Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 29 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • KPK
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Slow Eating Bikin Cepat Kenyang, Benarkah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Hype

Slow Eating Bikin Cepat Kenyang, Benarkah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
Last updated: Juli 10, 2026 7:21 pm
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Hilwa Urwatul
ByHilwa Urwatul Wutsqa
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang hadir di OWRITE untuk meramu isu-isu sosial menjadi bacaan yang ringan dan relatable.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi seorang wanita saat menikmati makanan
Ilustrasi seorang wanita saat menikmati makanan (Foto: Istimewa)
SHARE

Kebiasaan makan terlalu cepat ternyata bisa membuat seseorang mengonsumsi lebih banyak kalori tanpa disadari.

Sebaliknya, metode slow eating atau makan secara perlahan disebut mampu membantu tubuh merasa kenyang lebih cepat sekaligus mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi.

Informasi ini juga dibagikan oleh akun edukasi kesehatan @jeerowan, yang mengutip hasil penelitian dari Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics.

Studi tersebut menunjukkan bahwa makan dengan tempo lebih lambat dapat membantu mengurangi rasa lapar dan meningkatkan rasa kenyang.

Baca juga:
Jangan Remehkan Lidah Buaya! Ini 7 Manfaatnya untuk Kulit, Gula… Lidah buaya (Aloe vera) telah lama dikenal sebagai tanaman herbal yang dimanfaatkan…
Sering Dianggap Sama, Ternyata Kefir dan Yogurt Punya Perbedaan Ini Kefir dan yogurt sama-sama dikenal sebagai minuman fermentasi yang kaya akan probiotik…
Deretan Buah yang Cocok Dikonsumsi Saat Berbuka Puasa Setelah seharian menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan yang mampu mengembalikan…
  • Jangan Remehkan Lidah Buaya! Ini 7 Manfaatnya untuk Kulit, Gula Darah hingga…
  • Sering Dianggap Sama, Ternyata Kefir dan Yogurt Punya Perbedaan Ini
  • Deretan Buah yang Cocok Dikonsumsi Saat Berbuka Puasa

Alasan utamanya berkaitan dengan cara kerja otak dan sistem pencernaan. Setelah makanan masuk ke lambung, tubuh membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak.

Jika seseorang makan terlalu cepat, makanan yang dikonsumsi bisa jauh lebih banyak sebelum otak menyadari bahwa tubuh sebenarnya sudah kenyang.

Akibatnya, asupan kalori menjadi lebih tinggi dibandingkan kebutuhan tubuh. Kondisi ini dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan apabila terjadi secara terus-menerus.

Sebaliknya, dengan memperlambat kecepatan makan, tubuh memiliki waktu yang cukup untuk mengenali sinyal kenyang.

Hal tersebut membuat seseorang cenderung berhenti makan lebih cepat tanpa merasa tersiksa atau kelaparan.

Resep Udang Goreng Bihun, Menu Pelengkap Malam Tahun Baru

Selain membantu mengontrol porsi makan, kebiasaan slow eating juga dapat membuat proses makan terasa lebih menyenangkan karena seseorang lebih fokus menikmati rasa, aroma, dan tekstur makanan.

Meski demikian, slow eating bukanlah cara instan untuk menurunkan berat badan. Pola makan ini akan memberikan manfaat maksimal jika dipadukan dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang rutin, serta gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Melansir dari website Precision nutrition, berikut beberapa tips Menerapkan Slow Eating

  • Pilih makanan yang tinggi serat agar dapat dikunyah lebih lama.
  • Kunyah makanan sekitar 20–30 kali sebelum ditelan.
  • Letakkan sendok atau garpu sejenak di sela-sela suapan.
  • Hindari makan sambil bermain ponsel atau menonton agar lebih fokus.
  • Nikmati setiap gigitan dan makan tanpa terburu-buru.
  • Berikan waktu sekitar 20 menit untuk menyelesaikan satu kali makan.

Tag:Cepat KenyangCepat LaparMakan PelanPencernaan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hilwa Urwatul
ByHilwa Urwatul Wutsqa
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang hadir di OWRITE untuk meramu isu-isu sosial menjadi bacaan yang ringan dan relatable.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Siap-Siap! Tak Hanya BBM, Beli LPG 3 Kg Bakal Diatur Berdasarkan Desil DTSEN
By Natania Longdong
Tumpukan tabung gas elpiji 3 kg di Lumajang, Jawa Timur. (Sumber: Antara Foto/Irfan Sumanjaya/wsj)
1
Sopir Pickup Nekat Terobos DPR Saat Demo, Polisi Temukan Senjata Tajam di Dalam Mobil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi tersangka kejahatan dengan tangan terborgol.
2
Demo Rusuh di Sekitar DPR, Polisi Ungkap Kerusakan dan Mulai Lakukan Inventarisasi
By Rahmat Tunny
Massa melakukan aksi anarkis usai demonstrasi di depan DPR.
3
Akun WhatsApp Tiba-tiba Kena Blokir Massal, Ini Pengakuan Mengejutkan dari Meta
By Ani Ratnasari
Ilustrasi WhatsApp diblokir.
4
Demo Berujung Perusakan CCTV di Jakarta, Pemprov DKI Beri Peringatan Tegas ke Pelaku Aksi Anarkis
By Rika Pangesti
Kendaraan dibakar massa usai menggelar aksi di depan gedung DPR di kawasan Pejompongan, Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Pempek dengan berbagai jenis
Hype

Pempek, dari Nama Menjadi Kuliner Ikonik Palembang

Pempek menjadi salah satu kuliner khas Palembang, Sumatera Selatan, yang mudah ditemukan…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Ilustrasi spa
Hype

Tak Sekadar Memanjakan Tubuh, Ini Manfaat Body Spa bagi Kesehatan

Padatnya aktivitas sehari-hari dapat membuat tubuh terasa lelah, pegal, hingga sulit rileks.…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
Rompi ADAPT-V buatan mahasiswa Universitas Brawijaya.
Hype

Mahasiswa UB Ciptakan Rompi Pintar yang Bisa Redam Tantrum Anak Autisme

Lima mahasiswa Universitas Brawijaya mengembangkan ADAPT-V, rompi pintar berbasis Deep Pressure Therapy…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
21 jam lalu
Labu Kuning
Hype

Delapan Superfood Asli Indonesia yang Mulai Mendunia, Nomor 1 Sering Dikira Tanaman Liar!

Siapa bilang kalau superfood itu hanya bisa diperoleh dari bahan-bahan impor yang…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
23 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up