Sepatu basket kini tak lagi berhenti di garis lapangan. Siluet yang semula dirancang untuk menunjang performa atlet mulai bertransformasi menjadi bagian dari gaya sehari-hari, seiring kuatnya pengaruh sneaker culture, musik, street culture, hingga gaya personal para atlet.
Perubahan tersebut membuat basketball shoes memiliki fungsi baru di luar kebutuhan olahraga. Sepatu yang awalnya identik dengan dukungan gerak, stabilitas, dan kenyamanan saat bermain kini ikut mengambil posisi dalam dunia fashion sebagai elemen yang dapat melengkapi penampilan.
Head Strategist Marcomm Ardiles Performance (Basketball and Running) Ilham Rizaldy mengatakan pergeseran tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba.
Fashion, Gaya Hidup
Menurutnya, perkembangan budaya basket selama puluhan tahun telah membuat sepatu basket memiliki hubungan yang semakin erat dengan fashion dan gaya hidup.
Sepatu basket pada dasarnya dirancang sebagai high-performance footwear untuk mendukung permainan di level kompetisi yang tinggi. Namun seiring berkembangnya budaya basket, pengaruh para atlet, sneaker culture, musik, dan street culture membuat sepatu basket melampaui fungsi performanya,”
ujar Ilham dalam keterangan resminya seperti dikutip pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menilai hubungan antara basket dengan berbagai elemen budaya tersebut membuat sepatu basket tetap relevan bahkan ketika tidak digunakan untuk bertanding.
Hubungan yang telah terjalin selama puluhan tahun inilah yang menjadikan sepatu basket tidak hanya relevan di lapangan, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari fashion, ekspresi personal, dan gaya hidup sehari-hari,”
katanya.
Fenomena itu juga terlihat dari semakin banyaknya desain basketball shoes yang tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi turut mengeksplorasi material, warna, tekstur, dan karakter visual.
Dengan begitu, sepatu basket dapat memiliki daya tarik tersendiri ketika dipadukan dengan busana kasual.
Salah satu pendekatan tersebut terlihat dalam kolaborasi tiga pihak Ardiles x Speedy Weedy x Kevinswork.
Kolaborasi ini mempertemukan karakter sepatu basket dengan dunia visual Kevinswork yang playful, ekspresif, dan imajinatif.
Mengusung semangat “Love & Hustle”, desain tersebut mencoba memperluas cara pandang terhadap basketball shoes.
Sepatu tidak hanya ditempatkan sebagai perlengkapan olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari keseharian dan ekspresi personal.
Dari sisi visual, bagian upper menggunakan material sintetis bertekstur dengan pola terinspirasi dari animal pattern dan finishing berbulu.
Pilihan tersebut memberikan karakter tactile sekaligus menciptakan tampilan yang lebih berani dibandingkan citra konvensional sepatu basket.
Panel berwarna cokelat menggunakan material synthetic leather untuk memberikan struktur sekaligus menyeimbangkan bagian upper yang lebih ekspresif.
Permainan tekstur, warna, dan material tersebut menjadi cara untuk menerjemahkan dua karakter dalam konsep “Love & Hustle”: sisi playful dan ekspresif serta sisi yang lebih grounded dan persisten.
Palet cokelat dan tan menjadi fondasi warna yang earthy, kemudian dipertemukan dengan aksen pink dan lime green. Jika pink memberikan sentuhan yang lebih playful dan personal, lime green menghadirkan aksen kontras yang terasa lebih muda dan eksperimental.
Sementara itu, midsole hitam menjadi elemen penyeimbang yang menyatukan keseluruhan tampilan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana sepatu basket dapat bergerak dari produk performance menuju fashion item tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas awalnya.
DNA olahraga tetap terlihat melalui siluet dan karakter dasarnya, sementara eksplorasi visual membuatnya lebih mudah masuk ke konteks berpakaian sehari-hari.
Performa Olahraga
Menurut Ilham, kolaborasi tersebut menjadi salah satu bentuk pertemuan antara performa olahraga dengan perkembangan basket sebagai budaya.
Speedy Weedy x Kevinswork hadir di persimpangan tersebut, menggabungkan DNA performance basketball dengan pendekatan lifestyle yang dapat dikenakan baik di dalam maupun di luar lapangan,”
ujarnya.
Dalam peluncuran kolaborasi tiga pihak tersebut, Ardiles juga membuka fase awal dengan jumlah yang terbatas.
Fase ini ditujukan kepada 200 orang pertama yang ingin menjadi bagian dari perjalanan awal kolaborasi sekaligus mencoba produknya lebih dulu.
Sebagai bagian dari peluncuran 3-way collaboration Ardiles x Speedy Weedy x Kevinswork, kami memulai dengan fase awal yang tersedia dalam jumlah terbatas. Melalui fase ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada 200 orang pertama untuk menjadi bagian dari perjalanan awal kolaborasi ini dan merasakan produknya lebih dulu,”
tutup Ilham.





















