Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 7 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / AI dan Komersialisasi Data: Kenapa Draf RUU Sisdiknas Dinilai Belum Futuristik?
Nasional

AI dan Komersialisasi Data: Kenapa Draf RUU Sisdiknas Dinilai Belum Futuristik?

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
Last updated: Juli 22, 2026 4:47 pm
By
Syifa Fauziah
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Sejumlah siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 01 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (13/7/2026).
Sejumlah siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri 01 Petuk Katimpun, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Senin (13/7/2026). (ANTARA FOTO/Auliya Rahman/tom.)
SHARE

Kepala Litbang Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Feriyansyah menilai draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) belum futuristik dalam ranah tata kelola teknologi pendidikan.

Dalam keterangannya yagn dikutip pada Rabu, 22 Juli 2026, dia menyorot empat komponen utama teknologi pendidikan yang tidak diatur secara substansial pada draf RUU tersebut.

Pertama, persoalan teknologi pendidikan hanya dibahas secara substansi sebagai “data pendidikan”. Padahal masalah terbesarnya bukan hanya data, tapi kedudukan teknologi di hadapan pendidikan. Kedua, RUU Sisdikna gagal mendefinisikan ulang teknologi pendidikan: apakah dia alat atau agensi?

Ketiga, standardisasi teknologi pendidikan. Saat ini, teknologi yang digunakan oleh pendidikan tidak punya validasi bahwa teknologi tersebut baik dan aman bagi pendidikan dan pembelajaran. Keempat, komersialisasi data dan teknologi pendidikan. Draf RUU tidak menyiratkan perlindungan terhadap komersialisasi data dan platform pendidikan. 

“Kami melihat draf RUU Sisdiknas masih gamang dan meraba-raba apa itu data pendidikan dan peran dari teknologi pendidikan,”

kata doktor filsafat UGM ini.

Feriyansyah berpendapat RUU Sisdiknas tidak hanya merespons perkembangan saat ini seperti digitalisasi pendidikan dan Artificial Intelligence (AI). Sudut pandang pemerintah, tidak hanya melihat ini sebagai perlindungan data pribadi, tapi juga harus sampai pada pemahaman bagaimana UU Sisdiknas akan mengatur dan melindungi entitas pendidikan di masa depan.

”Apakah pemerintah sudah mempersiapkan dan/atau merancang sistem pendidikan yang responsif dan adaptif pada situasi paska digital? Saya kira, pendidikan (Indonesia) akan terus tertinggal kalau UU Sisdiknashanya memvalidasi keadaan pendidikan hari ini semata. Indonesia harus punya sistem pendidikan yang siap untuk masa depan,”

ucap Feri.
Baca juga:
Deddy Sitorus Wanti-wanti RUU Perampasan Aset Jangan Jadi “Pasal Karet” Rencana DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset menjadi Undang-Undang pada 15…
Sketsa Pelaku Pengeroyokan Pejompongan Terbit, Keluarga: Jangan Berhenti di Dua… Keluarga korban kekerasan di Pejompongan, Jakarta Pusat, mendesak polisi segera menangkap dan…
Surat RUU Perampasan Aset Tanpa Tanda Tangan Puan, Botok: Dibuat… Surat kesepakatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset antara Aliansi Masyarakat Pati…
  • Deddy Sitorus Wanti-wanti RUU Perampasan Aset Jangan Jadi “Pasal Karet”
  • Sketsa Pelaku Pengeroyokan Pejompongan Terbit, Keluarga: Jangan Berhenti di Dua Wajah
  • Surat RUU Perampasan Aset Tanpa Tanda Tangan Puan, Botok: Dibuat Dasco

Proses

RUU Sisdiknas 2026 merupakan kodifikasi dari UU Sisdiknas (Nomor 20 Tahun 2003), UU Guru dan Dosen (Nomor 14 YTahun 2005), dan UU Pendidikan Tinggi (Nomor 12 Tahun 2012). Setelah disepakati di tingkat Komisi X pada Juli 2026, draf RUU ini diserahkan kepada Badan Legislasi DPR untuk tahapan harmonisasi.

Berdasar draf terbaru yang disusun oleh DPR pada pertengahan 2026, RUU ini terdiri atas 16 bab dan 257 pasal. Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua Panitia Kerja RUU Sisdiknas Hetifah Sjaifudian menjelaskan bahwa penyusunan RUU Sisdiknas merupakan proses panjang yang telah dimulai sejak Januari 2025.

Selama lebih dari satu tahun, Komisi X DPR RI telah menggelar rapat, kunjungan kerja, diskusi publik, serta konsultasi dengan kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, akademisi, organisasi profesi, penyelenggara pendidikan, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lain.

“Penyusunan RUU Sisdiknas sejak awal dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Masukan yang kami terima dari berbagai daerah dan kelompok pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan substansi RUU ini,”

ujar Hetifah.

Beberapa materi muatan strategis yang diatur meliputi perluasan wajib belajar menjadi 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan anak usia dini, sembilan tahun pendidikan dasar, dan tiga tahun pendidikan menengah, sertea menegaskan kewajiban negara dalam menjamin pembiayaan, ketersediaan guru, maupun sarana dan prasarana pendidikan.

RUU ini juga mengatur penguatan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri, pengakuan pesantren sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru serta dosen, perlindungan peserta didik dan tenaga pendidik, integrasi sistem data pendidikan nasional, serta penegasan penggunaan alokasi minimal 20 persen APBN dan APBD secara lebih terarah untuk pendidikan.

Baca juga:
Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah di Jakarta Terapkan PJJ Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menerbitkan surat edaran untuk seluruh satuan pendidikan…
DPR Minta BYD Libatkan Tenaga Lokal hingga Level Manajemen, Bukan… Investasi kendaraan listrik PT BYD Auto Indonesia di Subang, Jawa Barat, diminta…
Orang Utan Sempurna Mati akibat Asap Karhutla, DPR Minta Sanksi… Asap pekat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tak hanya…
  • Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, Sekolah di Jakarta Terapkan PJJ
  • DPR Minta BYD Libatkan Tenaga Lokal hingga Level Manajemen, Bukan Cuma jadi…
  • Orang Utan Sempurna Mati akibat Asap Karhutla, DPR Minta Sanksi Tegas
Tag:Artificial IntelligenceDPRguruP2GPendidikanRUU SisdiknasTeknologi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
September Belum Beranjak Tenang: Pergolakan 7 Gunung Api Indonesia
By Ossid Duha Jussas Salma
Siswa berangkat sekolah menaiki angkutan umum saat erupsi Gunung Sinabung di Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa (1/9/2026).
1
Abu Vulkanik Anak Krakatau Usik Langit Bali, 17 Penerbangan di Ngurah Rai Terdampak
By Adi Briantika
Sejumlah pesawat terparkir di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Januari 2023.
2
Mata Kena Abu Vulkanik, Jangan Dikucek! Ini Pesan Menkes
By Ossid Duha Jussas Salma
Ilustrasi iritasi mata.
3
Abu Vulkanik Masih Mengadang, Soetta dan 2 Bandara Perpanjang Penutupan
By Adi Briantika
Calon penumpang berada konter lapor diri yang tutup di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).
4
Sidak Karhutla BNPB di Kalbar: 166 Titik Panas Terdeteksi, 61 Dipastikan Jadi Api
By Syifa Fauziah
Tiga personel Daops Manggala Agni Kalimantan VIII/Pontianak menyiapkan water tank atau penampung air di lokasi pemadaman karhutla di Sekunder C, Rasau Jaya 3, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (27/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Sejumlah siswa berjalan kaki saat berangkat sekolah di Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (28/8/2026).
Nasional

Sekolah di Tengah Abu Anak Krakatau: Pemerintah Siapkan Opsi PJJ

Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI M. Qodari mengatakan pemerintah terus memantau kondisi…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
10 jam lalu
Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026).
Nasional

Aktivitas Anak Krakatau Meningkat, Lontaran Material Pijar Paling Diwaspadai

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Lana Saria…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
11 jam lalu
Personel TNI AU memasukkan garam untuk operasi modifikasi cuaca ke dalam pesawat Casa NC-212 di Pangkalan TNI AU Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu (22/8/2026).
Nasional

BNPB Siapkan Dua Jurus Luruhkan Abu Vulkanik Anak Krakatau

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu…

Ossid Duha Jussas Salmaowrite-adi-briantika
By
Ossid Duha Jussas Salma
Adi Briantika
12 jam lalu
Petugas darat melakukan penutupan mesin pesawat yang terparkir dengan menggunakan bahan khusus di apron Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026).
Nasional

Abu Vulkanik Anak Krakatau Tutup 4 Bandara, Soetta hingga Budiarto Curug Terdampak

Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan.…

Syifa Fauziahowrite-adi-briantika
By
Syifa Fauziah
Adi Briantika
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up