Kekeringan melanda Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, akibat musim kemarau yang berdampak pada kekurangan cadangan air bersih.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan kondisi tersebut dilaporkan terjadi sejak Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 09.00 WIB. Kekeringan berdampak terhadap 160 kepala keluarga atau 480 jiwa.
“Bencana kekeringan melanda wilayah Kota Salatiga yang dipicu sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau, sehingga menyebabkan cadangan sumber air bersih berkurang,”
kata Muhari dalam keterangannya, dikutip pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Meski berdampak terhadap ratusan warga, BNPB memastikan belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kekeringan tersebut. Demi memenuhi kebutuhan dasar warga, BPBD Kota Salatiga telah menyalurkan air bersih ke wilayah terdampak sebagai respons atas berkurangnya sumber air akibat kondisi kemarau.
Darurat
Kemarin, BPBD Kota Salatiga kembali mendistribusikan 10.000 liter air bersih atau setara dua tangki kepada masyarakat terdampak. Penyaluran terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan warga.
“Penanganan kekeringan di Salatiga dilakukan dalam status ‘Siaga Darurat’ bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ditetapkan pemerintah daerah,”
ujar Muhari.
Status ‘Siaga Darurat’ berlaku berdasarkan Keputusan Wali Kota Salatiga Nomor 300.2/131/2026 sejak 29 April hingga 25 Oktober 2026.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026 yang berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026.
“BNPB dan BPBD akan terus memantau kondisi wilayah terdampak serta menyesuaikan penanganan, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat selama musim kemarau,”
ucap dia.


























