Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia. Data GLOBOCAN mencatat terdapat 408.661 kasus baru kanker dengan 242.988 kematian setiap tahun.
Bahkan, lebih dari 80 persen pasien baru terdiagnosis saat penyakit telah memasuki stadium lanjut, sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih kecil.
Berdasarkan data GLOBOCAN, jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan adalah kanker payudara dan kanker serviks. Sementara pada laki-laki didominasi kanker paru dan kanker kolorektal.
Lantas apa sih penyakit kanker itu? Berikut penyebab, faktor risiko, dan cara mecegahnya seperti dilansir dari laman Rumah Sakit Siloam.
Apa Itu Kanker?
Kanoer merupakan penyakit yang terjadi karena sel
tumbuh secara abnormal dan tidak terkendali di dalam tubuh. Pertumbuhan sel kanker ini bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, mulai dari kulit, mata, paru-paru, hingga organ intim.
Ada beberapa jenis kanker yang paling umum terjadi, yaitu kanker payudara, kanker paru-paru, kanker usus besar, dan kanker prostat.
Penyebab Kanker
Kanker disebabkan oleh mutasi genetik pada sel di dalam tubuh. Namun, masih belum diketahui secara pasti apa pemicu mutasi genetik tersebut.
Meski demikian, perlu diketahui faktor risiko yang membuat seseorang terserang kanker, yaitu faktor internal dan eksternal.
Faktor Risiko Internal Kanker
Kanker sering dikaitkan dengan penyakit genetik. Di mana ketika seseorang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit kanker maka akan berisiko lebih tinggi untuk mengalami kanker dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kanker.
Faktor Risiko Eksternal Kanker
Sedangakn faktor eksternal biasanya disebabkan oleh lingkungan sekitar dan juga pola hidup. Faktor-faktornya antara lain:
- Paparan sinar sinar ultraviolet dan radiasi pengion (gelombang elektromagnetik).
- Paparan senyawa arsenik, kandungan tembakau dalam rokok, alkohol, nikotin, dan benzidin.
- Infeksi bakteri atau virus tertentu, seperti virus HPV, hepatitis B, atau hepatitis C. Faktor Risiko Kanker Lainnya
Selain faktor internal dan eksternal, kanker juga bisa dipicu oleh penyakit tertentu seperti mengidap penyakit yang menyebabkan sistem imun tubuh melemah, seperti HIV/AIDS, sehingga mudah terkena infeksi virus yang dapat berujung kanker. Dan juga mengidap sindrom Lynch.
Gejala Kanker
Gejala kanker cukup bervariasi, tergantung pada jenis kanker serta bagian tubuh yang terdampak. Namun, beberapa gejala umum dari kanker adalah sebagai berikut:
- Terdapat benjolan pada sekitar bagian tubuh yang terdampak.
- Berat badan naik atau turun secara drastis.
- Perubahan warna atau tekstur kulit.
- Mudah lelah.
- Kesulitan bernapas.
- Nyeri otot dan sendi.
- Luka yang tidak kunjung sembuh.
- Keluarnya cairan tidak normal dari tubuh.
Pengobatan Kanker
Biasanya, metode pengobatan kanker akan disesuaikan dengan jenis kanker, tingkat keparahan, efek samping, serta kondisi pasien. Beberapa tindakan medis yang umum dilakukan untuk mengobati kanker di antaranya:
- Operasi
Operasi dilakukan dengan membedah tubuh pasien untuk mengangkat jaringan kanker. Tindakan ini biasanya dipilih untuk mengatasi kanker stadium awal.
- Kemoterapi
Kemoterapi dilakukan dengan memasukkan obat-obatan ke dalam tubuh pasien melalui intravena atau oral. Perawatan kemoterapi ini bertujuan untuk mengecilkan ukuran serta membunuh sel kanker di dalam tubuh.
- Radioterapi
Radioterapi merupakan tindakan medis yang menggunakan sinar X dan proton untuk menghancurkan sel kanker di dalam tubuh. Perawatan radioterapi biasanya dilakukan bersamaan dengan kemoterapi untuk meningkatkan efektivitasnya. Perawatan radioterapi ini juga sering dilakukan setelah tindakan operasi untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker.
- Terapi bertarget
Terapi bertarget (targeted therapy) adalah metode pengobatan dengan memberikan obat kanker yang berfokus pada kelemahan dari sel kanker secara spesifik tanpa merusak sel-sel sehat di sekitarnya.
- Perawatan paliatif
Perawatan ini ditujukan kepada pasien dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengikuti pengobatan kanker yang ada.
Pada pasien dengan kondisi kanker stadium akhir atau kanker yang sudah menyebar ke jaringan atau organ tubuh lain. Tujuannya untuk memperbaiki kualitas hidup pasien.
Cara Mencegah Kanker
Kanker sendiri bisa dicegah dengan menghindari serta mengontrol faktor pemicunya. Adapun cara yang bisa dilakukan, seperti:
- Menjaga berat badan ideal
- Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang
- Berhenti merokok
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol
- Rutin berolahraga
- Menggunakan tabir surya untuk menghindari paparan radiasi dari sinar matahari
- Melakukan vaksinasi lengkap secara berkala
Pengendalian Kanker oleh Kementerian Kesehatan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kunci utama dalam pengendalian kanker adalah diagnosis dan pengobatan sedini mungkin.
Menurutnya, pasien yang terdeteksi pada stadium awal memiliki peluang sembuh yang jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang baru mengetahui penyakitnya saat sudah memasuki stadium tiga atau empat.
Kunci utama penanggulangan kanker adalah deteksi cepat dan pengobatan cepat. Jika diketahui pada stadium satu, peluang kesembuhan dengan teknologi yang ada saat ini sangat tinggi,”
ujar Budi dalam Indonesia-China Cancer Forum (ICCF) 2026 di Jakarta, Minggu (12/7).
Budi juga mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat berusia 40 tahun ke atas yang memiliki risiko tinggi sebagai salah satu langkah memperkuat deteksi dini kanker.
Untuk memperluas akses layanan, Kemenkes mulai mengurangi sentralisasi pelayanan kanker yang selama ini terkonsentrasi di kota-kota besar.
Sebanyak 10.000 Puskesmas kini dilengkapi mesin X-ray digital dan alat ultrasonografi (USG) berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu mendeteksi kanker paru dan benjolan pada payudara.
Selain itu, layanan tes HPV DNA juga disiapkan di fasilitas kesehatan primer untuk mendeteksi risiko kanker serviks.
Di tingkat rujukan, Kemenkes menargetkan seluruh 514 kabupaten/kota memiliki layanan CT scan. Pemerintah juga berencana menyediakan 60 alat PET scan pada 2028, memperluas layanan kemoterapi di 500 kabupaten/kota, serta membangun fasilitas terapi proton pertama di RS Kanker Dharmais.
Selain memperkuat infrastruktur, pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga medis. Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Arianti Anaya mengatakan kebutuhan dokter spesialis onkologi akan dipenuhi melalui program Fellowship dan Advanced Clinical Training sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada jalur pendidikan spesialis yang membutuhkan waktu lebih lama.
Sebagai strategi jangka panjang, Kemenkes telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker 2024–2034 dan tengah mengintegrasikan data registri kanker nasional ke dalam laporan global WHO.
Ke depan, layanan kanker di Indonesia juga akan mengarah pada penerapan precision medicine atau kedokteran genomik, sehingga tes genetik untuk mendeteksi risiko kanker dapat dilakukan lebih dini di layanan kesehatan.




















