Banyak orang memilih telur ayam berdasarkan ukurannya. Tak sedikit yang menganggap telur berukuran besar memiliki kandungan gizi lebih tinggi, kualitas lebih baik, bahkan lebih aman dikonsumsi dibandingkan telur berukuran kecil.
Namun, benarkah anggapan tersebut?
Faktanya, ukuran telur tidak menentukan kualitas maupun nilai gizinya. Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Niken Ulupi, menegaskan bahwa telur berukuran besar maupun kecil sama-sama aman dikonsumsi selama berasal dari ayam yang sehat, diberi pakan berkualitas, serta diolah dengan cara yang benar.
Selain ukuran, harga telur besar yang terkadang lebih murah dibandingkan telur kecil juga kerap memunculkan anggapan bahwa kualitasnya lebih rendah.
Padahal, kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh pola belanja masyarakat dan sistem penjualan telur di Indonesia yang umumnya menggunakan satuan kilogram.
Ukuran Telur Bukan Penentu Kualitas
Prof. Niken menjelaskan, sebagian besar konsumen telur di Indonesia berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah yang lebih memilih telur berukuran kecil. Alasannya, dalam satu kilogram telur kecil jumlah butirnya lebih banyak dibandingkan telur besar.
Sebagian besar konsumen telur ayam di masyarakat merupakan golongan ekonomi menengah ke bawah. Mereka menginginkan telur ukuran kecil agar dalam satu kilogram bisa berisi 16 butir atau lebih, sehingga telur berukuran besar kurang diminati. Hal inilah yang menyebabkan harganya relatif lebih murah,”
jelasnya.
Menurut Prof. Niken, baik telur besar maupun kecil tetap memiliki kualitas yang baik apabila dihasilkan oleh ayam yang sehat dan dipelihara dengan manajemen yang baik. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir memilih telur hanya berdasarkan ukurannya.
Warna Cangkang Bukan Penentu
Tak hanya ukuran, warna cangkang telur juga sering dikaitkan dengan kualitas. Ada anggapan telur berwarna cokelat lebih bergizi dibandingkan telur bercangkang putih.
Padahal, Prof. Niken menjelaskan warna kerabang telur ditentukan oleh faktor genetik dari strain ayam dan ketersediaan pigmen dalam pakan.
Sementara itu, ukuran telur dipengaruhi oleh faktor genetik, kecukupan nutrisi, manajemen pemeliharaan, hingga umur ayam. Ayam yang baru mulai bertelur umumnya menghasilkan telur berukuran lebih kecil, sedangkan ukurannya akan membesar seiring bertambahnya usia.
Cara Memilih Telur Berkualitas
Daripada terpaku pada ukuran atau warna cangkang, masyarakat sebaiknya memperhatikan kondisi fisik telur saat membeli. Pilih telur dengan kerabang yang halus, bersih, warnanya merata, tidak retak atau pecah, serta memiliki bentuk oval yang normal.
Jika tersedia lampu peneropong di tempat penjualan, pilih telur yang memiliki kantong udara kecil di bagian ujung tumpulnya.
Selain itu, usahakan membeli telur yang masih segar karena kualitasnya lebih baik dibandingkan telur yang telah lama disimpan, terutama pada suhu ruang.
Telur yang aman dikonsumsi adalah telur yang dihasilkan dari ayam sehat, telur yang baru dihasilkan, serta telur yang diolah secara benar dan sehat,”
pungkas Prof. Niken.


















