Kalau kamu sering main TikTok atau Instagram, pasti pernah ada fase pengen jadi clean girl. Bangun pagi, skincare rapi, slick back bun, outfit warna netral, pokoknya hidup kelihatan estetik banget.
Belum sempat konsisten, eh timeline udah pindah ngomongin that girl, it girl, office siren, sampai berbagai aesthetic baru yang rasanya muncul tiap minggu.
Jadi… kenapa sih tren aesthetic sekarang cepet banget lewat?
Algoritma Suka Hal Baru
Media sosial hidup dari sesuatu yang fresh. Semakin banyak orang mengikuti satu tren, semakin cepat juga orang mulai bosan.
Makanya, begitu satu aesthetic mulai ramai, content creator lain langsung mencari gaya baru yang lebih unik supaya tetap menarik perhatian. Siklusnya terus berulang.
Semua Orang Pengen Punya “Main Character Moment“
Aesthetic sebenarnya bukan cuma soal pakaian atau makeup. Banyak orang suka karena aesthetic bisa jadi cara mengekspresikan diri.
Masalahnya, ketika semua orang mulai memakai gaya yang sama, rasa “unik”-nya jadi hilang. Akhirnya muncul tren baru lagi yang dianggap lebih fresh.
Kita Jadi Mudah FOMO
Pernah nggak baru beli outfit karena lagi viral, terus dua bulan kemudian rasanya udah nggak hype lagi?
Welcome to the club.
Media sosial bikin kita terus melihat orang-orang dengan gaya yang berbeda setiap hari. Tanpa sadar, kita ikut merasa harus update terus supaya nggak ketinggalan tren.
Sekarang Orang Mulai Pilih “Personal Style“
Kabar baiknya, belakangan makin banyak Gen Z yang mulai capek ngejar aesthetic.
Daripada terus ganti gaya setiap ada tren baru, banyak yang lebih memilih membangun personal style. Mereka tetap mengambil inspirasi dari internet, tapi disesuaikan dengan kepribadian, budget, dan kenyamanan masing-masing.
Jadinya, nggak harus selalu terlihat seperti Pinterest board yang hidup.
Nggak Ada Salahnya Ikut Tren
Ikut aesthetic sebenarnya sah-sah aja. Seru juga kok buat eksplor gaya baru.
Tapi, jangan sampai kamu merasa harus membeli semuanya atau mengubah diri cuma karena algoritma lagi suka tren tertentu.
Kalau ternyata kamu masih nyaman pakai outfit yang sama sejak era clean girl, ya kenapa nggak?
Intinya…
Tren seperti clean girl, that girl, atau it girl datang dan pergi dengan cepat karena media sosial memang selalu mencari hal baru. Yang viral hari ini bisa saja tergantikan minggu depan.
Daripada capek mengejar semua tren, mungkin sekarang waktunya bikin versi aesthetic kamu sendiri. Soalnya, gaya yang paling keren biasanya bukan yang paling viral, tapi yang paling bikin kamu nyaman jadi diri sendiri.
Jangan lupa follow Instagram @sefruitmedia dan share artikel ini buat artikel seru lainnya seputar tren Gen Z, lifestyle, dan internet culture yang lagi ramai dibahas!










