Air Fryer menjadi salah satu peralatan dapur yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Alat ini diklaim mampu menghasilkan makanan yang renyah seperti digoreng, tetapi dengan penggunaan minyak yang jauh lebih sedikit.
Meski air fryer dapat membantu mengurangi penggunaan minyak dan asupan lemak, tingkat kesehatan makanan yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh jenis bahan yang dimasak, cara pengolahan, serta pola makan secara keseluruhan.
Agar tidak salah kaprah, dilansir dari laman Halodoc (29 Januari 2026), simak penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan memasak menggunakan air fryer berikut ini.
Apa Itu Air Fryer?
Air fryer adalah inovasi peralatan dapur untuk memasak makanan menggunakan sirkulasi udara panas berkecepatan tinggi sehingga menghasilkan tekstur renyah layaknya digoreng, tetapi dengan penggunaan minyak yang sangat sedikit atau bahkan tanpa minyak sama sekali.
Air fryer bekerja dengan elemen pemanas dan kipas yang mengedarkan udara panas secara merata hingga suhu sekitar 200°C. Teknologi ini menciptakan efek pencokelatan (reaksi Maillard) pada permukaan makanan sehingga bagian luar menjadi garing, sementara bagian dalam tetap matang.
Kelebihan Menggunakan Air Fryer
Makanan yang dihasilkan umumnya memiliki kandungan lemak lebih rendah dibandingkan hasil deep frying. Beberapa penelitian menunjukkan kandungan lemak pada makanan yang dimasak dengan air fryer dapat berkurang hingga sekitar 70 persen dibandingkan metode menggoreng biasa.
Selain itu, air fryer juga lebih praktis karena mudah digunakan dan dibersihkan. Risiko terkena cipratan atau tumpahan minyak panas juga lebih kecil sehingga lebih aman digunakan di rumah.
Alat ini pun cukup serbaguna untuk mengolah berbagai jenis makanan, mulai dari kentang goreng, ayam, ikan, sayuran, hingga beberapa jenis kue. Meski demikian, manfaat kesehatan tersebut tetap bergantung pada jenis makanan yang dimasak.
Kekurangan Menggunakan Air Fryer
Dibandingkan dengan deep frying, proses memasaknya membutuhkan waktu lebih lama karena perpindahan panas tidak secepat makanan yang langsung terendam minyak panas. Air fryer juga memerlukan daya listrik yang relatif tinggi.
Selain itu, beberapa kandungan vitamin, seperti vitamin E dan vitamin C, dapat lebih tinggi pada makanan yang diolah dengan deep frying karena dipengaruhi oleh minyak goreng yang digunakan.
Kapasitas air fryer umumnya lebih kecil dibandingkan penggorengan biasa sehingga kurang praktis jika memasak dalam jumlah banyak dan sering kali harus dilakukan secara bertahap. Perlu diketahui pula bahwa tidak semua jenis makanan cocok dimasak menggunakan air fryer.
Makanan yang Bisa Diolah dengan Air Fryer
Berbagai jenis bahan makanan dapat diolah menggunakan air fryer, seperti ayam, kentang, ikan, daging sapi, udang, nugget, dan makanan beku lainnya, serta tahu dan tempe. Selain itu, air fryer juga cocok digunakan untuk memanggang sayuran, roti, pastry, hingga beberapa jenis kue.
Makanan yang Kurang Cocok Dimasak dengan Air Fryer
Meski serbaguna, tidak semua makanan cocok dimasak menggunakan air fryer. Beberapa jenis makanan justru dapat menghasilkan tekstur yang kurang baik atau mengotori alat, seperti:
- Makanan dengan adonan basah, misalnya pisang goreng atau ayam berbalut tepung cair, karena adonan dapat menetes sebelum mengeras.
- Sayuran berdaun tipis, seperti bayam atau kangkung, yang mudah beterbangan akibat hembusan udara panas.
- Makanan berkuah, seperti sup atau semur, karena air fryer bukan alat untuk merebus.
- Popcorn, karena tidak semua biji jagung dapat matang merata dan berisiko tersangkut pada elemen pemanas.
- Nasi atau pasta yang belum dimasak, karena air fryer tidak menggunakan air untuk proses pemasakan.
- Makanan berlapis keju dalam jumlah banyak, sebab keju dapat meleleh dan menetes ke dasar keranjang sehingga sulit dibersihkan.
Air fryer dapat menjadi pilihan alat memasak yang lebih sehat karena mampu mengurangi penggunaan minyak dan kandungan lemak pada makanan. Namun, manfaat tersebut tidak hanya ditentukan oleh alat yang digunakan, melainkan juga bergantung pada jenis, cara pengolahan, hingga pola makan teratur.





















