Pertemuan Inggris melawan Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 dipastikan kembali menghidupkan salah satu rivalitas paling panas dalam sejarah sepak bola dunia.
Kedua tim tersebut dijadwalkan bentrok di Stadion Atlanta, Kamis, 16 Juli 2026, untuk memperebutkan satu tiket menuju partai final.
Duel kedua negara tidak hanya menghadirkan persaingan memperebutkan kemenangan, tetapi juga menyimpan banyak kisah dramatis yang terus dikenang hingga kini.
Berikut kejadian ikonik Inggris-Argentina yang menjadi legenda persepakbolaan dunia:
1. Gol “Tangan Tuhan” Diego Maradona
Momen paling terkenal dalam sejarah pertemuan Inggris dan Argentina terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Stadion Azteca, Meksiko.
Saat skor masih imbang tanpa gol, Diego Maradona berhasil menjebol gawang Peter Shilton melalui gol kontroversial yang kemudian dikenal sebagai “Tangan Tuhan”. Maradona memukul bola menggunakan tangan kirinya sebelum bola masuk ke gawang.
Meski para pemain Inggris melayangkan protes, wasit tetap mengesahkan gol tersebut. Hingga kini, insiden itu masih menjadi salah satu kontroversi terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.
2. Gol Abad Ini dari Diego Maradona
Masih dalam pertandingan yang sama, Maradona kembali mencuri perhatian lewat gol spektakuler yang kemudian dinobatkan sebagai “Gol Abad Ini” oleh FIFA pada 2002.
Sang legenda menggiring bola dari area tengah lapangan, melewati lima pemain Inggris—Glenn Hoddle, Peter Beardsley, Terry Butcher, Terry Fenwick, dan Peter Shilton—sebelum menceploskan bola ke gawang.
Gol individu tersebut hingga kini masih dianggap sebagai salah satu gol terbaik yang pernah tercipta di panggung Piala Dunia.
3. Kartu Merah Becks dan Kekalahan Tiga Singa
Drama kembali tersaji saat Inggris menghadapi Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 1998.
Pertandingan berlangsung sengit dengan skor 2-2 hingga babak kedua. Namun, situasi berubah ketika David Beckham mendapat kartu merah setelah menendang Diego Simeone saat terjatuh di lapangan.
Meski mampu memaksakan pertandingan hingga adu penalti, Inggris akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 4-3 melalui babak tos-tosan.
Insiden tersebut membuat Beckham menerima kritik keras dari publik Inggris selama bertahun-tahun.
4. Michael Owen Gebrak Panggung Dunia
Di balik drama kartu merah Beckham, laga Piala Dunia 1998 juga menjadi panggung lahirnya bintang muda Inggris, Michael Owen.
Saat Inggris sempat tertinggal, Owen mencetak gol spektakuler melalui aksi solo yang memanfaatkan kecepatan luar biasanya. Bek Argentina seperti Nelson Vivas, Jose Chamot, dan Roberto Ayala dibuat kewalahan menghentikan laju penyerang muda Liverpool tersebut.
Gol itu menjadi titik awal ketenaran Owen di level internasional sebelum akhirnya meraih Ballon d’Or pada 2001.
5. Penebusan Beckham
Empat tahun setelah kegagalan pahit di Prancis, David Beckham berhasil membalas kekecewaannya saat Inggris kembali bertemu Argentina pada fase grup Piala Dunia 2002.
Kapten The Three Lions tersebut mencetak satu-satunya gol pertandingan melalui eksekusi penalti pada menit ke-44 yang memastikan kemenangan 1-0 untuk Inggris.
Gol tersebut menjadi simbol penebusan Beckham setelah sebelumnya menjadi sasaran kritik akibat kartu merah yang diterimanya di Piala Dunia 1998. Berkat kepemimpinannya, Inggris berhasil bangkit dan kembali tampil kompetitif di level dunia.
Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, Inggris dan Argentina kembali dipertemukan di semifinal Piala Dunia 2026. Laga kali ini dipastikan akan menghadirkan babak baru dari rivalitas panjang kedua negara.
Dengan sejarah yang penuh drama, kontroversi, dan momen legendaris, duel di Stadion Atlanta berpotensi kembali menghadirkan kisah yang akan dikenang oleh pencinta sepak bola dunia.























