Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 24 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Sering Diabaikan, Padahal Validasi Perasaan Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
Hype

Sering Diabaikan, Padahal Validasi Perasaan Penting untuk Tumbuh Kembang Anak

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
Last updated: Juli 23, 2026 11:04 pm
By
Ossid Duha Jussas Salma
ByOssid Duha Jussas Salma
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Sejumlah anak merakit purwarupa robot berjalan pada acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di kawasan Tugu Sirih, Tanjungpinang, Kepulauan Riau
Sejumlah anak merakit purwarupa robot berjalan pada acara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di kawasan Tugu Sirih, Tanjungpinang, Kepulauan Riau (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/wsj)
SHARE

Setiap tanggal 23 Juli, Indonesia memperingati Hari Anak Nasional (HAN) sebagai momentum untuk mengingatkan bahwa setiap anak berhak tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta didengar suaranya.

Daftar isi Konten
  • Pentingnya Validasi Perasaan Anak
  • Apa Itu Validasi Perasaan Anak?
  • Validasi Bukan Berarti Membenarkan Semua Tindakan Anak
  • Cara Memvalidasi Perasaan Anak
  • Manfaat Validasi Perasaan bagi Tumbuh Kembang Anak

Di tengah perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan fisik, pendidikan, dan perlindungan anak, masih ada satu hal yang kerap luput, yakni validasi terhadap perasaan anak. Tidak sedikit orang dewasa yang menganggap emosi anak sebagai sesuatu yang sepele.

Karena itu, Hari Anak Nasional menjadi momen yang tepat untuk mengingatkan bahwa mencintai anak bukan hanya dengan memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga dengan menghargai setiap emosi yang mereka rasakan.

Pentingnya Validasi Perasaan Anak

Berdasarkan data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) periode 2025–2026 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, hampir 10 persen anak di Indonesia menunjukkan indikasi masalah kesehatan jiwa.

Dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining, sebanyak 4,4 persen mengalami gejala kecemasan dan 4,8 persen menunjukkan gejala depresi. Data tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers pada Maret 2026.

Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan mental anak perlu mendapat perhatian yang sama besarnya dengan kesehatan fisik. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan orang tua adalah memvalidasi perasaan anak.

Apa Itu Validasi Perasaan Anak?

Melansir dari laman Gladstone Psychiatry and Wellness, validasi perasaan anak adalah cara orang tua atau orang dewasa menunjukkan bahwa mereka memahami dan menerima emosi yang sedang dirasakan anak. Validasi bukan berarti selalu menyetujui tindakan anak, melainkan mengakui bahwa perasaan yang mereka alami adalah nyata.

Hal ini dapat dilakukan dengan mendengarkan anak tanpa menghakimi, mengenali emosi yang mereka rasakan, serta memberikan respons yang membuat anak merasa dipahami. Dengan begitu, anak belajar bahwa setiap emosi merupakan bagian normal dari kehidupan dan dapat diekspresikan.

Validasi Bukan Berarti Membenarkan Semua Tindakan Anak

Masih banyak orang tua yang menganggap validasi sama dengan menuruti semua keinginan anak. Padahal, keduanya merupakan hal yang berbeda.

Orang tua tetap dapat menetapkan aturan atau mengatakan “tidak” terhadap suatu permintaan, sambil tetap mengakui perasaan anak.

Misalnya, ketika anak kecewa karena tidak diizinkan bermain hingga larut malam, orang tua dapat mengatakan, “Ayah tahu kamu kecewa karena tidak bisa ikut bermain bersama teman-teman. Wajar kalau kamu sedih, tetapi malam ini kamu tetap harus istirahat karena besok sekolah.”

Dengan cara tersebut, anak merasa emosinya dihargai tanpa mengubah aturan yang telah ditetapkan.

Cara Memvalidasi Perasaan Anak

Memvalidasi perasaan anak sebenarnya dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana, antara lain:

  • Dengarkan anak dengan penuh perhatian tanpa langsung menyela.
  • Amati ekspresi wajah, nada bicara, dan bahasa tubuhnya untuk memahami emosinya.
  • Ulangi atau sebutkan emosi yang sedang dirasakan anak, misalnya, “Kamu kelihatannya sedih karena mainanmu rusak.”
  • Tanyakan penyebab perasaannya agar anak merasa didengarkan.
  • Jelaskan bahwa perasaan tersebut wajar dirasakan, tetapi tetap arahkan anak untuk mengekspresikannya dengan cara yang baik.
  • Bedakan antara menerima perasaan anak dengan membenarkan perilaku yang tidak tepat.

Dengan kebiasaan tersebut, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, mampu mengelola emosi, serta memiliki hubungan yang lebih erat dengan orang tua.

Manfaat Validasi Perasaan bagi Tumbuh Kembang Anak

Anak yang merasa didengar dan dipahami akan lebih percaya kepada orang tua sehingga tidak ragu menceritakan apa yang mereka alami.

Kebiasaan ini juga membantu anak mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosinya dengan cara yang sehat.

Selain itu, validasi dapat meningkatkan rasa percaya diri, membangun ketangguhan saat menghadapi masalah, serta membuat anak lebih mampu mengendalikan perilakunya.

Berbagai penelitian bahkan menunjukkan bahwa anak yang emosinya dihargai cenderung lebih tenang, kooperatif, dan lebih jarang menunjukkan perilaku agresif atau tantrum dibandingkan anak yang perasaannya sering diabaikan.

Dengan demikian, memvalidasi perasaan anak bukan berarti memanjakan atau selalu menuruti keinginannya. Sebaliknya, kebiasaan sederhana seperti mendengarkan tanpa menghakimi, mengakui emosi yang dirasakan, dan memberikan respons yang penuh empati dapat menjadi bekal penting bagi kesehatan mental.

Tag:Emosi Anak ValidPentingnya ValidasiTumbuh Kembang AnakValidasi Emosi AnakValidasi Perasaan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
MBG Disorot! Pergantian Bos BGN Disebut Tak Cukup, Ada Masalah Besar yang Belum Beres
By Natania Longdong
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjawab pertanyaan wartawan usai rapat internal di Kantor BGN, Jakarta,
1
IHSG Hari Ini Loyo ke 6.237, Beda Nasib dari Bursa Asia
By Anisa Aulia
Pekerja membersihkan lantai di depan layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/6/2024).
2
Viral Dugaan Istri Menteri PU Naik Helikopter, Segini Tarif Sewa Wisata Udara di Indonesia
By Syifa Fauziah
Ilustrasi helikopter wisata.
3
Dear DPR dan Prabowo! Status Quo Revisi UU Pemilu Lebih Berbahaya, Jangan Ulangi Kesalahan
By Hardani Triyoga
Warga menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak di TPS 23 Talao Mundam, Padang Pariaman, Sumatera Barat. (ANTARA FOTO/Fitra Yogi).
4
Penunjukan Sudaryono Jadi Pertaruhan Prabowo dan Nasib Program MBG
By Rahmat Tunny
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
5

BERITA LAINNYA

Permainan congklak
Hype

Lima Permainan Tradisional Indonesia Baik untuk Perkembangan Anak

Bermain merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang anak. Melalui aktivitas bermain,…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
12 jam lalu
Ilustrasi anak menggunakan gadget
Hype

Dampak Gadget Berlebihan pada Anak, Waspadai Risikonya bagi Tumbuh Kembang 

Hari Anak Nasional (HAN) menjadi momentum untuk mengingat pentingnya memastikan setiap anak…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Ilustrasi Fenomena bediding
Hype

Malam Terasa Makin Dingin? Fenomena Bediding Bukan Dampak Perubahan Iklim, Ini Penjelasan Pakar

Belakangan ini banyak orang mengeluhkan suhu udara pada malam hingga pagi hari…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Siswa Taman kanak-kanak saat bermain
Hype

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Ajak Anak Lebih Banyak Bermain dan Batasi Penggunaan Gawai

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026…

Hilwa UrwatulIvan OWRITE
By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up