Pernah nggak waktu di tongkrongan kamu ngerasa paling sehat karena nggak pernah ngerokok? Eits jangan salah, karena faktanya nggak ngerokok bukan berarti auto bebas dari bahaya rokok, lho.
Kalau tiap hari kamu nongkrong di dekat orang yang merokok, tanpa sadar ternyata kamu sudah jadi “korban” asap rokok, yang efeknya nggak kalah serem daripada yang pegang rokok.
Yup, perokok pasif itu nyata. Bahkan dalam beberapa kasus risikonya nggak kalah serius dibanding orang yang merokok langsung.
Kenapa Asap Roko Berbahaya?
Setiap kali seseorang menyalakan rokok, asapnya bakal menyebar ke mana-mana. Mau di kafe, tongkrongan, halte, atau bahkan di rumah, orang-orang disekitarnya auto ikut menghirup asap tersebut.
Menurut Halodoc, asap rokok mengandung lebih dari 7.000 zat kimia dan sekitar 250 di antaranya beracun serta lebih dari 50 diantaranya bisa memicu kanker.
Yang bikin makin zonk, asap yang keluar dari ujung rokok justru nggak melewati filter. Jadi, kandungan zat berbahayanya bisa lebih tinggi dibanding asap yang dihirup si perokok.
Apa Efeknya?
Jangan kira efek asap rokok baru terasa puluhan tahun kemudian. Faktanya, beberapa menit setelah dihirup kadang tubuh langsung mulai bereaksi.
Paparan asap rokok bisa membuat pembuluh darah terganggu, meningkatkan risiko pembekuan darah, sampai mempengaruhi detak jantung.
American Cancer Society juga menyebut asap rokok dapat membuat darah lebih lengket dan meningkatkan kolesterol jahat (LDL). Kalau dibiarkan terus-menerus, risikonya bisa mengarah ke serangan jantung hingga stroke.
Makanya, jangan cuma mikir, “Ah, cuma ngirup dikit.” Karena kalau tiap hari dikit-dikit itu lama-lama numpuk juga.
Siapa yang Paling Rentan?
Kalau kamu punya adik kecil atau ada ibu hamil di rumah, usahakan mereka jauh dari asap rokok.
Soalnya, anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Mereka bernapas lebih cepat, sehingga zat berbahaya dari asap rokok lebih mudah masuk ke tubuh.
Dampaknya bisa berupa asma yang makin sering kambuh, bronkitis, pneumonia, infeksi telinga, bahkan meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
Sementara pada ibu hamil, paparan asap rokok bisa meningkatkan risiko bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, hingga mengganggu perkembangan janin.
Gimana Biar Nggak Jadi Korban Asap Rokok?
Jawaban paling simpel adalah jangan kelamaan di dekat orang yang lagi ngerokok.
Kalau lagi nongkrong dan teman mulai nyalain rokok, nggak ada salahnya geser tempat. Rumah juga sebaiknya dijadikan area bebas asap rokok, apalagi kalau ada anak kecil atau ibu hamil.
Kalau terpaksa berada di lingkungan yang banyak asap rokok, pakai masker dan jangan lupa banyak minum air putih supaya tenggorokan tetap terjaga.
Nggak ngerokok memang keputusan yang bagus. Tapi kalau tiap hari masih jadi penonton VIP asap rokok orang lain, tubuhmu tetap bisa kena imbasnya.
Jadi, mulai sekarang jangan cuma fokus bilang “gue nggak ngerokok”. Yang nggak kalah penting adalah menghindari paparan asap rokok. Karena tubuhmu tetap bisa kena “damage” dari asap rokok meski rokoknya bukan kamu yang nyalain.





















