Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menjelaskan alasan di balik keputusannya menyaksikan pertandingan melawan Kamboja dari tribun pada awal laga Grup A Piala AFF 2026, Senin, 27 Juli 2026.
Keputusan yang tidak biasa itu sempat mengundang perhatian. Herdman memilih duduk di tribun VIP, tepat di area tempat kamera utama televisi berada, sejak pertandingan dimulai hingga pertengahan babak pertama.
Baru pada sekitar menit ke-30, pelatih asal Kanada tersebut turun ke area teknis untuk mendampingi skuad Garuda hingga pertandingan usai dengan kemenangan meyakinkan 5-1.
Herdman mengungkapkan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upayanya membangun karakter dan kepemimpinan para pemain Timnas Indonesia.
Menurutnya, selama beberapa pekan terakhir tim pelatih telah bekerja intensif bersama kelompok pemain yang menjadi pemimpin di dalam skuad.
Yang pertama adalah memberikan kepercayaan kepada para pemain. Kami telah melakukan banyak pekerjaan di balik layar bersama kelompok kepemimpinan tim. Saya rasa kami memiliki pemimpin-pemimpin yang luar biasa di skuad ini, ada enam pemain yang memimpin tim,”
ujar Herdman.
Ia ingin para pemain membuktikan bahwa mereka mampu mengambil keputusan sendiri di lapangan tanpa harus selalu bergantung pada instruksi pelatih dari pinggir lapangan.
Percaya Pemain Mampu Mengendalikan Pertandingan
Selain membangun mental kepemimpinan, Herdman juga ingin melihat bagaimana para pemain menjalankan rencana permainan secara mandiri.
Bahkan, ia sempat melontarkan candaan setelah Timnas Indonesia berhasil mencetak tiga gol ketika dirinya masih berada di tribun.
Mereka tidak membutuhkan pelatih mereka di sana. Seperti yang Anda lihat, tiga gol tanpa pelatih di pinggir lapangan,”
kata Herdman sambil tertawa.
Pelatih berusia 51 tahun itu menegaskan bahwa skuad Garuda saat ini memiliki banyak sosok yang mampu memimpin di atas lapangan.
Ini tentang memberi contoh bahwa ini adalah tim yang penuh dengan pemimpin. Terkadang mereka akan membutuhkan pelatih, dan malam ini bukan salah satunya,”
ujar Herdman menambahkan.
Mendapat Sudut Pandang Taktis yang Berbeda
Herdman juga menjelaskan bahwa menyaksikan pertandingan dari tribun memberinya perspektif yang lebih luas dalam menganalisis jalannya laga.
Dari posisi tersebut, ia dapat mengamati pergerakan antarlini, organisasi permainan tim, hingga pola permainan lawan secara lebih menyeluruh dibandingkan saat berada di area teknis.
Bagi saya, penting untuk melihat permainan secara taktis pada level yang berbeda untuk melihat bagaimana tiga pekan terakhir berjalan di bawah tekanan, di bawah sorotan lampu besar, di depan penonton, melawan lawan yang sulit. Bagi saya, itu adalah malam yang indah dan menyenangkan,”
ujar Herdman.
Strategi unik Herdman ternyata berakhir dengan hasil positif. Timnas Indonesia tampil dominan dan sukses mengalahkan Kamboja dengan skor telak 5-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Pakansari.
Kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi skuad Garuda untuk melanjutkan perjuangan di Grup A sekaligus menjaga peluang meraih gelar juara Piala AFF 2026.
Selain membawa pulang tiga poin, performa impresif Timnas Indonesia juga menunjukkan bahwa tim mulai memahami filosofi permainan yang dibangun John Herdman, termasuk dalam aspek kepemimpinan dan kemandirian pemain di atas lapangan.

















