Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep, Madura pada Minggu, 2 Agustus 2026. Akibat insiden tersebut sebanyak lima orang penumpang dilaporkan meninggal dunia.
Korban terevakuasi meninggal dunia lima,”
ucap Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit dalam keterangannya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Insiden KM Mutiara Sentosa II terbakar, terjadi saat membawa 271 manifest penumpang tengah berlayar di perairan Madura Rute Surabaya – Makasar. Nanang mengatakan jejak komunikasi nakhoda berakhir di ujung utara Madura.
Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nahkoda bahwa kapal terbakar di ujung utara madura sekitar pukul 06.00 – 07.00 WIB dan setelah itu nahkoda tidak dapat dihubungi kembali,”
ungkap Nanang.
Terbakar Hebat di Tengah Laut


Tim SAR gabungan langsung berjibaku untuk melakukan evakuasi terhadap penumpang kapal. Namun, dalam prosesnya sempat terhambat karena kondisi kapal yang terbakar hebat di tengah laut.
Kondisi kapal hampir terbakar habis dan penumpang kapal berada di anjungan dan haluan,”
ujarnya.
Nanang melanjutkan, para penumpang akhirnya melompat ke laut untuk mengevakuasi diri dan mendekat ke kapal SAR gabungan. Hingga kini total penumpang yang telah dievakuasi sebanyak 225 orang, sementara 41 orang lainnya masih dalam pencarian.
Kronologi
Berdasarkan laporan dari lapangan, kejadian kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 06.00–07.00 WIB di Perairan Utara Sumenep. Informasi mengenai insiden tersebut diterima pada pukul 08.30 WIB dan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi kepada seluruh pihak terkait untuk pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan.
Dalam upaya penanganan awal, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub melalui SROP Kalianget menyiarkan terjadinya kecelakaan kapal, dan selanjutnya berkoordinasi dengan Basarnas. Sebagai informasi pada saat kejadian, kondisi cuaca cerah berawan.
Pada saat yang sama, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) mengerahkan kapal patroli KN Grantin P.211 menuju lokasi kejadian. Sementara Distrik Navigasi menyiapkan Kapal Negara (KN) Masalembo guna mendukung operasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Salah satu kapal yang pertama menemukan posisi KM Mutiara Sentosa II adalah Meratus Project 3. Namun, karena kapal tersebut sedang mengangkut muatan berbahaya (dangerous cargo), proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara langsung.





















