Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 16 Juli 2026. Bahkan, rupiah sudah tidak lagi bertahan di level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Untuk rupiah tercatat berotot sebesar 0,45 persen atau 82 poin ke level Rp17.986 per dolar AS. Sedangkan IHSG menguat 1,10 persen ke level 6.108.
Berdasarkan data penutupan perdagangan hari ini, rupiah bersama sejumlah mata uang Asia kompak menguat diantaranya Dolar Singapura (SGD) menguat 0,02 persen, Yen Jepang (JPY) menguat 0,05 persen, Peso Filipina (PHP) 0,09 persen, Baht Thailand (THB) 0,10 persen, Ringgit Malaysia (MYR) 0,14 persen, dan Won Korea (KRW) 0,48 persen.
Alasan Penguatan
Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan menguatnya rupiah ini karena indeks dolar AS yang melemah imbas harga produsen yang turun 0,03 persen pada Juni 2026, menyusul data inflasi konsumen yang lebih rendah awal pekan ini.
Laporan berturut-turut tersebut memperkuat tanda-tanda bahwa tekanan harga yang mendasarinya mereda dan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang akan segera terjadi,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya Kamis, 16 Juli 2026.
Sedangkan dari dalam negeri, Ibrahim mengatakan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah fiskal dan pasar untuk mengendalikan inflasi.
Sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga laju inflasi, terutama dari komponen harga pangan bergejolak atau volatile food, serta sejumlah biaya produksi yang berpotensi mendorong kenaikan harga barang,”
katanya.


372 Saham Menguat
Sementara itu, untuk nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp13,3 triliun dengan melibatkan 30,2 miliar saham dalam 2,3 juta kali transaksi. Sebanyak 372 saham naik, 185 tidak bergerak, dan 238 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami kenaikan tertinggi atau top gainer diantaranya:
- PT First Media Tbk (KBLV) menguat 27,06 persen ke Rp108
- PT Citatah Tbk (CTTH) naik 25,69 persen ke Rp137
- PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) menguat 24,75 persen ke Rp1.235
Sedangkan saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) amblas 14,74 persen ke Rp266
- PT Remala Abadi Tbk (DATA) anjlok 9,80 persen ke Rp2.210
- PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) melemah 9,86 persen ke Rp560























