Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Di Balik Harga Murah Fast Fashion, Ada Ancaman Besar bagi Lingkungan
Hype

Di Balik Harga Murah Fast Fashion, Ada Ancaman Besar bagi Lingkungan

Ossid Duha Jussas SalmaHardani Triyoga
Last updated: Juli 22, 2026 1:30 am
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi limbah tekstil akibat fast fashion (unsplash engin akyurt)
Ilustrasi limbah tekstil akibat fast fashion (Foto: unsplash engin akyurt)
SHARE

Pakaian murah dengan model yang selalu mengikuti tren membuat produk fast fashion semakin diminati. Koleksi yang terus berganti serta harga yang terjangkau mendorong banyak orang membeli pakaian baru lebih sering.

Namun, di balik kemudahan tersebut, industri fast fashion menyimpan dampak lingkungan yang tidak kecil. Mulai dari meningkatnya limbah tekstil, tingginya emisi karbon, hingga pencemaran mikroplastik menjadi persoalan yang kini mendapat perhatian di berbagai negara.

Salah satu tantangan terbesar dari industri fast fashion adalah meningkatnya jumlah limbah tekstil. Banyak pakaian diproduksi untuk mengikuti tren sesaat sehingga umur pemakaiannya relatif singkat sebelum akhirnya dibuang.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan, limbah tekstil di Indonesia diproyeksikan mencapai 3,5 juta ton pada 2030 apabila tidak diimbangi pengelolaan yang lebih baik.

Baca juga:
Jalar Karhutla Kian Kritis: Puan Desak Penanganan Satu Kendali dan… Seiring kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin kritis di berbagai…
Pabrik BYD Subang Jadi Mesin Lapangan Kerja, Bidik 20 Ribu… Kehadiran pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, tidak hanya berkaitan dengan peningkatan…
Tarif Impor Anjlok ke 6,1 Persen, Kanada Buka "Karpet Merah"… Pasar otomotif Kanada semakin terbuka bagi kendaraan yang diproduksi di China. Mulai…
  • Jalar Karhutla Kian Kritis: Puan Desak Penanganan Satu Kendali dan Hentikan Siklus…
  • Pabrik BYD Subang Jadi Mesin Lapangan Kerja, Bidik 20 Ribu Karyawan
  • Tarif Impor Anjlok ke 6,1 Persen, Kanada Buka "Karpet Merah" bagi Mobil…

Masalah serupa juga terjadi secara global. Ellen MacArthur Foundation (2017) mencatat sekitar 92 juta ton limbah tekstil dihasilkan setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian besar limbah tersebut berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar.

Selain volume limbah yang besar, banyak produk fast fashion menggunakan serat sintetis seperti polyester yang membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai secara alami.

Dampak Fast Fashion terhadap Lingkungan

Berikut sejumlah dampak lingkungan yang ditimbulkan industri fast fashion, sebagaimana dirangkum dari Earth Island Journal, Rabu, 22 Juli 2026.

  1. Meningkatkan Timbunan Limbah Tekstil

Produksi pakaian dalam jumlah besar dengan harga murah membuat masyarakat cenderung lebih cepat mengganti pakaian. Akibatnya, limbah tekstil terus bertambah setiap tahun.

  1. Produk Baru yang Tak Terjual Berpotensi Menjadi Limbah

Dalam beberapa kasus, produk yang tidak terjual dilaporkan dimusnahkan atau dibuang untuk mengurangi biaya penyimpanan maupun menjaga eksklusivitas merek. Praktik ini turut menambah jumlah limbah tekstil.

Mengenal Capsule Wardrobe, Gaya Berpakaian Simpel yang Kian Populer
  1. Menyumbang Emisi Gas Rumah Kaca

Mulai dari proses produksi bahan baku, manufaktur, hingga distribusi membutuhkan energi dalam jumlah besar. Industri fesyen diperkirakan menyumbang sekitar 10 persen emisi gas rumah kaca global, sehingga menjadi salah satu sektor yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Baca juga:
Dana ASR Jangan Jadi Beban Negara, PWYP Desak Penguatan RUU… Koalisi Publish What You Pay (PWYP) Indonesia meminta ketentuan pemulihan lingkungan pascaoperasi…
Tantangan Laju Molinas: Harga, Kemacetan, dan China Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno merespons perihal program Motor…
Omon-Omon Prabowo dan Aparat Loyo: Denny Indrayana Soroti Tambang Ilegal… Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana menyorot dugaan aktivitas pertambangan ilegal marak…
  • Dana ASR Jangan Jadi Beban Negara, PWYP Desak Penguatan RUU Migas
  • Tantangan Laju Molinas: Harga, Kemacetan, dan China
  • Omon-Omon Prabowo dan Aparat Loyo: Denny Indrayana Soroti Tambang Ilegal di Kalsel
  1. Menguras Air dan Berpotensi Mencemari Perairan

Produksi tekstil membutuhkan air dalam jumlah besar, termasuk pada proses pencelupan dan pewarnaan kain. Jika limbah produksi tidak diolah dengan baik, pencemaran sungai dan sumber air dapat terjadi.

  1. Menambah Mikroplastik di Laut

Serat sintetis seperti polyester dan akrilik dapat melepaskan partikel mikroplastik saat dicuci. Partikel tersebut kemudian mengalir ke sungai hingga laut dan berpotensi mengganggu ekosistem perairan.

  1. Mendorong Konsumsi Berlebihan

Perubahan tren yang sangat cepat membuat masyarakat terdorong membeli pakaian baru meski pakaian lama masih layak digunakan. Pola konsumsi ini mempercepat peningkatan limbah tekstil.

Tag:dampak lingkunganEmisi Karbonfast fashionindustrilimbah tekstilLingkungan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia 2027, Nova Arianto Langsung Bidik Target Lebih Besar
By Hadi Febriansyah
Timnas Indonesia U-20 saat berhadapan dengan Australia
1
Aturan Bagasi Garuda Berubah, Fraksi PDIP: UMKM Oleh-oleh Bisa Kehilangan Pembeli
By Rahmat Tunny
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman
2
Bupati Kukar Tebar 1 Ton Benih Padi di Danau Semayang, Videonya Viral Bikin Netizen Heran
By Ani Ratnasari
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menebar benih padi di kawasan Danau Semayang
3
Ikan Tongkol Sudah Digoreng tapi Tetap Bisa Bikin Keracunan? Dokter Ungkap Bahaya yang Sering Tak Disadari
By Ani Ratnasari
Ikan Tongkol
4
Asian Games 2026: Indonesia “Cuma Berani” Bidik 4 Emas, Thailand Malah Menggila
By Hadi Febriansyah
Menpora Erick Thohir (tengah) berswafoto dengan atlet Indonesia usai Pengukuhan Tim Indonesia untuk Asian Games 2026 di Wisma Serba Guna Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi membaca AU
Hype

Alternative Universe, Bacaan Digital Favorit Remaja Masa Kini

Di tengah kebiasaan remaja menikmati konten singkat di media sosial, cerita fiksi…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Film Memburu Pemangsa Siap Tayang
Hype

Film Memburu Pemangsa Siap Tayang di Bioskop pada 24 September 2026, Ini Sinopsis dan Daftar Pemainnya

Bioskop Indonesia siap dihantui dengan keseruan film Memburu Pemangsa yang akan membawa…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
9 jam lalu
Hype

Kenapa Kindness Bisa Meruntuhkan Ego Seseorang? Ini Jawabannya

Pernah nggak sih kamu ketemu orang yang kalau lagi debat selalu pengen…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
11 jam lalu
Ilustrasi Korban Bullying
Hype

Skor PISA Indonesia Naik, P2G Soroti 24 Persen Murid Jadi Korban Bullying

Hasil PISA 2025 menunjukkan capaian akademik murid Indonesia mulai mengalami perbaikan. Namun,…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up