Elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membeberkan rencana safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi ke Jawa Tengah. PSI punya agenda terselubung dalam safari politik Jokowi di Jateng yang dijadwalkan bulan ini.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga, menyoroti target elite PSI yang ingin menjadikan Jateng sebagai kandang partai berlogo gajah itu. Dalam politik, Jateng selama ini identik dengan basis massa kandang PDI Perjuangan (PDIP).
Menurutnya, target PSI itu tak mudah karena ada dua penyebab utama. Dia menyebut faktor pertama yakni pengaruh Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang berbeda di Jateng.
Jokowi lebih populis dan Megawati cenderung ideologis. Pengaruh Jokowi lebih personal, berbasis populis, dan berorientasi pada bantuan sosial (bansos),”
kata Jamil, dalam keterangannya, Senin, 6 Juli 2026.
Jamil menyampaikan pendekatan Jokowi lebih pragmatis dan bisa mendongkrak elektoral dalam waktu singkat. Namun pengaruh Jokowi itu tidak mengakar di masyarakat. Dia menilai, hubungan Jokowi dengan calon pemilih saat ini lebih sesaat.
Karena itu, pengaruh Jokowi akan cepat berubah bila popularitasnya meluntur dan masyarakat tidak mendapat bansos. Calon pemilih akan berpindah haluan bila mereka tak memperoleh manfaat ekonomi dari Jokowi,”
jelas Jamil.
Lebih lanjut ia menekankan, berbeda dengan pengaruh Megawati yang lebih bertumpu pada mesin ideologis dan kultural PDIP yang sudah mengakar sejak Orde Baru.
Pendekatan ini mampu menghasilkan pemilih tradisional PDIP yang memiliki loyalitas ideologis yang kuat terhadap Bung Karno dan Megawati,”
jelas eks Dekan FIKOM IISIP itu.
Bagi Jamil, Megawati punya pendekatan dengan menciptakan huhungan yang kuat dengan massa pendukungnya. Kata dia, pendekatan itu menghasilkan pendukung militan terhadap Megawati.
Para pendukung militan ini tak mudah berubah haluan. Slogan mereka, sekali mendukung Megawati, sampai mati tetap Megawati,”
tutur Jamil.
Maka itu, menurutnya dengan melihat pengaruh Jokowi dan Megawati, tampaknya sulit menggeser Jateng dari kandang banteng ke kandang gajah. Ada perbedaan level pengaruh antara figur Jokowi dan Megawati.
Pengaruh Jokowi yang populis masih sulit mengalahkan pengaruh Megawati yang ideologis di Jawa Tengah,”
jelas Jamil.
Pun, faktor kedua dinilai dari perolehan kursi DPRD Provinsi Jateng pada Pileg 2024. Dia bilang dari hasil Pileg 2024, menguatkan prediksi PSI bakal sulit menjadikan Jateng sebagai kandang gajah.
PSI hanya memperoleh dua kursi, sementara PDIP menyabet 33 kursi. Jumlah kursi yang sangat minim itu membuat PSI di Jateng hanya partai gurem,”
ujar Jamil.
Dia mengatakan demikian karena PSI menuju Pileg 2024 sudah menggunakan slogan ‘PSI partainya Jokowi’. Lalu, status Jokowi saat itu juga masih menjabat RI-1 yang memiliki modal politik, modal ekonomi, dan modal sosial.
Tapi, dari perolehan kursi PSI untuk DPRD Jateng tetap sangat sedikit.
Jadi, dari perolehan kursi itu, jelas PSI akan sulit menjadikan Jateng sebagai kandangnya bila hanya mengandalkan Jokowi. Setidaknya perkiraan itu akan berlaku hingga Pileg 2029,”
ujar Jamil.
Sebelumnya, elite PSI dengan pede menyampaikan rencana safari politik Jokowi akan berlanjut ke Jateng di pertengahan Juli. Elite PSI sesumbar siap menjadikan Jateng sebagai kandang partai berlambang gajah itu.
























