Handuk merupakan salah satu perlengkapan mandi yang digunakan setiap hari. Meski fungsinya untuk mengeringkan tubuh setelah mandi, bukan berarti handuk akan tetap bersih selama digunakan berulang kali.
Sisa air, sel kulit mati, minyak alami tubuh, hingga kelembapan yang tertinggal pada serat handuk.
Sayangnya, masih banyak orang yang baru mencuci handuk ketika sudah berbau tidak sedap atau terlihat kotor.
Padahal, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko masalah kulit, seperti iritasi, jerawat, hingga infeksi, terutama jika handuk tidak dikeringkan dengan baik.
Dilansir dari laman Alodokter, berikut penjelasan kapan seharusnya handuk mulai dicuci, diganti dan apa akibatnya jika tidak mencuci handuk dalam waktu lama.
Kapan Handuk Mandi Harus Dicuci?
Handuk yang setiap hari digunakan mengeringkan tubuh dan terus menerus menyerap air, seringkali lembap selama berjam-jam. Kondisi ini membuat handul menjadi tempat ideal tumbuh jamur, bakteri, dan mikroorganisme berkembang biak.
Para ahli menyarankan agar handuk mandi dicuci setiap 3–4 kali pemakaian, atau sekitar setiap 2–3 hari bagi orang yang mandi setiap hari.
Mencuci handuk secara rutin merupakan salah satu langkah sederhana untuk menjaga kebersihan serta mengurangi risiko iritasi, infeksi kulit, dan bau tidak sedap.
Tanda Handuk Perlu Diganti
Selain rutin dicuci, handuk mandi juga perlu diganti secara berkala. Handuk yang sudah terlalu lama digunakan juga cenderung lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh dan berpotensi menyimpan lebih banyak kuman meskipun telah dicuci.
Sebaiknya handuk mandi diganti dengan yang baru setiap dua tahun. Namun, jika handuk sudah robek, terasa kasar, berbau meski baru dicuci, berubah warna, atau tidak lagi mampu mengeringkan tubuh dengan baik, sebaiknya segera diganti
Tips Mencuci Handuk yang Benar
Agar handuk tetap bersih, higienis, dan awet digunakan, lakukan beberapa tips berikut:
- Cuci handuk secara terpisah dari pakaian lain untuk mencegah perpindahan kotoran, bakteri, atau serat kain.
- Gunakan detergen yang sesuai. Pilih detergen berbahan lembut atau berlabel hypoallergenic jika memiliki kulit sensitif.
- Cuci dengan air hangat atau panas. Untuk handuk yang digunakan sehari-hari, gunakan suhu sesuai petunjuk perawatan kain. Sementara itu, handuk yang dipakai setelah berolahraga atau saat sakit sebaiknya dicuci dengan suhu di atas 60°C agar membantu membunuh kuman.
- Jemur hingga benar-benar kering, idealnya di bawah sinar matahari langsung, untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dan jamur.
- Jangan membiarkan handuk basah terlalu lama di mesin cuci, karena kondisi lembap dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme dan menimbulkan bau apek.
- Pastikan handuk bersih sebelum disimpan. Hilangkan debu atau kotoran yang menempel setelah dijemur sebelum melipat dan menyimpannya.
- Rutin membersihkan mesin cuci menggunakan pembersih khusus atau desinfektan agar tidak menjadi sumber kuman yang dapat menempel kembali pada handuk.
Menjaga kebersihan handuk tidak hanya membuat tubuh terasa lebih nyaman, tetapi juga membantu mengurangi risiko masalah kulit akibat bakteri dan jamur. Karena itu, biasakan mencuci handuk secara rutin, menggantinya secara berkala, serta menerapkan cara pencucian yang benar.





















