Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Kamis pagi, 16 Juli 2026. Rupiah turun 0,01 persen atau 41 poin ke level Rp18.070 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan rupiah akan menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini karena data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah setelah data inflasi produsen AS yang lebih lemah dari perkiraan,”
ujar Lukman kepada Owrite pada Kamis, 16 Juli 2026.
Konflik Kumat
Lukman menuturkan penguatan rupiah ini akan terbatas karena memanasnya konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran.
“Penguatan akan terbatas oleh geopolitik Timur Tengah yang masih memanas,”
kata dia.
Perihal pelemahan rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini, Lukman mengatakan hal itu karena data inflasi dan ketegangan konflik yang cukup seimbang.
“Karena kedua faktor cukup seimbang, rupiah diperkirakan cenderung datar walau potensi penguatan lebih besar,”
tutur dia.
Dengan demikian, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan menguat Rp18.000 per dolar AS hingga Rp18.100 per dolar AS.

























