Manajemen Persija Jakarta akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait sanksi yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) kepada pelatih mereka, Shin Tae-yong.
Melalui rilis resmi yang disampaikan pada Jumat 24 Juli 2026, Macan Kemayoran menyatakan menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh KFA dan masih mempelajari berbagai aspek sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
Dalam pernyataannya, Persija menegaskan bahwa klub menghargai proses dan keputusan yang telah diambil oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan.
Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh Korea Football Association (KFA) terkait situasi yang berkembang saat ini,”
tulis Persija dalam rilis resminya.
Belum Ambil Keputusan Resmi
Meski telah memberikan tanggapan, manajemen Persija memastikan belum akan mengambil keputusan terkait situasi yang menimpa Shin Tae-yong.
Klub memilih terus memantau perkembangan kasus sambil menjalin komunikasi dengan seluruh pihak yang berkepentingan.
Persija akan terus memantau perkembangan, menjalin komunikasi secara intensif dengan seluruh pihak terkait, serta mempelajari berbagai aspek yang berkaitan dengan situasi ini sebelum mengambil keputusan resmi.”
tulis Persija.
Manajemen juga memastikan seluruh informasi terbaru akan disampaikan melalui saluran komunikasi resmi klub.
Segala informasi terkait perkembangan situasi ini akan disampaikan secara resmi melalui kanal komunikasi resmi Persija,”
tulis Persija.
KFA Jatuhkan Hukuman Berat kepada Shin Tae-yong
Federasi Sepak Bola Korea Selatan resmi menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae-yong pada akhir Juli 2026. Keputusan tersebut diambil setelah KFA menggelar pertemuan bersama Komite Fair Play untuk membahas laporan yang berasal dari sejumlah pemain Ulsan Hyundai.
Dalam putusannya, KFA memberikan tiga bentuk sanksi kepada mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Adapun hukuman yang dijatuhkan kepada Shin Tae-yong meliputi larangan melatih selama 10 tahun, larangan terlibat dalam kompetisi sepak bola di Korea Selatan dalam jabatan apa pun, dan pengusiran permanen dari klub di Korea Selatan.
Seluruh sanksi tersebut hanya berlaku di wilayah Korea Selatan dan tidak memiliki dampak terhadap aktivitas kepelatihan Shin di negara lain.
Shin Tetap Bisa Melatih Persija Jakarta
Karena hukuman tersebut bersifat domestik, Shin Tae-yong tetap diperbolehkan melanjutkan kariernya di luar Korea Selatan.
Artinya, pelatih asal Korea Selatan itu masih dapat menjalankan tugasnya sebagai pelatih Persija Jakarta dan mendampingi Macan Kemayoran dalam berbagai kompetisi di Indonesia.
Perseteruan antara Shin Tae-yong dan KFA bermula dari laporan dugaan tindakan kekerasan terhadap sejumlah pemain saat dirinya masih menangani Ulsan Hyundai.
Selain itu, muncul pula laporan yang menyebut Shin bermain golf ketika kompetisi sedang berlangsung. Kasus tersebut berujung pada pemecatannya sebagai pelatih Ulsan Hyundai.
Namun, proses itu tidak berhenti sampai di sana. Setelah melalui investigasi dan pembahasan di tingkat federasi, KFA akhirnya menjatuhkan sanksi disiplin kepada Shin Tae-yong.
Di tengah polemik yang berkembang, Persija Jakarta memilih bersikap hati-hati.
Manajemen klub belum mengambil langkah lanjutan dan akan terus mengikuti perkembangan situasi sebelum mengeluarkan keputusan resmi.
Sementara itu, Shin Tae-yong tetap dipersiapkan untuk memimpin Persija menghadapi agenda kompetisi di Indonesia karena sanksi KFA tidak memengaruhi aktivitas kepelatihannya di luar Korea Selatan.



















