Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 8 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Hype / Bukan Cuma Calistung, Delapan Tanda Anak Sudah Siap Masuk Sekolah Formal yang Wajib Diketahui Orangtua
Hype

Bukan Cuma Calistung, Delapan Tanda Anak Sudah Siap Masuk Sekolah Formal yang Wajib Diketahui Orangtua

Ani RatnasariIvan OWRITE
Last updated: September 7, 2026 3:39 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
14 menit lalu
Share
Ilustrasi stimulus anak
Ilustrasi stimulus anak (Foto: unsplash Gohar Avdalyan)
SHARE

Punya anak yang usianya mau 6–7 tahun, pasti sebagai orang tua mulai sibuk mempersiapkan buah hatinya untuk masuk ke pendidikan formal.

Biasanya kemampuan membaca, menulis, dan berhitung alias calistung sering jadi patokan orang tua untuk menilai apakah anak sudah siap masuk sekolah.

Padahal, anak yang sudah lancar membaca belum tentu otomatis siap duduk di bangku sekolah. Begitu pula sebaliknya, anak yang belum mahir calistung bukan berarti belum siap belajar di lingkungan sekolah formal.

Atelier of Minds (AoM) mengungkapkan kesiapan anak untuk masuk bangku sekolah ternyata tidak hanya dihitung dari kemampuan calistung saja.

Baca juga:
Walking Pad, Alat Olahraga Ringkas untuk Aktivitas di Rumah: Cocok… Perubahan pola kerja membuat sebagian orang kini dapat menyelesaikan pekerjaan tanpa harus…
Mau Mewarnai Rambut? Ini Cara Aman agar Tidak Mudah Rusak Mewarnai rambut menjadi salah satu cara yang banyak dilakukan untuk mengubah penampilan…
Sempatkan Makan Bersama Keluarga, Kebiasaan Ini Punya Banyak Manfaat Kesibukan sehari-hari terkadang membuat waktu makan bersama keluarga terlewat. Padahal, makan bersama…
  • Walking Pad, Alat Olahraga Ringkas untuk Aktivitas di Rumah: Cocok untuk Teman…
  • Mau Mewarnai Rambut? Ini Cara Aman agar Tidak Mudah Rusak
  • Sempatkan Makan Bersama Keluarga, Kebiasaan Ini Punya Banyak Manfaat

Ternyata, ada sejumlah fondasi yang harus dimiliki anak agar mampu mengikuti rutinitas, berinteraksi dengan teman, memahami instruksi, hingga mengelola emosinya ketika menghadapi situasi baru.

Kemampuan Akademik

Psikolog AoM, Diah Cahyaningrum, mengungkapkan bahwa kesiapan sekolah tidak hanya ditentukan oleh usia maupun kemampuan akademik.

Kesiapan anak untuk bersekolah tidak hanya ditentukan oleh usia. Setiap tahapan memiliki tugas perkembangan masing-masing, dan ketika anak dipaksa sebelum waktunya, hal ini dapat berdampak pada kesiapan mereka saat bersekolah,”

jelas Diah dalam keterangan tertulis pada 7 September 2026.

Lantas, apa saja tanda anak sudah memiliki bekal untuk masuk sekolah formal?

1. Mulai Bisa Melakukan Banyak Hal Sendiri

Salah satu tanda kesiapan sekolah adalah anak mulai memiliki kemandirian sesuai usianya.

Misalnya, anak mampu mengurus kebutuhan sederhana sehari-hari, mengikuti rutinitas, memilih di antara beberapa pilihan, serta mau mencoba melakukan sesuatu tanpa selalu bergantung kepada orang tua.

Ada juga kemampuan sederhana seperti memakai dan melepas sepatu, membereskan barang setelah digunakan, atau meminta bantuan saat mengalami kesulitan.

2. Bisa Berinteraksi dan Bekerja Sama

Sekolah bukan hanya tempat anak bertemu guru, tetapi juga lingkungan sosial yang mempertemukannya dengan banyak teman.

Karena itu, kemampuan berinteraksi menjadi salah satu fondasi penting. Anak diharapkan mulai mampu berbagi, bekerja sama, mendengarkan orang lain, menunjukkan empati, hingga menyelesaikan konflik sederhana.

Bukan berarti anak harus selalu ramah atau tidak pernah bertengkar. Yang lebih penting, anak perlahan belajar memahami bahwa ada orang lain di sekitarnya dengan kebutuhan dan aturan yang berbeda.

3. Mulai Bisa Mengikuti Aturan dan Instruksi

Coba perhatikan bagaimana respons anak ketika diberikan instruksi. Anak yang mulai siap sekolah biasanya sudah mampu mengikuti instruksi sederhana, menunggu giliran, dan memahami aturan dalam sebuah aktivitas.

Kemampuan ini penting karena di sekolah anak tidak selalu bisa melakukan sesuatu sesuka hati. Ada waktunya mendengarkan guru, mengerjakan tugas, bermain, makan, hingga berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya.

4. Bisa Menyampaikan Keinginan dan Perasaannya

Kemampuan bahasa juga menjadi bekal penting sebelum anak masuk sekolah.

Sebelum masuk bangku pendidikan formal, anak diharapkan mampu memahami instruksi dan menyampaikan kebutuhan, pikiran, maupun perasaannya dengan cara yang bisa dipahami orang lain.

Misalnya, ketika lapar, haus, ingin ke toilet, merasa tidak nyaman, atau membutuhkan bantuan, anak mampu mengomunikasikannya kepada guru maupun orang dewasa di sekitarnya.

5. Mulai Bisa Mengelola Emosi

Masuk sekolah berarti anak akan menghadapi banyak situasi baru. Bisa jadi ia bertemu teman yang tidak mau berbagi mainan, mendapat tugas yang sulit, atau harus berpisah sementara dengan orang tua.

Karena itu, kemampuan mengelola emosi menjadi bagian penting dari kesiapan sekolah.

Anak tidak harus selalu tenang dan tidak boleh menangis. Namun, secara bertahap anak perlu belajar mengenali serta mengelola emosi, impuls, dan kondisi tubuhnya agar bisa kembali mengikuti aktivitas.

6. Mampu Fokus Menyelesaikan Aktivitas

Kemampuan fokus juga tidak kalah penting. Anak yang siap sekolah secara bertahap mampu mempertahankan fokusnya pada sebuah aktivitas, mengingat informasi sederhana, mengikuti tahapan pekerjaan, dan berusaha menyelesaikan tugas.

Homeschooling Bukan Sekadar “Pindah Kelas” ke Rumah, Ini Tantangannya Versi UNESCO

Kemampuan ini berkaitan dengan fungsi eksekutif, termasuk mengendalikan diri, berpikir fleksibel, merencanakan, dan menyelesaikan masalah.

Jadi, jangan hanya melihat apakah anak bisa duduk diam dalam waktu lama. Perhatikan juga apakah ia mampu mengikuti proses sebuah aktivitas sampai selesai sesuai kemamoluannya.

7. Motorik Halusnya Mulai Berkembang

Aktivitas di sekolah akan melibatkan banyak kemampuan fisik. Mulai dari memegang pensil, menulis, menggunting, membuka kotak makan, hingga mengancingkan baju.

Karena itu, perkembangan sensorimotor dan motorik halus juga perlu diperhatikan.

Kemampuan tersebut dapat dilatih melalui aktivitas sehari-hari tanpa harus selalu menggunakan lembar kerja atau latihan akademik.

8. Mampu Memproses Informasi Visual

Satu lagi fondasi yang mungkin jarang diperhatikan adalah persepsi visual. Kemampuan ini membantu anak mengenali bentuk, mengolah informasi yang dilihat, menyalin tulisan, serta memahami posisi dan ruang.

Kemampuan tersebut nantinya dapat mendukung berbagai aktivitas di kelas, termasuk ketika anak mulai berhadapan dengan huruf, angka, gambar, maupun tulisan.

Membangun kesiapan sekolah tidak berarti orang tua harus membuat anak duduk belajar setiap hari seperti sedang les.

Justru, berbagai kemampuan di atas bisa dikembangkan melalui aktivitas bermain dan kegiatan sehari-hari.

Orang tua juga perlu memperhatikan tanda-tanda anak yang mengalami kesulitan dalam aktivitas yang berkaitan dengan kesiapan sekolah.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain anak mudah lelah ketika melakukan aktivitas di meja, kesulitan mengikuti instruksi bertahap, atau menunjukkan penolakan dan reaksi emosional berlebihan ketika belajar.

Jika kondisi tersebut muncul secara konsisten, orang tua dapat mempertimbangkan pendampingan profesional untuk memahami kebutuhan anak sekaligus menentukan dukungan yang sesuai.

Dan akhirnya, kesiapan sekolah bukan perlombaan siapa yang paling cepat bisa membaca, menulis, atau berhitung.

Seperti yang ditekankan Diah, fondasi kesiapan sekolah justru membantu anak beradaptasi, berinteraksi, dan belajar secara berkesinambungan.

Jadi, sebelum buru-buru bertanya, “Anak sudah bisa calistung belum?”, mungkin pertanyaan bisa diubah jadi “Apakah anak sudah cukup mandiri, mampu mengelola emosi, mengikuti aturan, dan siap belajar bersama orang lain?”

Karena masuk sekolah bukan sekadar soal seberapa cepat anak menguasai pelajaran, tetapi seberapa siap ia menjalani pengalaman belajar yang baru.

Tag:CalistungKemandirian AnakMasuk Sekolah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
WNI Tanya Syekh Assim soal Pemimpin Zalim, Jawabannya Bikin Netizen Geger: “Surga Jalur WNI”
By Ani Ratnasari
Syekh Assim Al-Hakeem
1
Abu Vulkanik Anak Krakatau Bukan Debu Biasa, Ini Bahayanya bagi Anak hingga Lansia
By Ani Ratnasari
Ilustrasi Lansia menggunakan masker
2
BYD Siapkan Denza N8L EV, SUV 6 Penumpang dengan Jarak Tempuh hingga 960 Km
By Hadi Febriansyah
Penampakan Denza N8L EV. (Sumber: Denza)
3
Air Laut Surut Drastis di Pesisir Lampung Tengah Viral, Badan Geologi Buka Suara Soal Ancaman Tsunami
By Syifa Fauziah
Penampakan air laut yang surut
4
Mata Perih Kena Abu Vulkanik? Jangan Dikucek, Ini 6 Langkah Pertama yang Wajib Dilakukan
By Ani Ratnasari
Ilustrasi basuh wajah dengan air.
5

BERITA LAINNYA

Syekh Assim Al-Hakeem
Hype

WNI Tanya Syekh Assim soal Pemimpin Zalim, Jawabannya Bikin Netizen Geger: “Surga Jalur WNI”

Viral di media sosial potongan video seorang WNI bernama Ahmad bertanya kepada…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
13 jam lalu
Ilustrasi makan bersama keluarga
Hype

Sempatkan Makan Bersama Keluarga, Kebiasaan Ini Punya Banyak Manfaat

Kesibukan sehari-hari terkadang membuat waktu makan bersama keluarga terlewat. Padahal, makan bersama…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
14 jam lalu
Ilustrasi stimulus anak
Hype

Kenapa Anak Bisa Speech Delay? Kenali Penyebab dan Gejalanya

Kemampuan berbicara setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Namun, jika anak…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
16 jam lalu
Proses mewarnai rambut
Hype

Mau Mewarnai Rambut? Ini Cara Aman agar Tidak Mudah Rusak

Mewarnai rambut menjadi salah satu cara yang banyak dilakukan untuk mengubah penampilan…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up