Menko bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyoroti fenomena pembangunan pagar tinggi di pusat perbelanjaan dan gedung karena isu gangguan keamanan pada bulan Agustus.
Djamari memastikan pembangunan pagar tinggi tersebut tidak ada kaitannya dengan kabar burung gangguan keamanan pada bulan Agustus setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Responsnya dulu, Pak kepala daerah yang bersangkutan, sudah menyampaikan baik di Surabaya maupun di Jakarta. Tidak ada kaitannya dengan hubungan, seperti yang digulirkan, kabar-kabar yang akan datang. Tidak ada,”
kata Djamari di kantornya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Kepentingan Keamanan Pengelola Mal


Menurut Djamari, pemasangan pagar tinggi itu merupakan kepentingan keamanan masing-masing pengelola perbelanjaan, bukan menanggapi kabar adanya ancaman keamanan dan potensi gangguan ketertiban.
Jadi semuanya itu adalah untuk kepentingan keamanan dari mereka sendiri dan itu pun sudah dianggap tidak memiliki izin seperti yang dilakukan di beberapa tempat,”
imbuh dia.
Menurutnya, masing-masing kepala daerah telah mengambil tindakan jika ditemukan adanya pembangunan pagar tinggi yang tidak sesuai.
Saya tidak mau menyebutkan mal yang mana ya. Tapi kira-kira pemerintah daerah setempat sudah melakukan penertiban itu,”
kata Menko Polkam.
Viral Pagar Tinggi Dibangun


Maraknya pembangunan pagar tinggi di pusat perbelanjaan dan perkantoran di Jakarta beredar di media sosial. Salah satunya di pusat perbelanjaan Kota Kasablanka sedang dibangun pagar setinggi kurang lebih 2,5-3 meter. Terlihat seorang pekerja sedang mengelas sisi depan mal, pada Rabu malam, 29 Juli 2026.
Dinarasikan dalam akun tersebut, pemasangan pagar untuk mengantisipasi gangguan keamanan hingga potensi penjarahan ketika ada demonstrasi.
Kemudian, unggahan di akun X @txtdaritaxpayer memperlihatkan Menara BNI, di Pejompongan, Jakarta Pusat, juga dipasang pagar putih mengelilingi gedung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto pada 31 Juli 2026 mengatakan, pihaknya tengah memantau di dunia maya dugaan informasi aksi, sehingga menyebabkan sejumlah pengelola mal dan gedung memasang pagar tinggi.
Direktorat Operasional tetap memantau dunia maya melalui Direktorat Siber dan Direktorat Kriminal Umum, kami akan melihat ajakan-ajakan. Ini hanya sekedar melempar flyer atau memang akan ada gelombang aksi?”
ucap Budi kepada wartawan, Jumat, 31 Juli 2026.
Polri-TNI Koordinasi Intelijen


Polda Metro Jaya juga berkoordinasi dengan tim analisis dan intelijen Kodam Jaya mengenai situasi dan kondisi terkini. Namun, Budi menegaskan kondisi saat ini terpantau terkendali.
Situasi sampai saat ini masih tetap dapat dikendalikan, ini berkat kerja sama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya,”
kata Budi.
Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri pun telah memitigasi dengan membentuk Tim Preventive Strike untuk menanggulangi kelompok-kelompok yang berpotensi melakukan kerusuhan.
Langkah mitigasi sudah dilakukan, begitu juga dengan peningkatan patroli skala sedang, skala kecil, skala besar, di wilayah penyangga,”
imbuh dia.


























