Timnas Argentina akan menghadapi Cape Verde pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel tersebut dijadwalkan berlangsung di Miami Stadium, Sabtu dini hari, 4 Juli 2026.
Di atas kertas, Argentina menjadi favorit kuat untuk melaju ke babak 16 besar. Namun, Cape Verde datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil mengejutkan sepanjang fase grup.
Laga ini mempertemukan dua tim dengan pengalaman yang sangat berbeda di ajang Piala Dunia.
Argentina telah memainkan 91 pertandingan sepanjang sejarah turnamen dan mengoleksi 50 kemenangan. Sebaliknya, Cape Verde baru menjalani tiga pertandingan pada debut mereka di Piala Dunia 2026 dan belum pernah meraih kemenangan.
Meski demikian, Blue Sharks berhasil mencuri perhatian dengan lolos ke babak gugur berkat tiga hasil imbang di Grup H.
Cape Verde mengawali turnamen dengan menahan Spanyol 0-0, kemudian bermain imbang 2-2 melawan Uruguay, sebelum kembali bermain tanpa gol saat menghadapi Arab Saudi. Raihan tersebut cukup membawa mereka melaju sebagai runner-up grup.
Tim Kejutan
Status debutan tidak membuat Cape Verde tampil inferior. Justru sebaliknya, mereka menjadi salah satu kisah paling menarik di Piala Dunia 2026.
Penampilan gemilang penjaga gawang Vozinha menjadi salah satu faktor utama keberhasilan mereka lolos ke fase gugur. Aksi penyelamatannya saat menghadapi Spanyol maupun Arab Saudi mendapat banyak pujian.
Selama fase grup, Cape Verde mencetak dua gol dan hanya kebobolan dua kali, menunjukkan pertahanan yang cukup solid. Berbeda dengan lawannya, Argentina melaju ke babak 32 besar dengan catatan sempurna.
Tim asuhan Lionel Scaloni menyapu bersih tiga pertandingan Grup J melalui kemenangan 3-0 atas Aljazair, 2-0 melawan Austria, dan 3-1 ketika menghadapi Yordania.
La Albiceleste mencetak delapan gol dan hanya sekali kebobolan, membuktikan keseimbangan permainan di sektor menyerang maupun bertahan.
Catatan tersebut membuat Lionel Messi dan rekan-rekan lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan.
Berpihak kepada Argentina
Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama sepanjang sejarah antara Argentina dan Cape Verde. Meski belum pernah bertemu, Argentina memiliki rekor yang sangat baik saat menghadapi wakil Afrika di Piala Dunia.
Tim Tango selalu menang dalam tujuh pertandingan terakhir melawan tim Afrika di ajang ini. Satu-satunya kekalahan terjadi saat menghadapi Kamerun dengan skor 0-1 pada Piala Dunia 1990.
Selain itu, sejarah juga mencatat belum pernah ada tim debutan yang mampu menyingkirkan juara bertahan pada fase gugur Piala Dunia.
Norwegia gagal melakukannya pada 1938 saat kalah dari Italia, sementara Ghana juga tersingkir dari Brasil pada Piala Dunia 2006. Fakta tersebut semakin memperkuat posisi Argentina sebagai unggulan.
Lionel Scaloni diperkirakan tetap mengandalkan formasi 4-4-2. Lionel Messi akan menjadi motor serangan bersama Lautaro Martinez di lini depan. Dukungan dari Alexis Mac Allister dan Enzo Fernandez di lini tengah diharapkan mampu menjaga dominasi penguasaan bola.
Sebaliknya, pelatih Cape Verde, Bubista, diprediksi memakai formasi 4-5-1 dengan Dailon Livramento sebagai ujung tombak. Strategi tersebut memungkinkan Blue Sharks bermain lebih rapat saat bertahan sekaligus mengandalkan transisi cepat ketika berhasil merebut bola.
Cape Verde juga berpeluang kembali menerapkan pola bertahan disiplin seperti ketika sukses menahan Spanyol tanpa gol di fase grup.
Messi Jadi Kunci
Pergerakan Messi dipastikan menjadi fokus utama pertahanan Cape Verde. Kevin Pina dan Deroy Duarte diperkirakan mendapat tugas khusus untuk mempersempit ruang gerak sang kapten Argentina agar tidak leluasa mengatur permainan.
Apabila Cape Verde mampu meredam pengaruh Messi, peluang mereka untuk mempertahankan hasil positif akan semakin besar. Jika Argentina mampu mencetak gol lebih dulu, pertandingan diperkirakan akan berjalan semakin sulit bagi wakil Afrika tersebut.
Selain Messi, Lautaro Martinez dan Julian Alvarez juga berpotensi menjadi pembeda di lini depan berkat kemampuan mereka memanfaatkan peluang di kotak penalti. Bermodal kualitas skuad, pengalaman, serta performa impresif sepanjang fase grup, Argentina diprediksi mampu mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Meski demikian, Cape Verde telah membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Bila mampu kembali tampil disiplin dan memanfaatkan serangan balik secara efektif, Blue Sharks masih memiliki peluang menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Secara keseluruhan La Albiceleste tetap lebih difavoritkan untuk keluar sebagai pemenang dan melanjutkan langkah mereka dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.
Perkiraan Susunan Pemain
Argentina (4-4-2): 23-Emiliano Martinez; 26-Nahuel Molina, 13-Cristian Romero, 6-Lisandro Martinez, 25-Facundo Medina; 7-Rodrigo De Paul, 24-Enzo Fernandez, 20-Alexis Mac Allister, 16-Thiago Almada; 22-Lautaro Martinez, 10-Lionel Messi
Pelatih: Lionel Scaloni
Cape Verde (4-5-1): 1-Vozinha; 22-Steven Moreira, 4-Pico Lopes, 3-Diney Burgos, 13-Sidny Lopes Cabral; 20-Ryan Mendes, 14-Deroy Duarte, 6-Kevin Pina, 10-Jamiro Monteiro, 17-Willy Semedo; 19-Dailon Livramento
Pelatih: Bubista
Lima Pertandingan Terakhir Argentina
- 27/06/2026 Yordania 1-3 Argentina – Piala Dunia
- 22/06/2026 Argentina 2-0 Austria – Piala Dunia
- 16/06/2026 Argentina 3-0 Aljazair – Piala Dunia
- 09/06/2026 Argentina 3-0 Islandia – Persahabatan
- 06/06/2026 Argentina 2-0 Honduras – Persahabatan
Lima Pertandingan Terakhir Cape Verde
- 26/06/2026 Cape Verde 0-0 Arab Saudi – Piala Dunia
- 21/06/2026 Uruguai 2-2 Cape Verde – Piala Dunia
- 15/06/2026 Spanyol 0-0 Cape Verde – Piala Dunia
- 06/06/2026 Cape Verde 3-0 Bermuda – Persahabatan
- 31/05/2026 Cape Verde 3-0 Serbia – Persahabatan























