berbicara dengan pasangan? Bagi sebagian orang, kebiasaan yang dikenal sebagai baby talk ini mungkin terdengar aneh atau bahkan memalukan. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut justru dapat menjadi salah satu tanda hubungan yang sehat.
Menurut informasi yang dibagikan melalui akun Instagram @jeerowan, berikut ulasan hasil penelitian mengenai kebiasaan baby talk dalam hubungan romantis.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the International Association for Relationship Research, pasangan yang sering menggunakan baby talk atau bahasa yang lebih lembut, manja, dan penuh kasih sayang cenderung memiliki rasa aman (secure attachment) yang lebih tinggi dalam hubungan mereka. Mereka juga lebih nyaman membangun kedekatan emosional dengan pasangan.
Menariknya, penelitian tersebut menemukan bahwa faktor terbesar yang membuat seseorang melakukan baby talk bukanlah karena kepribadiannya sendiri, melainkan karena kebiasaan pasangannya.
Dengan kata lain, seseorang akan lebih mudah menggunakan baby talk apabila pasangannya lebih dulu melakukannya. Kebiasaan ini kemudian menjadi pola komunikasi yang saling ditiru dan berkembang secara alami.
Fenomena tersebut menjelaskan mengapa orang yang sebelumnya menganggap baby talk terasa aneh atau berlebihan, lama-kelamaan ikut melakukannya setelah sering mendengar pasangannya berbicara dengan gaya yang sama.
Bentuk Ketertarikan Emosional
Melansir dari Psychology Today, baby talk dipandang sebagai salah satu bentuk komunikasi yang mencerminkan attachment atau keterikatan emosional yang sehat. Gaya komunikasi ini umumnya mengandung unsur afeksi, kehangatan, serta playfulness atau sikap bercanda yang dapat mempererat hubungan.
Selain memperkuat ikatan emosional, komunikasi semacam ini juga membantu pasangan merasa lebih diterima, nyaman, dan aman ketika berinteraksi satu sama lain.
Meski demikian, baby talk bukanlah tolok ukur utama kualitas sebuah hubungan. Tidak semua pasangan merasa nyaman menggunakan gaya komunikasi tersebut, dan setiap hubungan memiliki cara masing-masing dalam mengekspresikan kasih sayang.
Selama komunikasi yang terjalin saling menghargai, memberikan rasa aman, dan membuat kedua belah pihak merasa nyaman, hubungan tetap dapat berkembang secara sehat, baik menggunakan baby talk maupun tidak.
























