Harapan Timnas Indonesia untuk mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Piala AFF 2026 kembali kandas.
Hasil imbang 1-1 saat menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A membuat Skuad Garuda gagal melangkah ke semifinal.
Indonesia hanya mampu mengumpulkan tujuh poin dan harus puas berada di posisi ketiga klasemen akhir Grup A. Vietnam keluar sebagai juara grup dengan 10 poin, sedangkan Singapura menempati posisi kedua dengan delapan poin.
Kegagalan tersebut sekaligus memperpanjang penantian Indonesia untuk meraih trofi Piala AFF menjadi 30 tahun sejak turnamen ini pertama kali digelar.
Piala AFF 2026 sejatinya menjadi salah satu kesempatan bagi Timnas Indonesia untuk mengakhiri catatan panjang tanpa gelar.
Namun, perjalanan Skuad Garuda justru terhenti sebelum mencapai babak semifinal. Setelah membuka turnamen dengan dua kemenangan, performa Indonesia menurun dalam dua pertandingan terakhir.
Indonesia takluk 0-3 dari Vietnam sebelum hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura. Dua hasil tersebut membuat peluang Indonesia untuk lolos ke fase gugur akhirnya sirna.
Piala AFF 30 Tahun
Piala AFF pertama kali diselenggarakan pada 1996 dengan nama Piala Tiger. Turnamen ini kemudian berkembang menjadi kompetisi utama antarnegara di kawasan Asia Tenggara dan menjadi salah satu tolok ukur kekuatan sepak bola ASEAN.
Selama tiga dekade penyelenggaraannya, Timnas Indonesia hampir selalu masuk dalam daftar kandidat kuat juara. Sayangnya, status favorit tersebut belum pernah berujung pada trofi.
Rekor Indonesia di Piala AFF sebenarnya cukup mengesankan jika dilihat dari jumlah penampilan di partai puncak. Skuad Garuda telah enam kali mencapai final, tetapi seluruh kesempatan tersebut berakhir tanpa gelar juara.
Kondisi itu membuat Indonesia menjadi salah satu tim dengan jumlah final terbanyak di Piala AFF, tetapi belum pernah merasakan berdiri di podium tertinggi.
Jadi Favorit
Optimisme sempat mengiringi perjalanan Indonesia di Piala AFF 2026. Materi pemain yang dimiliki Skuad Garuda membuat mereka kembali dipandang sebagai salah satu kandidat juara.
Kehadiran sejumlah pemain naturalisasi yang berkarier di Super League juga memberikan keuntungan karena mereka dapat bergabung dengan tim nasional tanpa terkendala izin pelepasan dari klub.
Beberapa nama yang menjadi bagian dari skuad antara lain Jordi Amat, Shayne Pattynama, Sandy Walsh, Ragnar Oratmangoen, Thom Haye, hingga Eliano Reijnders. Dengan komposisi tersebut, ekspektasi terhadap Timnas Indonesia pun cukup tinggi.
Indonesia sebenarnya mengawali Piala AFF 2026 dengan hasil meyakinkan. Dua pertandingan pertama berhasil dimenangkan sehingga peluang untuk melaju ke semifinal sempat terbuka lebar. Namun, konsistensi menjadi persoalan pada dua laga terakhir.
Kekalahan telak 0-3 dari Vietnam menjadi pukulan besar bagi Skuad Garuda. Hasil imbang 1-1 kontra Singapura kemudian memastikan Indonesia gagal finis di dua besar Grup A.
Performa tersebut membuat John Herdman belum mampu membawa Indonesia memenuhi target di turnamen ini.
Kegagalan di Piala AFF 2026 membuat Indonesia kembali harus menunda ambisi untuk meraih trofi pertama. Jika ingin mengakhiri penantian tersebut, kesempatan berikutnya baru akan hadir pada Piala AFF 2028.
Artinya, Skuad Garuda masih harus melewati setidaknya dua tahun lagi sebelum kembali memiliki kesempatan mengangkat trofi yang selama 30 tahun terakhir belum pernah menjadi milik Indonesia.


















