Kebiasaan langsung rebahan di sofa atau tidur setelah makan memang terasa nyaman, terutama setelah menyantap makanan dalam porsi besar.
Namun, menurut dokter spesialis penyakit dalam dr. Christian Dion Saelan, kebiasaan ini sebaiknya dihindari karena dapat berdampak pada kadar gula darah dan kesehatan pencernaan.
Melalui unggahan nya di media sosial @drdionsky menjelaskan bahwa setelah makan tubuh akan mulai mencerna makanan dan menyerap glukosa ke dalam aliran darah.
Pada orang dengan diabetes, proses ini sering kali menyebabkan lonjakan gula darah yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak memiliki diabetes.
Setelah makan, tubuh mulai menyerap gula ke dalam darah. Pada penderita diabetes, lonjakan gula darah setelah makan biasanya lebih tinggi,”
jelasnya.
Dr. Dee menjelaskan bahwa ketika seseorang langsung berbaring atau rebahan setelah makan, aktivitas otot menjadi sangat minim. Padahal, otot berperan penting dalam menggunakan glukosa sebagai sumber energi.
Akibatnya, penggunaan gula oleh otot berkurang sehingga kadar gula darah yang meningkat setelah makan dapat bertahan lebih lama.
Selain memengaruhi gula darah, langsung berbaring setelah makan juga dapat meningkatkan risiko gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit asam lambung.
Kondisi ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi panas di dada (heartburn), rasa asam di mulut, hingga rasa tidak nyaman setelah makan.
Alih-alih langsung tidur, dr. Dee menyarankan untuk melakukan aktivitas ringan selama sekitar 10–15 menit setelah makan. Aktivitas tersebut tidak harus berupa olahraga berat.
Beberapa contoh aktivitas yang bisa dilakukan antara lain:
- Berjalan santai selama 10–15 menit.
- Membereskan meja makan.
- Menyapu atau melakukan pekerjaan rumah ringan.
- Aktivitas lain yang membuat tubuh tetap bergerak.
Kadar Gula Darah
Menurutnya, gerakan ringan sudah cukup membantu otot menggunakan glukosa sehingga tubuh dapat mengelola kadar gula darah dengan lebih baik.
Bagi yang ingin beristirahat setelah makan, dr. Dee menyarankan untuk memberi jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum berbaring, terutama bagi orang yang memiliki riwayat asam lambung atau GERD.
Dengan memberikan waktu bagi proses pencernaan berlangsung, risiko refluks asam lambung dapat dikurangi sekaligus membantu tubuh mengatur kadar gula darah secara lebih optimal.
Di akhir penjelasannya, dr. Dee mengingatkan bahwa kebiasaan sederhana setelah makan dapat memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan metabolik.
Tubuh lebih senang diajak bergerak daripada langsung diajak tidur setelah makan,”
ujarnya.
Karena itu, setelah makan sebaiknya hindari langsung rebahan. Berikan kesempatan bagi otot untuk tetap aktif sehingga dapat membantu mengelola gula darah dan menjaga sistem pencernaan tetap bekerja dengan baik.





















