Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin pagi, 27 Juli 2026. Rupiah melemah 0,05 persen atau 9 poin ke level Rp17.972 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan melemahnya rupiah ini didorong oleh mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Pengunduran diri gubernur BI juga bisa menekan rupiah,”
ujar Lukman kepada Owrite Senin, 27 Juli 2026.
Berpeluang Menguat


Namun Lukman mengatakan, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS pada hari ini sejalan dengan meredanya konflik di Timur Tengah antara AS dan Iran.
Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul penghentian aksi saling serang antara AS dan Iran,”
jelasnya.
Lukman menuturkan penguatan rupiah akan terbatas dengan investor cenderung wait and see terkait rilis data ekonomi penting di Amerika Serikat.
Penguatan mungkin akan terbatas, dengan investor cenderung wait and see serentetan rilis data ekonomi penting AS diantaranya PDB dan inflasi PCE serta pertemuan FOMC,”
katanya.
Adapun untuk hari ini, Lukman memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak di kisaran angka Rp17.900 per dolar AS hingga Rp18.000 per dolar AS.






















