Direktur Utama I.League sekaligus operator Super League Ferry Paulus beri penjelasan mengenai jadwal pertandingan Persija Jakarta vs Persib Bandung yang akan tersaji pada pekan kedua kompetisi.
Duel sarat rivalitas tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026. Persija akan berstatus sebagai tuan rumah dalam laga yang bakal dapat perhatian besar dari publik sepak bola Indonesia.
Ferry menjelaskan penyusunan jadwal kompetisi musim ini menggunakan sistem yang terinspirasi dari sejumlah liga besar dunia. Menurutnya, I.League mencoba mengakomodasi berbagai kebutuhan klub melalui sistem tersebut.
Semua penjadwalan yang kami lakukan pada tahun ini menggunakan sistem yang diadopsi dari kompetisi besar seperti Premier League, J.League, dan kompetisi besar lainnya,”
kata Ferry di Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2026.
Persija sebelumnya mendaftarkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, sebagai salah satu stadion kandang mereka.
Berdasarkan jadwal yang beredar, Persija akan lebih dulu menjamu Persib pada pekan kedua Super League 2026/2027.
Permintaan Klub Dipertimbangkan
Ferry mengungkapkan bahwa klub peserta Super League diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai permintaan terkait jadwal pertandingan.
Masukan tersebut bahkan sudah dikumpulkan sejak beberapa bulan sebelum jadwal kompetisi disusun.
Semua keinginan klub kami terima. Sudah sejak sekitar tiga bulan lalu klub-klub memasukkan berbagai permintaan,”
jelas Ferry.
Permintaan yang diajukan klub cukup beragam. Salah satunya berkaitan dengan keinginan memainkan pertandingan kandang pada momen tertentu, termasuk ketika bertepatan dengan hari ulang tahun klub.
Disusun dengan Sistematis
Selain faktor teknis, pertimbangan komersial juga jadi salah satu aspek yang diperhitungkan I.League dalam menyusun jadwal Super League 2026/2027.
Ferry menyebut ada klub yang menginginkan pertandingan tertentu dimainkan di kandang karena berpotensi menghasilkan pemasukan lebih besar.
Hal tersebut juga kami masukkan berdasarkan analisis yang dilakukan secara sistematis,”
tuturnya.
Setelah berbagai masukan dikumpulkan, sistem kemudian mengolah permintaan tersebut sebelum jadwal dibagikan kepada klub untuk diperiksa kembali.
Sistem ini dibuat untuk mengakomodasi ratusan ribu keinginan dari klub-klub. Setelah semuanya terakomodasi, jadwal dibagikan kepada klub dan mereka melakukan koreksi,”
lanjut Ferry.
Meski berupaya mengakomodasi kebutuhan peserta, Ferry menyampaikan bahwa I.League tak bisa memenuhi seluruh permintaan klub.
Setiap permintaan tetap harus melalui pertimbangan tertentu agar tidak mengganggu keseluruhan jadwal kompetisi.
Ya, memang ada permintaan-permintaan dari klub. Secara sistem, kami mengakomodasi berbagai permintaan tersebut,”
ujar Ferry.
Maka itu, I.League menerapkan skala prioritas dalam menentukan permintaan mana yang bisa dimasukkan ke dalam jadwal akhir.
Namun, tidak semua permintaan bisa kami akomodasi. Kami tetap menggarisbawahi bahwa permintaan tersebut harus disusun berdasarkan skala prioritas,”
tutur Ferry.
Dengan sistem tersebut, I.League berharap jadwal Super League 2026/2027 dapat mengakomodasi kebutuhan klub sekaligus menjaga keseimbangan kompetisi.
Duel Persija Jakarta vs Persib Bandung pada pekan kedua pun menjadi salah satu laga yang paling dinantikan sejak jadwal musim baru diumumkan.
























